Penganiayaan Kapolsek Genteng Surabaya Mengaku Hanya Spontan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sidang  terdakwa Hilmy Maulana Hamid Saputra pemeriksaan saksi korban di ruang Kartika 2, PN Surabaya, Senin (11/01). SP/BUDI
Sidang terdakwa Hilmy Maulana Hamid Saputra pemeriksaan saksi korban di ruang Kartika 2, PN Surabaya, Senin (11/01). SP/BUDI

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Hilmy Maulana Hamid Saputra, terdakwa dalam kasus penganiayaan terhadap Kapolsek Genteng, Hendry Ferdinand Kennedy, mengaku hanya spontan melakukan lantaran kacamatanya terinjak .  

Hal itu terungkap saat pelajar SMK berusia 18 tahun tersebut, menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi korban di ruang Kartika 2, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (11/01).  

Karena korban tidak dapat hadir, keterangan tertulisnya kemudian dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Made Sri Astri Utami dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya. 

"Saat itu saya berada di lokasi kejadian untuk menenangkan massa demonstran yang hendak merobohkan pagar Gedung Grahadi. Namun, tiba-tiba ada yang memukuli saya. Saya dipukuli menggunakan kayu dan tangan kosong yang mengenai tangan kanan dan bagian belakang badan," kata Made saat membacakan keterangan tertulis Hendry. 

Usai mendengar keterangan Hendry, saat terdakwa dimintai tanggapannya terkait kebenarannya, terdakwa mengatakan bahwa ia melakukan pemukulan dengan tangan kosong. 

"Saya pukul dengan tangan kosong," bantah Hilmy, saat ditanya oleh Ketua Majelis Hakim Slamet Riyadi. 

Saat diperiksa, Hilmy menceritakan ia datang ke lokasi unjuk rasa penolakan pengesahan undang-undang omnibus law tersebut awalnya untuk membantu temannya berjualan air mineral. Saat itu, dia melihat seorang anak kecil berteriak di tengah kerumunan massa demonstran dan polisi. 

"Saya mendekat untuk menolong dia," katanya.

 Namun, saat mendatangi kerumunan massa, kacamata yang dipakainya terjatuh. Ketika akan mengambilnya, kacamatanya terinjak kapolsek. "Saya terus spontanitas memukul," ujarnya. 

Setelah itu dia langsung ditangkap oleh  polisi tak berseragam yakni Agus. "Saya langsung diamankan dari belakang," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Hilmi mengaku bahwa ia sangat menyesali perbuatannya. Karena penganiayaannya terhadap aparat merupakan perbuatan yang salah. Dia berjanji tidak akan mengulanginya. "Saya sangat menyesal. Tidak ada unsur kesengajaan. Hanya spontan lihat kacamata diinjak," tegasnya. 

Untuk diketahui, Hilmy awalnya datang ke depan Gedung Grahadi bersama koleganya, Ardi yang kini masih buron. Keduanya berangkat dari Bundaran Waru bergabung dengan massa demonstran lain setelah malam harinya mendengar informasi unjukrasa melalui Instagram. 

Terdakwa melihat Ridho Ryan Firmansyah dan Fathur Rohman yang juga menjadi terdakwa dalam berkas terpisah memukuli Hendry dengan bambu. Hilmy juga ikut memukuli Hendry.bd

Berita Terbaru

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui program Teman Lansia yang merupakan gerakan memberikan pendampingan kepada mereka, sehingga Pemerintah Kabupaten…

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi Warga Negara Jepang, Imbas Overstay saat Urus Pemutakhiran Izin Tinggal

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi Warga Negara Jepang, Imbas Overstay saat Urus Pemutakhiran Izin Tinggal

Jumat, 09 Okt 2026 10:59 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 10:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar mendeportasi seorang Warga Negara Jepang (WNJ) berinisial MI setelah yang bersangkutan diketahui mengalami…

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

SurabayaPagi, Situbondo — Komitmen PLN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang aman dan andal, tetapi j…

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — BPJS Kesehatan memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Pemkab Jember yang memadukan program jaminan kesehatan nasional dengan …

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluncurkan Mobil Cinta untuk mengantar pasien kurang mampu pulang secara gratis setelah…

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya- Pasar elektronik rumah tangga di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran penguatan bisnis Haier dan AQUA. Untuk mendekatkan diri dengan…