Vaksin Covid-19 untuk Orang Sehat, Usia 18-59 tahun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi vaksin covid
Ilustrasi vaksin covid

i

 

20 Jenis Penyakit tak Bisa Divaksinasi Covid-19

 

SURABAYAPAGI.COM, Bandung- Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, membuat daftar 20 jenis penyakit yang membuat orang tidak bisa divaksinasi Covid-19.

Menurut Ketua Tim Riset Kusnandi Rusmil, untuk sementara pemberian vaksin Covid-19 itu ditujukan pada orang yang sehat. “Nanti kita bikin uji klinis lagi untuk orang sakit dengan penyakit tertentu, atau untuk anak-anak di bawah 18 tahun dan orang-orang di atas 59 tahun,” katanya di Bandung, Kamis (17/12/2020) kemarin.

Tim riset uji klinis juga telah membuat daftar 20 penyakit yang tidak bisa divaksin Covid-19 . Terutama vaksin buatan Sinovac . “Utamanya orang-orang yang punya penyakit gangguan imunologi. Kalau dikasih vaksin mungkin malah jadi sakit karena daya tahan tubuhnya rendah,” tambah Kusnandi.

 

Leukemia, Kanker dan Tipes

Selain itu, orang yang asma berat, kemudian orang yang punya penyakit keganasan seperti leukemia, kanker, dan penyakit akut seperti tifus berat. Sedang pasien hepatitis bisa divaksin asalkan sudah sembuh.

Proses sebelum penyuntikan vaksin ditaksir sekitar 10 menit. Relawan yang sebelumnya pernah terpapar atau positif Covid-19 termasuk yang dilarang ikut riset uji vaksin sebab telah muncul antibodi di tubuhnya yang melawan Covid-19. “Relawan harus yang masih murni atau kosong tanpa anti-Covid,” ujar Kusnandi.

 

Bukan Akhir dari Pandemi

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto memaparkan bahwa penemuan vaksin Covid-19 bukan berarti akhir dari pandemi ini. Vaksinasi menurut Yuri, akan membuat seseorang tidak sakit. Namun tidak melindungi penerima vaksin dari paparan virus Covid-19.

”Dalam penanggulangan pandemi ini yang utama adalah melaksanakan protokol kesehatan,” ucapnya, kemarin.

Vaksin ditujukan untuk memberikan kekebalan agar ketika terpapar virusnya tidak menjadi sakit. Menurutnya masyarakat harus paham bahwa sekalipun sudah tervaksin harus menjaga agar tidak terpapar virus Covid-19. Jika tidak maka di dalam tubuh akan kebal namun bisa terpapar virus. Lalu bisa jadi virus tersebut bisa menular kepada orang lain yang belum divaksin.

 

Penyakit Komorbid

Usia yang diharapkan mendapatkan vaksin berkisar 18 hingga 59 tahun. ”Di luar usia tersebut belum ada data uji klinisnya,” ucap Yuri. Syarat lainnya adalah tak memiliki penyakit komorbid.

Lalu berapa kali vaksin Covid-19 ini harus diulang, Kemenkes belum memiliki data. Ada beberapa jenis vaksin yang harus diulang dalam tempo tertentu. Misal vaksin meningitis. Namun ada juga vaksin yang bisa menyebabkan kekebalan seumur hidup seperti vaksin polio. ”Kalau secara teori kekebalan akan terjadi pada enam bulan sampai 24 bulan,” katanya.

Pemerintah juga telah menggandeng satgas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Mereka yang akan mengawasi dan mengobservasi kasus ikutan setelah seseorang mendapatkan vaksin Covid-19 ini.

Pencarian vaksin Covid-19 juga dikawal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan (LPPOM) MUI Muti Arintawati menuturkan bahwa saat ini ada tim yang sedang berangkat ke Tiongkok untuk melihat produksi vakasin Covid-19. Tim ini yang nantinya memberikan data kepada Komisi Fatwa MUI untuk mendapatkan keputusan halal atau tidaknya vaksin. ”Kalau misal produksinya tidak halal maka akan diteruskan ke Komisi Fatwa untuk ditentukan penggunaanya,” ucapnya pada kesempatan yang sama

 

Pasien dengan Komorbiditas

Virus corona dapat menyerang siapa saja dan mengakibatkan gejala atau tingkat keseriusan yang berbeda-beda.

Salah satu kelompok yang berisiko mengalami gejala serius jika terpapar infeksi virus corona adalah mereka yang memiliki penyakit bawaan tertentu atau komorbid.

Beberapa waktu lalu, laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa 94 persen kasus kematian Covid-19 di Amerika Serikat terjadi pada pasien dengan komorbiditas atau memiliki penyakit penyerta.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo juga meminta anggota keluarga yang memiliki komorbid untuk dipisahkan dari anggota keluarga yang berusia muda.

Pasalnya, anggota keluarga berusia muda berpotensi menjadi pembawa virus corona tanpa menunjukkan gejala, sehingga dapat berbahaya bagi anggota keluarga dengan komorbid.

 

Penyakit Memperparah

Epidemiolog dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja ,Bayu Satria menambahkan, ada sejumlah penyakit penyerta terkait Covid-19 yang bisa memperparah kondisi pasien.

Berikut adalah penyakit-penyakit tersebut, Diabetes Mellitua, Penyakit autoimun seperti lupus/SLE, Penyakit ginjal, Penyakit jantung koroner, Hipertensi, Tuberkulosis, Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), Penyakit kronis lain, Tumor/kanker/keganasan, Penyakit terkait geriartri.

"Ketika orang dengan komorbid tersebut terkena Covid-19, maka ada risiko cukup tinggi untuk mengalami gejala parah," kata Bayu, siang.

Gejala parah atau severe Covid-19 terjadi karena interaksi efek dari Covid-19 dengan komorbid. n bid/ne/cr2/rmc

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…