Kader PDIP Tuding Risma Alami Sindrom Panic Attack

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Direct Mail dari Tri Rismaharini untuk warga Surabaya agar memilih pasangan Eri Cahyadi-Armudji (Erji)
Direct Mail dari Tri Rismaharini untuk warga Surabaya agar memilih pasangan Eri Cahyadi-Armudji (Erji)

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Direct Mail dari Tri Rismaharini untuk warga Surabaya agar memilih pasangan Eri Cahyadi-Armudji (Erji) mendapat kritikan dari kader PDIP Tulen.

Jagad Hariseno, putra Sulung Ir Sutjipto, tokoh PDIP Jawa Timur dan juga kakak kandung kader PDIP Whisnu Sakti, ini tak habis mengerti dengan cara kerja Risma, yang katanya kader PDIP, tapi mengusung cawali, bukan dari kader partai banteng monyong putih.

Seno, panggilan Jagad Hariseno, mengkritik keras syrat tersebut. "Risma menggunakan kekuatan politiknya tanpa melihat kapasitasnya sebagai Walikota. Ini bentuk pemaksaan dalam tanda kutip," katanya, Rabu (2/12/2020).

Dikatakan Seno, kondisi tersebut sudah menunjukkan kepanikan luar biasa dalam memenangkan kepentingan oligarki Risma. Selain itu, munculnya surat ajakan memilih paslon penerus Risma dinilai menabrak aturan pasal 4 dan pasal 67 (4) PKPU Nomor 12 Tahun 2016 tentang Kampanye Pemilihan Kepala Daerah.

Dalam pasal 67 disebutkan, Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Walikota atau Wakil Walikota dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu 6 (enam) bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih.

Menurut alumnus ITS Surabaya ini, Risma sudah menyadari bahwa calon yang diusung oleh PDIP bakal kalah dari paslon Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno.

"Tanpa disadari meski di dalam surat kapasitasnya sebagai kader PDIP, namun jabatan Walikota itu melekat. Ini sudah menunjukkan bahwa Risma tidak netral. Dan mengalami sindrom panic attack," terang Seno.

Kakak pertama dari Wakil Walikota Whisnu Sakti Buana ini bahkan mendengar informasi bahwa pengiriman surat bukan melalui Relawan Eri-Armuji. Melainkan kurir yang dibayar Rp 2 ribu setiap suratnya.

"Jadi mulai terbuka sekarang. Bahwa Risma mulai tidak mempercayai struktur partai, namun hanya menggunakan mesin partai untuk ngotot memenangkan kepentingannya," terang Seno.

Diketahui, beredar surat ajakan untuk memilih dalam Pilwali Surabaya 2020 dari Tri Rismaharini sebagai Kader PDIP. Surat tersebut mengajak warga Surabaya untuk memilih pasangan calon Eri-Armuji pada 9 Desember nanti. alq/cr2/rmc

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…