Diskusi Eks Dolly, MA Hadir, Eri Absen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Situasi webinar yang membahas eks lokalisasi Dolly, dihadiri Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Rabu (7/10/2020). SP/alqomar
Situasi webinar yang membahas eks lokalisasi Dolly, dihadiri Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Rabu (7/10/2020). SP/alqomar

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Lokalisasi Dolly di Surabaya sudah ditutup beberapa tahun silam oleh Pemkot Surabaya. Namun, sejumlah persoalan masih mengikuti pasca penutupan. Terutama problem ekonomi warga terdampak masih menjadi persoalan yang belum tuntas. Kondisi ini yang diangkat oleh MUI Jatim dalam webinar bertajuk "Nasib Eks Lokalisasi Pasca Kepemimpinan Bu Risma", Rabu (7/10/2020).

Menariknya, dalam webinar ini menghadirkan Calon Wali Kota Surabaya paslon nomor 1 Eri Cahyadi dan paslon nomor 2 Machfud Arifin. Sayangnya, Eri Cahyadi tidak hadir sendiri dan memilih mewakilkan kepada Calon Wakil Wali Kota Surabaya Armuji. Ketidakhadiran Eri ini sempat menjadi pertanyaan mengingat kesibukan apapun masih bisa disela karena acara diskusi dilakukan secara online.

Machfud Arifin yang menjadi pembicara pertama sangat mengapresiasi penutupan lokalisasi di Surabaya. Pemerintah dianggap berhasil menutup lokalisasi. Hanya saja, prostitusi di Surabaya belum 100 persen ditutup. Ini yang perlu mendapatkan perhatian serius.

"Prinsipnya saya apresiasi kepada pendahulu Surabaya. Cuma siapa yang bisa menjamin prostitusi sudah benar-benar ngak ada. Lokalisasi memang sudah ditutup, tapi prostitusi terselubung masih ada. Banyak dari mereka yang pakai online," ujar arek suroboyo asli ini, berapi-api.

Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 2 ini mengungkapkan, penutupan lokalisasi itu ada dampak sosial dan ekonomi yang sampai sekarang belum diatasi dengan baik oleh Pemkot, terutama dampak ekonomi. Ada banyak warga yang selama itu menikmati ekonomi dari geliat lokalisasi, sejak ditutup kehilangan pendapatan.

"Itulah yang harus dicarikan jalan keluar oleh Pemkot. Mereka yang ber KTP Surabaya dan orang luar daerah yang tinggal di situ perlu kita latih," ucapnya.

 

Harus Berkelanjutan

Mantan Kapolda Jawa Timur ini mengatakan, pemberdayaan ekonomi terdampak harus berkelanjutan. Tidak hanya diberi pelatihan, tetapi juga diberi akses permodalan dan pemasaran. Dengan program ini, maka pembinaan warga terdampak bisa tuntas. "Habis pelatihan, kalau mau kerja apa, ditunggu laporannya ke saya mau kerja apa, jadi tidak hanya konsep, tapi juga eksekusi," katanya.

Para pemudanya, kata Machfud, juga harus diberi aktifitas yang bisa produktif untuk dirinya dan keluarganya. Hal itu penting agar semua masalah-masalah pasca penutupan bisa terselesaikan dengan baik. Termasuk jika masih ada aktifitas remang-remang di eks lokalisasi, maka perlu ada penindakan tegas.

"Satpol PP nanti itu bukan hanya yang pakai seragam, mereka bisa ngak pakai seragam untuk melakukan pengintaian dan penyelidikan, baru ditertibkan, agar tidak salah sasaran. Pokoknya kalau masih ada yang buka kita segel, itu intinya," jelasnya.

Lulusan SMPN 1 Surabaya ini mengungkapkan, di eks lokalisasi ada 14 aset Pemkot Surabaya yang bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pembinaan warga terdampak. Jika perhatian dari Pemkot Surabaya tidak berkelanjutan, maka bisa jadi muncul lagi aktifitas prostitusi di eks lokalisasi.  "Dan juga perlu ada regulasi Perda hiburan malam, tidak boleh ada lokalisasi dekat perkampungan," tandasnya.

 

Kinerja Risma Dipuji

Kemudian, Armuji yang mewakili Eri Cahyadi diberi kesempatan dalam webinar, mengakui, ada dampak terhadap warga atas penutupan lokalisasi oleh Pemerintah Kota Surabaya. Bahkan, sejumlah warga masih mengaku tidak puas dengan penutupan. "Ada warga yang memang tidak puas dengan penutupan," ujarnya singkat.

Meski begitu, mantan Ketua DPRD Surabaya ini memuji sikap Wali Kota Tri Rismaharini dalam mengelola eks lokalisasi Dolly, terutama menghidupkan sektor UMKM.

Dimana, tambah Armuji, beberapa warga sudah bisa memiliki pekerjaan yang layak setelah dilakukan pendampingan oleh Pemkot Surabaya dibawah Wali Kota Risma.

 

Pekerjaan Rumah Pemkot

Namun, hal itu diluruskan oleh Ketua RT 5 RW 3 Putat Jaya Nirwono Supriadi bahwa masih banyak PR yang belum selesai pasca penutupan lokalisasi Dolly. Terutama warga Putat Jaya yang notabene warga asli yang banyak menggantungkan hidup dari keberadaan lokalisasi.

"Terutama Putat Jaya, ketimbang Dolly yang hanya satu gang dan pengelolannya rata-rata bukan warga sana, jadi yang terdampak betul Putat Jaya," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, pasca penutupan Dolly, Putat Jaya seperti kampung mati. Ekonomi warga hancur dan banyak yang menjadi pengangguran. Memang Pemkot hadir dengan berbagai programnya. Sayangnya, program itu hanya sebatas pembinaan dan tidak berkelanjutan.

"Asal saja, ngak ada kelanjutannya, kayak Asal Ibu Senang saja. Contoh warga dikasih pelatihan menjahit, tapi dilakukan beberapa kali saja, setelah itu ngak ada," terangnya.

Karena kecewa dengan Pemkot, Nirwono Supriadi akhirnya membentuk UMKM bersama warga atas inisiatif sendiri. Harapannya, perhatian pemkot ada dan mensupport mereka. Sayangnya, pemkot sama sekali tidak hadir.

"Saya suka blusukan, banyak pelaku UMKM mengeluh ke saya, tidak pernah dimodali oleh Pemkot. Yang disupport pemkot UMKM itu-itu saja," akunya. Alq/cr9/rmc

 

Berita Terbaru

Peringati Hari Pers Nasional, KWGe Gresik Gelar Bakti Sosial untuk Warga

Peringati Hari Pers Nasional, KWGe Gresik Gelar Bakti Sosial untuk Warga

Senin, 27 Apr 2026 15:41 WIB

Senin, 27 Apr 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peringatan Hari Pers Nasional di Kabupaten Gresik tahun ini diwarnai kegiatan sosial yang melibatkan ratusan masyarakat. Komunitas W…

Peringati Hari Otonomi Daerah, Bupati Lamongan Ajak Aparatur Wujudkan Asta Cita

Peringati Hari Otonomi Daerah, Bupati Lamongan Ajak Aparatur Wujudkan Asta Cita

Senin, 27 Apr 2026 15:34 WIB

Senin, 27 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Tanggal 27 April menjadi hari lahir otonomi daerah, dan setiap tahunya selalu diperingati oleh seluruh daerah, tak terkecuali di…

Gresik Masuk 6 Besar Nasional, Raih Predikat Kinerja Tinggi EPPD 2026

Gresik Masuk 6 Besar Nasional, Raih Predikat Kinerja Tinggi EPPD 2026

Senin, 27 Apr 2026 15:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih predikat Kinerja Tinggi dalam Evaluasi…

Polres Gresik Amankan Pelaku Pemalsuan SK ASN, Ditangkap di Kalimantan Tengah

Polres Gresik Amankan Pelaku Pemalsuan SK ASN, Ditangkap di Kalimantan Tengah

Senin, 27 Apr 2026 15:27 WIB

Senin, 27 Apr 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Aparat Satreskrim Polres Gresik berhasil mengamankan seorang pria bernama Antoni (46), warga Dusun Betiring, Desa Banjarsari, K…

Pelatihan Asah Pisau Kurban Sesuai Syariat Digelar di Surabaya Jelang Idul Adha 2026

Pelatihan Asah Pisau Kurban Sesuai Syariat Digelar di Surabaya Jelang Idul Adha 2026

Senin, 27 Apr 2026 15:06 WIB

Senin, 27 Apr 2026 15:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka meningkatkan keterampilan penyembelihan hewan kurban sesuai syariat, RPH Surabaya kembali menggelar program edukatif…

Pasar Baru Tuban Hangus Terbakar Jelang Revitalisasi Anggaran APBD Senilai Rp24,35 Miliar

Pasar Baru Tuban Hangus Terbakar Jelang Revitalisasi Anggaran APBD Senilai Rp24,35 Miliar

Senin, 27 Apr 2026 14:43 WIB

Senin, 27 Apr 2026 14:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Menjelang revitalisasi Pasar Baru Tuban yang berada di Jalan Gajah Mada, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, justru pasar tersebut mengalami…