Erji 24 Kecamatan, Maju 7 Kecamatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Paslon no 1 Eri Cahyadi dan Istri  paslon no 2 MA dan istri  usai mencoblos. SP/Patrik Cahyo/Arlana
Paslon no 1 Eri Cahyadi dan Istri paslon no 2 MA dan istri usai mencoblos. SP/Patrik Cahyo/Arlana

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hasil hitung cepat yang dilalukan oleh Surabaya Survey Centre (SSC) di 240 TPS  yang dijadikan sample dari 5.144 TPS, tersebar di 154 Kelurahan, 31 Kecamatan yang ada di Kota Surabaya.

Menurut Direktur Riset SSC Edi Marzuki, dari hasil yang ada pasangan Erji berhasil mengungguli pasangan Maju dengan perolehan suara mencapai sebesar 57,34 persen sedangkan Maju mendapatkan 42,66 persen. Sehingga kemenangan Erji atas Maju di Pilkada Surabaya mencapai 14, 68 persen.

Kata Edi dari hasil tersebut kemenangan Erji hampir merata disetiap wilayah yang ada di Kota surabaya. "Erji berhasil memenangkan 24 Kecamatan. Sedangkan Maju menang di 7 Kecamatan," ujar Edi.

Dijelaskan oleh Edi pasangan Maju menang di Kecamatan Tandes sebesar 51,89 sedangkan Erji 48,11. Kecamatan Pakal Maju unggul 50,39 persen, Erji 49,61 persen. Kecamatam Asem Rowo, Maju unggul 51,89 persen, Erji 48,11 persen. Kecamatan Tenggilis Mejoyo Maju unggul 61,12 persen, Erji 38,88 persen. Kecamatan Bulak Maju unggul 59,35 persen, Erji 59,35 persen. Kecamatan Krembangan Maju unggul 52,55 persen, Erji 47,71 persen dan Kecamatan Pabean Cantikan pasangan Maju unggul 52,29 persen, Erji 47,71 persen.

"Pasangan Erji banyak menang tebal ada di Kecamatan Dukuh Pakis sebesar 72 persen, Kecamatan Sukomanunggal yang mencapai 71,50 persen. Disusul Kecamatan Genteng mencapai 66,36 persen dan Kecamatan Tegalsari mencapai 66,13 persen," ungkapnya.

"Di Kecamatan lain yang menang rata rata Erji menang diatas 50 persen," lanjut pria yang juga dosen Universitas Yudharta Pasuruan ini.

Dijelaskan oleh Edi hasil Quick Count yang dihasilkan ini maka tidak jauh dengan hasil survey terakhir yang dilakukan oleh SSC seminggu yang lalu. Sehingga pasangan Erji memenangkan Pilkada Kota Surabaya. "Namun meski begitu kita meminta kepada masyarakat untuk tetap menunggu hasil resmi dari KPU  Surabaya sebagai penyelenggaran Pilkada Kota Surabaya," pungkasnya. rko

Berita Terbaru

Ekonom Rasakan Tekanan Kondisi Keuangan

Ekonom Rasakan Tekanan Kondisi Keuangan

Senin, 08 Jun 2026 05:50 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan Indonesia menghadapi kolaps di sektor perbankan dengan inflasi yang tinggi pada…

Saat di Bali, Prabowo Cerita Angka Hokinya, 8 dan 13

Saat di Bali, Prabowo Cerita Angka Hokinya, 8 dan 13

Senin, 08 Jun 2026 05:48 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto bercerita tentang dua angka yang dianggapnya sebagai angka keberuntungan. Dia menyebutkan dua angka itu ialah 8…

Masyarakat Keluhkan Kualitas Beras Bantuan Perum, Bulog Merespon

Masyarakat Keluhkan Kualitas Beras Bantuan Perum, Bulog Merespon

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Memberikan atensi atas keluhan warga soal kualitas beras Bantuan Pangan Pemerintah (Banpang) di sejumlah desa di Kabupaten Bangkalan, Jawa…

Said Iqbal, Bakal Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Said Iqbal, Bakal Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, akan bergabung dengan pemerintahan Prabowo Subianto.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh…

Anak Istri Kedua yang Sudah Dicerai ,Jadi Menlu Brunei

Anak Istri Kedua yang Sudah Dicerai ,Jadi Menlu Brunei

Senin, 08 Jun 2026 05:40 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:40 WIB

SURABAYAPAGI..COM: Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah secara resmi mengumumkan perombakan atau reshuffle kabinet besar-besaran di negaranya.Langkah…

Mantan Wamen Imipas Tetapkan Tarif  Ilegal, untuk Pribadi

Mantan Wamen Imipas Tetapkan Tarif Ilegal, untuk Pribadi

Senin, 08 Jun 2026 05:38 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM : KPK menemukan adanya tarif 'mempercepat' proses izin tinggal WNA dalam kasus pemerasan dan gratifikasi yang menjerat mantan Wamen Imipas…