Notaris Lutfi Afandi Dituding Terbitkan 7 Akte Kuasa Jual Beli Aspal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Notaris Lutfi Afandi.
Notaris Lutfi Afandi.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya- Kasus  dugaan akta kuasa jual beli aspal kembali terjadi di Surabaya. Kali ini, tudingan tak mengenakkan itu mengarah pada notaris Lutfi Afandi.

Dari hasil penelusuran Surabaya pagi, setidaknya ada tujuh surat kuasa jual beli aspal (asli tapi palsu) yang diterbitkan notaris Lutfi Afandi. Tujuh surat kuasa jual beli tersebut di terbitkan dengan sepihak.

Menurut keterangan Dokter Prijati Sri Irawati (pemilik rumah), dirinya tidak pernah bertemu dan tidak pernah meminta tolong dengan Notaris Lutfi Afandi untuk menerbitkan surat kuasa jual beli.

"Semua ini kelakuan anak saya, Herry Irawan. Saya tidak pernah komunikasi, apalagi bertatap muka dengan notaris Lutfi Afandi. Herry yang meminta tolong notaris Lutfi untuk membuat surat kuasa jual beli tanpa sepengetahuan saya," ujar dokter Prijati saat ditemui di rumahnya.

Prijati juga menambahkan, penerbitan surat kuasa jual beli seharusnya diketahui dan ditanda oleh seluruh pihak keluarga. Jika tanpa sepengetahuan atau persetujuan keluarga sebagai ahli waris, bisa dianggap pemalsuan.

"Saya dan anak-anak saya lainnya (sebagai ahli waris sah) tidak pernah tanda tangan surat kuasa yang diterbitkan oleh notaris Lutfi, saya tahu-tahu surat kuasa jual beli itu sudah terbit. Ini pemalsuan namanya," terangnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi notaris Lutfi Afandi mengaku, dirinya kena tipu Herry Irawan yang kini sudah meninggal.

"Saya itu ditipu mas sama Herry, dia datang bawa orang dan bilangnya itu orangtua dan adik-adiknya," kata Lutfi Afandi saat ditemui sekitar Kebun Binatang Surabaya, Senin (26/10/2020).

Tidak sampai di situ, saat Lutfi disingung terkait kecocokan identitas serta foto KTP dengan orang yang dibawa almarhum Herry, dirinya mengaku jika tidak memperhatikan hal tersebut.

"Saya tidak memperhatikan orang yang dibawa itu sama gak dengan yang di KTP tersebut. Tugas notaris kan tidak mencari tau tentang kebenaran itu, saya anggap yang dibawa itu ya keluarganya," tutup Lutfi.tyn

Berita Terbaru

Selangkah Lagi! Program ATM Beras Tahun 2026 Siap Beroperasi Tiga Hari Lagi

Selangkah Lagi! Program ATM Beras Tahun 2026 Siap Beroperasi Tiga Hari Lagi

Senin, 13 Apr 2026 23:55 WIB

Senin, 13 Apr 2026 23:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri akan kembali mendistribusikan bantuan beras kepada masyarakat melalui ATM Beras pada Kamis (16/4).…

Pemkot Kediri Terapkan Skema WFH 40 Persen ASN, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

Pemkot Kediri Terapkan Skema WFH 40 Persen ASN, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

Senin, 13 Apr 2026 23:51 WIB

Senin, 13 Apr 2026 23:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat, mulai…

KPK Dalami Relasi dengan Maidi, Faizal Rachman: Saya Hanya Jawab yang Saya Tahu

KPK Dalami Relasi dengan Maidi, Faizal Rachman: Saya Hanya Jawab yang Saya Tahu

Senin, 13 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 13 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Faizal Rachman, pengusaha Event Organizer  yang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku hanya dimintai keterangan t…

Merawat Harapan di Hari Kartini, Srikandi PLN Kembali Gelar Posyandu Disabilitas di Malang

Merawat Harapan di Hari Kartini, Srikandi PLN Kembali Gelar Posyandu Disabilitas di Malang

Senin, 13 Apr 2026 17:31 WIB

Senin, 13 Apr 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Malang — Dalam rangka menyambut Hari Kartini, Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Malang berkolaborasi dengan Yayasan Bersama Anak Bangsa …

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandeng Lele melontarkan kritik keras terhadap kinerja pihak-pihak terkait, dalam penanganan dugaan…

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti program terbaru Presiden Prabowo Subianto terkait Sekolah Rakyat (SR), saat ini untuk progres pembangunan Sekolah…