Angka Kematian Bumil dan Melahirkan Melonjak di Masa Pandemi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Kabupaten Mojokerto melonjak di masa pandemi Covid-19. SP/ Dwy Agus Susanti
Angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Kabupaten Mojokerto melonjak di masa pandemi Covid-19. SP/ Dwy Agus Susanti

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Angka kematian ibu hamil dan melahirkan melonjak di masa pandemi Covid-19. Terbukti, dari data yang tercatat, jumlah kematian ibu mencapai 19 kasus, Rabu (6/1/2021).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Susi Dwiharini mengatakan, tahun  2019 lalu, kasus kematian hanya sebesar 15, namun tahun 2020 angka melonjak menjadi 19 kasus," jelasnya.

Ia menyebut, sejatinya sejak tahun 2017 sampai 2019 kemarin terjadi tren penurunan. Tapi lantaran terjadi pendemi tren naik kembali. "Malah awalnya itu ada 29 kasus. Lalu semenjak tahun 2018 mulai turun jumlahnya, kini kok naik lagi,” ujarnya.

Susi merinci, tahun 2018 sendiri terdapat 19 kasus. Lalu, di tahun 2019 ada 15 kasus baru di tahun 2020 mengalami peningkatan lagi. Bertambahnya jumlah kematian ibu hamil di masa pandemi, tentu ada hubungannya juga dengan merebaknya virus korona.

Ia mengatakan dari jumlah 19 kasus terdapat dua orang yang dinyatakan positif Covid-19 dan satu diantara mereka meninggal. Lalu, untuk sisanya merupakan ibu hamil yang murni kematiannya disebabkan karena mempunyai kehamilan risiko tinggi (risti).

”Sisanya murni karena risiko tinggi (risti), padahal risti sendiri penyebabnya macam-macam juga. Ada pendarahan, keracunan kehamilan dan peningkatan tekanan darah pada ibu hamil,”tuturnya.

Susi menjelaskan, peningkatan tekanan darah sendiri berbahaya pada ibu hamil lantaran bisa melibatkan komplikasi ke semua aspek termasuk juga si bayi.

Menurut keterangannya, kriteria ibu hamil risti sendiri bisa dikategorikan mulai dari umur minimal 45 tahun. Selain itu, jarak untuk punya anak tidak boleh terlalu dekat. Minimal harus tiga tahun baru diperbolehkan.

Susi menambahkan bagi mereka yang punya riwayat penyakit juga perlu waspada sebab kemungkinan risti besar.

”Makanya untuk ibu risti itu selalu dipantau, komunikasinya sama mereka melalui buku KIA. Setiap periksa harus ditulis disitu. Biasanya kalau ibu risti bukunya diberi stempel merah. Selain itu harus melahirkan di rumah sakit (RS), tidak boleh di faskes tingkat satu,” jelasnya.

Setelah adanya kasus kematian ibu melahirkan saat ini, ia mengaku proses persalinan selama pandemi memang perlu pengawasan secara ketat. Lantaran, ibu yang hamil pun juga harus menjalani tes rapid sebelum melahirkan.

Tes rapid sendiri juga harus dilakukan dua kali untuk antisipasi penyebaran virus korona yang lebih meluas. ”Jadi harus ada kesadaran ibu hamil untuk waspada kalau usia kehamilan sudah masuk umur 37 atau 38 minggu. Dan untuk nakes, harus berupaya menjaring mereka yang memiliki risti dan positif Covid-19,” sambungnya.

Selain itu, Dinkes kini sedang meningkatkan sistem rujukan yang baik dengan berbagai rumah sakit di Mojokerto. Agar akses untuk ibu hamil nantinya akan lebih mudah untuk melahirkan. Dwy

Berita Terbaru

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

SurabayaPagi, Pacitan – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melalui Unit P…

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kapolres Lamongan yang baru AKBP Adhytiawarman Gautama Putra P.hD menyempatkan diri melaksanakan shalat Ashar berjamaah, bersama j…

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Kapolres Blitar AKBP Ardy Zuul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H., bertatap muka dengan awak media di Blitar Raya pagi tadi di ruang Lo…

Sidang Maidi: Terdakwa Tak Bantah Kesaksian ATM hingga Transfer Jutaan Rupiah

Sidang Maidi: Terdakwa Tak Bantah Kesaksian ATM hingga Transfer Jutaan Rupiah

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Terdakwa Maidi tidak membantah keterangan saksi Siti Ulfasyah terkait pemberian ATM serta transfer uang Rp3 juta hingga Rp10 juta p…

Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

Jumat, 07 Agu 2026 17:05 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:05 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum Kepala Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, terus bergulir. Kali Korban b…

Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan 

Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan 

Jumat, 07 Agu 2026 17:02 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:02 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo meluncurkan logo resmi Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530 yang mengusung tema “Kidung Aruna K…