Urusan Kerikil, Dirut PT SBI Masuk Bui!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dirut PT SBI Suhendro saat diamankan Polrestabes Surabaya atas kasus dugaan penipuan. FotoSP/Septyan
Dirut PT SBI Suhendro saat diamankan Polrestabes Surabaya atas kasus dugaan penipuan. FotoSP/Septyan

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Suhendro (55), Direktur Utama PT Surya Beton Indonesia (SBI) harus berurusan dengan polisi pasca dilaporkan Hanny, bos PT CA. Dia menjadi tersangka kasus penipuan.

Dalam laporannya, korban menyebut kerugian yang dialami mencapai Rp 1,9 miliar. Pria 55 tahun tersebut kini ditahan penyidik.

“Unsur pidananya sudah memenuhi. Yang bersangkutan sudah kami tahan," kata Kanit Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Polrestabes Surabaya, AKP Teguh Setiawan, Selasa (1/12/2020).

Teguh menjelaskan, kasus ini bermula saat Suhendro memesan batu kerikil ke PT CA. Sekedar informasi perusahaan tersangka bergerak di bidang pembuatan beton. Nah, salah satu bahan yang diperlukan adalah batu kerikil. PT SBI yang dipimpin tersangka membelinya ke PT Calvary Abadi (CA).

PT SBI memesan batu kerikil itu secara bertahap. Dari November 2019 sampai Januari 2020. Suhendro melakukan pemesanan dengan menerbitkan purchase order (PO).

“Dia (Suhendro) memberikan cek kepada perusahaan yang menjadi korban,” jelasnya.

Selanjutnya, PT CA mengirimkan kerikil sesuai dengan pesanan ke PT SBI di Waru, Sidoarjo dan di Mojosari, Mojokerto. Hanya saja, meski barang sudah terkirim sesuai permintaan, pelaku justru memberikan sejumlah cek saja.

Menurut korban, tersangka sudah memberikan 19 lembar cek. Suhendro menyebut cek itu bisa dicairkan dalam kurun waktu 3 bulan. Akan tetapi, saat dicoba dicairkan selalu gagal.

“Mei coba dicairkan ke bank, tetapi tidak bisa,” terangnya. Masing-masing cek itu memiliki nominal Rp 101 juta.

PT CA sendiri sudah menyampaikan kendala itu ke perusahaan tersangka. Namun, konfirmasi yang dilakukan tidak pernah menemui titik terang.

Karena tidak bisa dicairkan, kemudian pada 20 Mei 2020, PT CA mengirimkan somasi kepada SHD untuk segera membayar, namun tidak ada tanggapan atas kejadian.

"PT CA juga sudah memberikan somasi,” paparnya.

Lantaran tidak mendapat tanggapan yang jelas, Hanny, pimpinan PT CA mengambil langkah tegas. Kasus itu dilaporkan polisi. “Laporannya masuk Juli,” kata Teguh.

Ia menambahkan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi dan bukti yang dibawa saat perusahaan yang menjadi korban melapor. Hasilnya, penyidik menemukan dua alat bukti untuk menetapkan Suhendro sebagai tersangka.

Teguh juga menerangkan jika batu kerikil yang dibeli tersangka sudah diolah menjadi beton. Suhendro melalui perusahaannya telah menjualnya ke pihak lain. Namun, dia tidak kooperatif saat menjalani penyidikan.

“Masih dalam pendalaman terkait keuntungan. Yang jelas kerugian yang dilaporkan oleh korban hampir Rp 2 miliar,” tandas mantan Wakasatreskrim Polresta Sidoarjo itu.

Suhendro dijerat pasal yang mengatur tentang penipuan. Sebab, dalam praktiknya ia menguntungkan diri dengan perbuatan melawan hukum. Dia membuat orang menyerahkan sesuatu dengan tipu muslihat.

Ia mengatakan bahwa perkara ini masih berpeluang berkembang. Menurut sudut pandangnya, bukan tidak mungkin masih ada korban lain dari bisnis culas tersangka. Sebab, bahan membuat beton tidak hanya batu kerikil.

"Saya menghimbau kepada pihak lain yang merasa dirugikan agar membuat laporan," pungkasnya. Tyn/cr2/ham

Berita Terbaru

Terjebak Hampir 12 Jam, Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Terjatuh Dalam Septic Tank

Terjebak Hampir 12 Jam, Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Terjatuh Dalam Septic Tank

Jumat, 20 Mar 2026 13:36 WIB

Jumat, 20 Mar 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Lansia tewas  Karminem 60 warga Desa Krisik Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, di temukan tewas dalam …

Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik

Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik

Jumat, 20 Mar 2026 12:37 WIB

Jumat, 20 Mar 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Program Mudik Gratis Angkutan Lebaran tahun 2026/1447 H yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tak…

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga di Blitar tergopoh gopoh padamkan api yang membakar sebuah Ruko milik Pasutri Adi Kurniawan dan Sri Sulastri warga Desa…

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk kembali menggelar program mudik gratis Kembali Seru Bersama (KURMA) 2026 untuk mendukung perjalanan …

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik memperingati milad ke-8 pada 19 Maret 2026 dengan mengusung tema “…

PT Megasurya Mas Bagi Ribuan Bingkisan Warga Dua Desa

PT Megasurya Mas Bagi Ribuan Bingkisan Warga Dua Desa

Kamis, 19 Mar 2026 11:46 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Hari kemenangan 1 Syawal 1447 H / 2026 menjadi kegiatan rutin tiap tahun jelang Idul Fitri, PT Megasurya Mas, membagikan hasil…