Validasi Data Peserta, BPJS Buka Program 'GILANG'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kustanti, Analis Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Jawa Timur. SP/Mochammad Kasyfi Fahmi  
Kustanti, Analis Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Jawa Timur. SP/Mochammad Kasyfi Fahmi  

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Masyarakat masih bersifat kuratif. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ketatkan Validasi data bagi peserta JKN-KIS. Senin (02/11/2020).

Program Registrasi Ulang, atau yang biasa disebut "GILANG" sudah dibuka pada tanggal 01 November 2020. Program ini ditujukan pada peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPUPN).

"Pegawai swasta, pegawai pemerintahan, pensiunan dan mandiri dapat mengikuti program ini. Program ini dikhususkan untuk non PBI (Penerima Bantuan Iuran). Penerima BLT termasuk dalam PBI, jadi tidak dapat mengikuti program ini," ujar Kustanti, Analis Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Jawa Timur.

Saat di wawancarai oleh Tim Surabaya Pagi di kantor BPJS Kesehatan, Kustanti mengatakan bahwa Program Gilang didasari oleh PerPres no.82 tahun 2018. PerPres tersebut menyinggung tentang Jaminan Kesehatan bahwa KIS setidaknya memuat nama dan NIK, kecuali untuk bayi yang baru lahir.

Menurut Kustanti, "Hal ini termasuk salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi defisit BPJS kesehatan, salah satu caranya harus memiliki data yang valid dari kepesertaannya," tambahnya.

Dibuka mulai 1 November 2020, BPJS Kesehatan siap tunggu data-data sebanyak 174.000 selesai dimutakhirkan. Hal ini tentu memberikan kelonggaran bagi peserta dalam menjalankan program Gilang.

Upaya validasi data ini mendapatkan dukungan penuh dari BPJS Watch. "Program ini bisa dikatakan program yang positif. Karena dengan begitu, data-data yang ada menjadi lebih aktual," begitulah kata Arif Supriyono, SE., selaku Ketua BPJS Watch.

Arif Supriyono, SE., memantau pendaftaran BPJS Kesehatan dikala pandemi ini semakin meningkat. Progress ini menjadi hal positif sekaligus menunjukkan sisi kuratif masyarakat Jawa Timur.

 "Pendaftaran memang semakin tinggi. Ini menjadi hal yang positif. Tapi sayangnya, masyarakat masih bersifat kuratif. Buktinya masyarakat baru sadar akan kesehatan ketika negara ini dilanda pandemi," tegas Arif Supriyono.

Arif Supriyono berharap, masyarakat bisa lebih promotiv-preventif dalam menyikapi hal tersebut. Masyarakat yang kurang mampu secara finansial juga bisa memanfaatkan layanan kesehatan gratis dari pemerintah, tentunya dengan mematuhi prosedur yang ada. mbi

Berita Terbaru

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Jasa Raharja mencatat tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, baru mencapai 49,25 persen hingga September 2026, dari total 116…

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Tekanan tersebut antara…

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG…

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberi peringatan keras kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)…

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Prarekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, diwarnai momen emosional saat…

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dipastikan bakal hadir di sidang perkara fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah…