Tagih Janji, Paguyuban Pedagang Pasar Turi Tahap 3 Datangi Kantor PT KAI

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puluhan perwakilan pedagang pasar turi yang tergabung dalam paguyuban Pedagang Pasar Turi Tahap 3  mendatangi kantor PT KAI (Persero) Daop 8 dijalan Gubeng Surabaya. SP/ALQ
Puluhan perwakilan pedagang pasar turi yang tergabung dalam paguyuban Pedagang Pasar Turi Tahap 3  mendatangi kantor PT KAI (Persero) Daop 8 dijalan Gubeng Surabaya. SP/ALQ

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Puluhan perwakilan pedagang pasar turi yang tergabung dalam paguyuban Pedagang Pasar Turi Tahap 3 melakukan aksi di depan PT KAI (Persero) Daop 8 dijalan Gubeng Surabaya Jl. Gubeng Masjid untuk menagih janji PT. KAI terkait pembangunan pasar turi tahap 3 ini. 

Mereka mendatangi kantor PT KAI (Persero) Daop 8 dijalan Gubeng Surabaya. Pedagang meminta kejelasan terkait informasi Pedagang Pasar Turi Tahap 3 Tagih Janji PT. KAI antara PT. KAI dengan investor dalam hal pembangunan Pasar Turi tahap III. 

Ketua II Paguyuban Pasar Turi tahap 3, Haryanto mengatakan kedatangannya ke kantor PT. KAI (Persero) Daop 8 Surabaya hanya meminta kejelasan terkait progres pembangunan Pasar Turi Tahap III. Sebab, informasi yang didengar oleh kalangan pedagang, PT. KAI sudah melakukan kerjasama dengan investor pemenang tender untuk melakukan pembangunan pasar turi tahap III. 

"Yang jadi soal, karena sejak awal PT. KAI meminta kepada para pedagang untuk dicarikan investor. Namun nyatanya informasi yang beredar PT. KAI sudah memilih investor tersebut," ujar Hariyanto, Kamis, (17/9)

Lebih lanjut Hariyanto mengungkapkan,  pembangunan pasar turi tahap III ini,  rencananya akan dibangun pasca terjadinya insiden kebakaran pada 2007 silam. Namun kondisi itu tidak memungkinkan lantaran dihadapkan pada situasi pandemi covid-19. 

Disamping itu, pembangunan yang akan dibangun dilahan milik PT. KAI tersebut juga belum menemukan investor. Sehingga pihak PT. KAI meminta agar dicarikan investor untuk melanjutkan pembangunan. 

"Waktu itu kami memang diminta untuk mencarikan investor. Dan akhirnya kita menemukan investor namanya PT. Danadipa. Kami pernah ajukan, tapi masih belum ada keputusan," jelasnya. 

Sementara Ketua I Paguyuban Pasar Turi Tahap III, Rifai menambahkan sejatinya belum ada kesepakatan apapun antara pedagang dan PT. Danadipa. Hanya saja, PT. Danadipa memberikan subsidi harga bagi 1.029 pedagang yang akan menempati pasar turi tahap III. 

"Belum ada kesepakatan, hanya kesepahaman saja. Bahwa nanti kalau memang PT. Danadipa yang membangun maka harga yang ditawarkan kepada pedagang untuk menempati Pasar Turi III lebih murah," terang Rifai. 

Semisal, untuk pedagang kecil diberi harga Rp.10 juta permeter. Sedangkan pedagang menengah diberi harga Rp.15 Juta permeter. Sementara untuk pedagang besar (toko) dihargai Rp.25 juta per meternya. 

"Kami khawatir, ketika investornya berbeda, maka belum tahu pasti nanti mau dibangun seperti apa. Apakah ruko, atau mall dan lain-lain. Sedangkan yang dimjnta pedagang adalah pasar," tegasnya. 

Namun, setelah bertemu dengan pihak PT. KAI Daop 8, dia menyatakan bahwa informasi yang beredar tidaklah benar. Sebab, hingga saat ini PT. KAI belum ada kesepakatan apapun dengan investor. 

Sementara, Humas PT. KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto mengatakan secara umum, PT. KAI dalam menjalin kerjasama dengan pihak ketiga dalam pemanfaatan asset, maka ada beberapa mekanisme dan aturan yang harus dilakukan. Baik dari aspek badan hukumnya maupun kredibilitas investor. 

"Perusahaan PT. KAI (Persero) akan menjunjung tinggi Good Corporate  Governance (GCG) yakni penyelenggara pemerintah yang sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku, yakni terbuka dan transparan. Terkait investor kita terbuka. Siapa saja bisa mengajukan diri," jelas Suprapto. 

Hanya saja, nantinya investor yang sudah mendaftarkan diri akan dilakukan proses validasi administrasi. Baik dari aspek badan hukumnya maupun kredibilitasnya. 

"Jangan sampai ada permasalahan kedepannya. Yang jelas kami menginginkan siapapun investor yang bakal mengerjakan pembangunan tersebut bisa mengakomodasi kebutuhan pedagang," tandasnya. Alq

 

Berita Terbaru

Jusuf Kalla, Bareskrimkan Grace, Ade dan Abu

Jusuf Kalla, Bareskrimkan Grace, Ade dan Abu

Rabu, 06 Mei 2026 05:50 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla , tak terima pemotongan ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) dilakukan…

Bupati Bersama Ayahnya Disidang Bareng Korupsi Rp 12,4 miliar

Bupati Bersama Ayahnya Disidang Bareng Korupsi Rp 12,4 miliar

Rabu, 06 Mei 2026 05:45 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Terdakwa bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, bersama ayahnya, HM Kunang, resmi bergulir di meja hijau, kemarin.Pasangan bapak dan…

Sempat Jadi Perdebatan Hakim, Jaksa dan Advokat, Ternyata Nadiem Sakit Sangat Subyektif

Sempat Jadi Perdebatan Hakim, Jaksa dan Advokat, Ternyata Nadiem Sakit Sangat Subyektif

Rabu, 06 Mei 2026 05:43 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, Selasa (5/5) memancing perdebatan keluhan sakit, sehingga gak bisa hadiri sidang. Usut punya…

Ade Armando, Merasa Diserang

Ade Armando, Merasa Diserang

Rabu, 06 Mei 2026 05:41 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:41 WIB

SURABAYAPAGI : Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando mengundurkan diri dari PSI. Ade menyebut pengunduran dirinya demi kebaikan bersama."Melalui…

Profesor Unair Sedih, Kampus Kini Jadi "Pabrik" Tenaga Kerja

Profesor Unair Sedih, Kampus Kini Jadi "Pabrik" Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 05:40 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pakar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Tuti Budirahayu Dra MSi, menilai orientasi yang hanya berfokus pada…

Dollar Selama 52 Minggu, Rentang Rp 16.079-17.404,-

Dollar Selama 52 Minggu, Rentang Rp 16.079-17.404,-

Rabu, 06 Mei 2026 05:35 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G. Hutapea menyampaikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap…