Dicekoki Miras, ABG 13 Tahun Digilir 2 Pemuda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya S.IK  menunjukkan barang bukti dalam pers releasenya pada Senin (15/12) siang. SP/Les
Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya S.IK menunjukkan barang bukti dalam pers releasenya pada Senin (15/12) siang. SP/Les

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar  -  Tak dapat dipungkiri, miras dapat merusak masa depan seseorang. Seperti apa yang menimpa Dahlia (bukan nama sebenarnya). masa depan gadis berusia 13 tahun itu hancur usai digilir dua pemuda setelah korban dicekoki miras. Kini kedua pemuda tersebut telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Peristiwa tersebut terjadi pada 17 November 2020 lalu. Hal ini dibenarkan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya S.IK dalam pers releasenya pada Senin (15/12) siang.

Menurut orang nomor satu di Polres Blitar ini, kejadian bermula saat tersangka Febriyanto (24) warga Dusun Ngadirenggo Kel Tangkil Kec Wlingi ini sedang chatting dengan Dahlia, bahwa Dahlia akan diajak jalan jalan dan di traktir makan.

"Sekitar pukul 13.00 tanggal 17 November pelaku ini chattingan dengan korban, untuk diajak jalan jalan, setelah ketemu mereka jalan jalan, tanpa sepengetahuan korban pelaku membeli miras 3 botol dengan merk berbeda," kata AKBP Ahmad Fanani.

Masih menurut Kapolres Blitar, korban dibawa pulang kerumah tersangka Febri, dan disana sudah ada  Joko Widodo (24) warga Desa Sragi kec Talun Kab Blitar yang tak lain teman tersangka Febrianto.

"Kenyataanya korban yang masih berusia 13 tahun ini di suruh melihat dua tersangka saat pesta miras, tidak berapa lama korban dipaksa untuk ikut minum miras, dengan ketakutan korban Dahlia mengikuti ajakan Febri dan Joko Widodo, sehingga terjadi korban dilakukan layaknya suami istri oleh dua tersangka secara bergiliran ketika korban tidak sadarkan diri," ungkap Kapolres.

Kepada polisi, tersangka Febri yang sehari hari bekerja serabutan ini mengakui perbuatan bejat yang ia lakukan kepada tersangka.

"Tadinya mbaknya (korban) nggak mau Pak, setelah saya rayu bersama Mas Djoko korban mau, karena mabuk saya bawa ke kamar, terjadilah itu, setelah saya baru giliran Mas Djoko, karena korban masih tertidur, esok harinya korban saya antar dengan naik motor Pak," pengakuan Febri kepada Kapolres saat release.

Kasus ini terungkap saat korban diantar pulang oleh tersangka Febri. Saat diantar pulang, korban dan tersangka berpapasan dengan ayah korban di pertigaan Lovina dekat pasar Wlingi.

"Tanpa curiga ayah korban mengajak pulang korban, sesampai di rumah korban menceritakan atas kejadian yang menimpa dirinya, memang ayah korban semalam mencari keberadaan korban, sedang Ponsel korban keadaan off tidak bisa di hubungi oleh keluarganya," tandas AKBP Ahmad Fanani di dampingi Kasat Reskrim AKP Doni Kristian dan Kasubag Humas AKP Imam Subechi.

Selanjutnya kedua tersangka dapat ditangkap Unit Reskrim Polres Blitar 1 minggu setelah kejadian atas laporan ayah korban.

"Untuk dua tersangka kita kenakan pasal 81 UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun,” ujarnya.

Dalam kasus pemerkosaan ini, Polres Blitar menyita beberapa pakaian baik milik korban maupun milik dua tersangka, juga sepeda motor Suzuki Satria AG 3738 KBM yang dipergunakan saat beli miras dan menghantar korban sebagai barang bukti. Les

Berita Terbaru

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

SurabayaPagi, Pacitan – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melalui Unit P…

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kapolres Lamongan yang baru AKBP Adhytiawarman Gautama Putra P.hD menyempatkan diri melaksanakan shalat Ashar berjamaah, bersama j…

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Kapolres Blitar AKBP Ardy Zuul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H., bertatap muka dengan awak media di Blitar Raya pagi tadi di ruang Lo…

Sidang Maidi: Terdakwa Tak Bantah Kesaksian ATM hingga Transfer Jutaan Rupiah

Sidang Maidi: Terdakwa Tak Bantah Kesaksian ATM hingga Transfer Jutaan Rupiah

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Terdakwa Maidi tidak membantah keterangan saksi Siti Ulfasyah terkait pemberian ATM serta transfer uang Rp3 juta hingga Rp10 juta p…

Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

Jumat, 07 Agu 2026 17:05 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:05 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum Kepala Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, terus bergulir. Kali Korban b…

Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan 

Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan 

Jumat, 07 Agu 2026 17:02 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:02 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo meluncurkan logo resmi Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530 yang mengusung tema “Kidung Aruna K…