Alami Sindrom Pandemic Blues

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Marissa Nasution
Marissa Nasution

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Marissa Nasution yang kini telah dinikahi oleh pengusaha asal Jerman, Bennedict Brueggemann tahun 2017 memutuskan untuk mengikuti sang suami tinggal di Singapura.

Meski begitu, dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum juga terlihat titik terang membuat Marissa Nasution terus menunda kepulangannya ke Indonesia. Belum lama ini, Marissa mengalami suatu sindrom yang dinamai olehnya dengan pandemic blues. Pasalnya, hingga kini, baik bayinya maupun ayahnya belum pernah saling bertatap muka.

"Hari ini saya merasakan pandemic blues. Tapi tidak apa-apa. Tidak apa-apa untuk merasa sedih, marah, terkalahkan. Hal itu adalah manusiawi," ungkapnya.

Kesedihannya itu memuncak lantaran pada hari Rabu (3/3/2021) kemarin, tepat satu tahun Marissa Nasution tidak bertemu sang ayah. Bahkan ayahnya tersebut belum pernah bertemu dengan putri bungsunya, Ollie.

"Sudah setahun sejak saya bertemu dengan ayah. Ollie tidak pernah bertemu dengan ayah saya karena dia tidak pernah meninggalkan Singapura. Sudah lama kita tidak pulang ke Indonesia " terangnya.

Marissa Nasution diketahui terakhir mengunjungi Indonesia pada Januari 2020 lalu saat tengah hamil Ollie 6 bulan. Ia nekat terbang ke Tanah Air hanya berdua dengan putri sulungnya Allie.

Namun Marissa Nasution tetap bersyukur lantaran keluarga kecilnya masih terus diberi kesehatan hingga saat ini. Ia hanya ingin mengungkapkan kesedihannya kemarin. Menurutnya, tidak masalah bila ia harus bersedih karena situasi pandemi saat ini tapi tidak untuk berlarut-larut dalam kesedihan.

Pandemic blue sendiri merupakan Istilah dari corona blues, dimana pertama kali populer di Korea Selatan. Istilah ini digunakan pemerintah Korea Selatan untuk menjelaskan masalah mental yang muncul akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, masalah mental ini mengandung unsur depresi, kelelahan, keputusasaan dan perasaan bahwa bekerja itu tidak menyenangkan tetapi tidak dapat dihindari. Menurut psikolog Vaile Wright dari American Psychological Association, gejala blues ini dapat muncul dan pergi. dsy/er

 

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…