Hujan Deras Rendam Desa dan Kelurahan di Pamekasan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Luapan air banjir yang melanda wilayah Palengaan, Pamekasan dan sekitarnya. SP/ BJ
Luapan air banjir yang melanda wilayah Palengaan, Pamekasan dan sekitarnya. SP/ BJ

i

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Palengaan dan sekitarnya, mengakibatkan banjir di beberapa desa/kelurahan di kabupaten Pamekasan. Luapan air banjir tersebut samppai masuk di dalam rumah warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akmalul Firdaus menyebutkan jika desa/kelurahan terdampak banjir akibat hujan deras di wilayah Palengaan dan sekitarnya, meliputi tiga desa dan tiga kelurahan. Masing-masing Desa Kodik, Palengaan Dheje, Teja Temor, serta Kelurahan Barurambat Kota, Jungcancang dan Patemon.

“Untuk titik banjir akibat intensitas hujan tersebar di beberapa desa/kelurahan di Pamekasan, di antaranya di Desa Kodik, Palengaan Dheje dan Teja Temor, serta Kelurahan Barurambat Kota, Jungcancang dan Patemon,” katanya, Senin (11/1/2021).

Dari titik tersebut, kecamatan Pamekasan (Kota) menjadi titik terdampak dan terbanyak luapan air sungai kiriman dari wilayah pantura.

“Untuk banjir di wilayah kota (Pamekasan), meliputi Desa Teja Temor, Kelurahan Barkot, Jungcancang dan Petemon,” ungkapnya.

“Titik terparah luapan banjir terdapat di Jl Ghazali dan Sinhaji, Kelurahan Juncancang, termasuk sebagian di kelurahan Patemon. Sementara dampak terparah akibat banjir kali ini di wilayah Palengaan Dhaje,” ungkapnya.

Labih lanjut dijelaskan, banjir kali ini relatif lebih kecil dibandingkan banjir sebelumnya yang mengepung hampir di seluruh kelurahan di kecamatan Pamekasan (Kota).

“Untuk wilayah perkotaan air sungai mulai meluap sekitar pukul 21:00 WIB, serta mulai surut sekitar pukul 1:00 WIB dini hari,” jelasnya.

“Alhamdulillah untuk banjir kali ini tidak ada korban jiwa, sekalipun terdapat beberapa kerugian materil yang dialami keluarga terdampak banjir. Dari itu, selalu waspada terhadap berbagai bencana alam selama musim penghujan, selain banjir juga ada longsor, angin kencang dan jenis bencana alam lainnya,” pungkasnya. Dsy14

 

Berita Terbaru

Permata Bank Ajak Nasabah Surabaya Lewat Wealth Wisdom 2026

Permata Bank Ajak Nasabah Surabaya Lewat Wealth Wisdom 2026

Kamis, 08 Okt 2026 07:32 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Di tengah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,72% pada triwulan II 2026[1], kebutuhan untuk mengelola kekayaan secara adaptif dan…

CEO Danantara Sebut Sejumlah BUMN Segera Melantai di Bursa

CEO Danantara Sebut Sejumlah BUMN Segera Melantai di Bursa

Kamis, 08 Okt 2026 07:30 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:30 WIB

SURABAYAPAGI.com - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan bahwa sejumlah badan usaha milik…

Rupiah Menguat Dipengaruhi Cadangan Devisa Indonesia yang Tetap Kuat

Rupiah Menguat Dipengaruhi Cadangan Devisa Indonesia yang Tetap Kuat

Kamis, 08 Okt 2026 07:29 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu bergerak menguat 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.887 per dolar AS…

BPN Imbau Masyarakat Tak Gunakan Perantara untuk Urus Tanah

BPN Imbau Masyarakat Tak Gunakan Perantara untuk Urus Tanah

Kamis, 08 Okt 2026 07:27 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus berkomitmen meningkatkan layanan pertanahan bagi masyarakat,…

Daop 8 Layani 9,78 Juta Pelanggan Hingga Triwulan III 2026

Daop 8 Layani 9,78 Juta Pelanggan Hingga Triwulan III 2026

Kamis, 08 Okt 2026 07:26 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:26 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya melayani sebanyak 9.789.933 pelanggan selama Januari hingga September atau triwulan III 2026,…

Angka Cerai Gugat Meroket, Alasan Dominan Efek ‘In This Economy’

Angka Cerai Gugat Meroket, Alasan Dominan Efek ‘In This Economy’

Kamis, 08 Okt 2026 07:23 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pengadilan Agama (PA) Magetan mencatat hingga September 2026, jumlah perkara yang diajukan perempuan untuk mengakhiri perkawinan di…