Jual Tanah Bermasalah, Pasangan Suami Istri Diadili

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pasangan  suami istri Liem Inggriani Laksmana dan Liauw Edwin Januar Laksmono.SP/Budi Mulyono.
Pasangan  suami istri Liem Inggriani Laksmana dan Liauw Edwin Januar Laksmono.SP/Budi Mulyono.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pasangan suami istri Liem Inggriani Laksmana dan Liauw Edwin Januar Laksmono didakwa menipu teman baiknya, Oenik Djunani Asiem. Kedua terdakwa menjual tanah yang dimiliki bersama dengan Oenik. Namun, pembelinya ternyata fiktif dan uangnya  sebagian tidak diberikan kepada Oenik, pasutri warga Kendangsari Tenggilis Mejoyo.

Jaksa penuntut umum (JPU) Dedy Arisandi menyatakan, Liem dan Oenik sudah berteman akrab sejak 30 tahun lalu. Liem kerab main ke rumah teman karibnya tersebut. Kedekatan mereka berlangsung hingga tahun 2008 lalu. Liem menyerahkan Rp 500 juta untuk berinvestasi tiga bidang tanah yang baru saja dibeli Oenik di Balikpapan.

"Oenik membuat surat pernyataan yang dilegalisasi di hadapan notaris yang menyatakan bahwa uang pembelian atas tiga bidang tanah berasal dari dua orang, Oenik dan Liem sehingga semua hak dan kewajiban atas tanah tersebut menjadi kepunyaan dan tanggungan berdua tanpa pengecualian," ujar Dedy saat membacakan dakwaan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Edwin, suami Liem ikut menandatangani surat pernyataan kepemilikan tiga bidang tanah seluas 46.228 meter persegi seharga Rp 1,6 miliar pada 2008 lalu. Edwin kemudian meminta temannya, Pien Thiono untuk berpura-pura membeli tanah tersebut. Sebenarnya, Pien sempat menolak. Namun, Edwin mengancam akan mempermasalahkan temannya itu kepadanya.

"Terdakwa Edwin menjamin dirinya akan mentransfer sejumlah uang ke rekening Pien yang aman digunakan untuk membuka cek atau bilyet giro," katanya.

Edwin selanjutnya meminta Pien membuka tiga lembar bilyet giro. Setelah itu, cek tersebut yang dibuat Pien diminta kembali oleh Edwin. Total nilainya Rp 1,1 miliar. Secara terpisah, sang istri, Liem menelepon Oenik dengan mengatakan bahwa sudah ada temannya yang berminat membeli tiga bidang tanah milik mereka.

Liem dan Oenik pergi ke kantor notaris di Jalan Kapuas untuk membuat ikatan jual beli tiga bidang tanah dengan pembeli Pien. Namun, Pien tidak ikut datang. Dia juga tidak pernah tahu mengetahui ikatan jual beli tersebut. Pien tidak kenal Oenik dan tidak pernah tahu sertifikat tanahnya. Pien memang pernah membuat bilyet giro atas permintaan Edwin.

Bilyet giro itu rencananya akan dibuat untuk membeli tanah tersebut. Pien sebagai pembeli tidak pernah tahu kalau dalam proses jual beli itu diwakilkan Edwin. Sertifikat tanah sudah dibawa Edwin. Namun, bilyet giro itu tidak bisa dicairkan karena sudah jatuh tempo. Hingga kini Oenik tidak pernah mendapatkan uang dari penjualan tanah itu. Sertifikat tanah juga sudah dikuasainya. Oenik merugi hingga Rp 80 miliar dari penghitungan nilai aset tanah saat ini.

Pengacara terdakwa, Yafet Kurniawan menyatakan, Oenik yang menuntut pembagian uang dari hasil penjualan tanah itu pernah menggugat kedua terdakwa di PN Surabaya. Gugatannya dikabulkan. Kedua terdakwa diminta memberikan bagian Oenik senilai Rp 539 juta.

"Klien kami sudah membayar melalui konsinyasi. Kalau dia tidak mengambil salahnya sendiri. Sekarang uangnya masih ada di pengadilan," kata Yafet.

Untuk diketahui dalam perkara tersebut sudah ada putusan incrah perdata ,sebagaimana putusan perkara nomor : 44/Pdt.G/PN.Sby jo putusan pengadilan  tinggi jawa timur no 61/Pdt/2010/PT Sby yang telah dilaksanakan melalui konsinyasi sebagaimana penetapan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor : 09/kons/2014/PN Sby tanggal 16 Desember 2014 ,jadi perbuatan terdakwa satu dan dua bukanlah tindak pidana tetapi merupakan perbuatan dalam lingkup keperdataan maka dengan telah adanya konsinyasi tersebut saksi tidak mengalami kerugian "tandasnya. Bd

Berita Terbaru

Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Rabu, 04 Feb 2026 19:11 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, terpilih mewakili Kodam V/Brawijaya, mendapatkan penghormatan…

Ini 5 Alasan Mengapa Spek iPhone 16 Pro Max Masih Sangat "Future-Proof" Hingga 5 Tahun ke Depan

Ini 5 Alasan Mengapa Spek iPhone 16 Pro Max Masih Sangat "Future-Proof" Hingga 5 Tahun ke Depan

Rabu, 04 Feb 2026 18:44 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi.com :  Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk memiliki iPhone terbaru, mengetahui harga iphone 16 pro max serta spesifikasinya sangat penting. …

Kejati Jatim Tahan Direktur PT Buana Jaya Surya Kasus Korupsi Pengadaan SMK

Kejati Jatim Tahan Direktur PT Buana Jaya Surya Kasus Korupsi Pengadaan SMK

Rabu, 04 Feb 2026 18:28 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 18:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Upaya penegakan hukum terhadap praktik korupsi di sektor pendidikan kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Kejaksaan Tinggi J…

PT Zam-Zam Klaim Sudah Urus Izin, Tapi Dokumen di SIMBG Belum ada Perubahan

PT Zam-Zam Klaim Sudah Urus Izin, Tapi Dokumen di SIMBG Belum ada Perubahan

Rabu, 04 Feb 2026 17:51 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - PT Zam-Zam pengembang perumahan Grand Zam-Zam mengklaim pihaknya sudah mengajukan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk…

Korbinmas Baharkam Polri Perkuat Peran Bhabinkamtibmas di Wilayah Gresik

Korbinmas Baharkam Polri Perkuat Peran Bhabinkamtibmas di Wilayah Gresik

Rabu, 04 Feb 2026 16:46 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Korbinmas Baharkam Polri terus mendorong penguatan peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian dalam membangun hubungan y…

Rekomendasi Sepatu Puma Indonesia

Rekomendasi Sepatu Puma Indonesia

Rabu, 04 Feb 2026 16:39 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 16:39 WIB

SurabayaPagi.com :  Puma adalah merek yang berasal dari Jepang dan kemungkinan besar sudah banyak dikenal oleh kalangan masyarakat Indonesia dengan terkenalnya …