2.292 Butir Obat Aborsi Dijual Bebas di Online

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para tersangka dan barang bukti pil yang diyakini dapat mengaborsi kandungan, dibekuk oleh Polres Mojokerto. SP/dwy
Para tersangka dan barang bukti pil yang diyakini dapat mengaborsi kandungan, dibekuk oleh Polres Mojokerto. SP/dwy

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Kini patut diwaspadai. Pasalnya, di platform market place, mulai dijual secara bebas obat-obatan sebagai penggugur kandungan alias aborsi. Tak heran, praktik aborsi di Indonesia cukup tinggi. Di Jawa Timur, Polres Mojokerto, berhasil membongkar perdagangan obat aborsi sebanyak 2.292 butir pil aborsi yang hendak diperdagangkan. Hasilnya, 8 orang diamankan polisi.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan sindikat perdagangan obat penggugur kandungan lintas provinsi ini terungkap berawal dari pengembangan kasus pasangan yang menggugurkan janinnya beberapa waktu lalu.

Dalam kasus tersebut Nungki Merinda Sari (25) warga Kediri yang kos di Mojokerto menggugurkan kandungannya menggunakan pil Cytotec yang dibelinya secara online.

Dalam penuturannya, Nungki membeli obat aborsi dari Zulmi Auliya, warga Tangerang Banten. Mereka berkenalan melalui Facebook. Dari Zulmi pula dia mendapatkan cara menggunakan obat penggugur kandungan tersebut.

"NM (Nungki) mengaku membeli secara online, komunikasi menggunakan akun Facebook dengan Zulmi warga Tangerang," kata Dony saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Senin (8/3/2021).

Berkat pengakuan Nungki, Polres Mojokerto berhasil menggulung sindikat perdagangan obat aborsi lintas provinsi itu dan mengamankan 8 tersangka.

Kedelapan tersangka itu diantaranya Nungki Merinda Sari (25) warga Pare Kabupaten Kediri, Zulmi Auliyah (33) warga Tangerang-Banten, Muhammad Ardian (20) dan Rohman (39) warga Matraman - Jakarta, dan Etik Herlinawati warga Pare - Kediri.

Kemudian M. Zainul Mustofa (29) warga Pungging - Mojokerto, Ernawati (50) warga Duren Sawit - Jakarta Timur, Jong Fuk Lion warga  Kelapa Gading - Jakarta Utara. Sedangkan satu tersangka yang DPO atas nama Dianus Pionam. “Mereka ini sindikat pengedar obat aborsi untuk wilayah Jawa, Sumatera dan Kalimantan,” ujarnya.

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti diantaranya 19 boks obat berisi 2.292 butir pil Cytotec, 1 boks obat merk Zelona, 1 boks merk Histico dan 1 boks merk Faridexon Forte, 2 boks Calcium Gluconate, 9 ponsel, buku rekening tabungan, kartu ATM, serta mobil Porsche Cayenne nopol B 163 UJH.

"Dalam pemeriksaan terungkap bahwa jaringan ini sudah 10 kali menjual obat-obatan tersebut ke luar wilayah Jawa Timur, mulai dari Jawa Tengah dan Sumatera," jelas Dony.

Untuk obat-obatan itu mereka impor dari Australia," tambahnya.

Mereka disangka dengan pasal 197 juncto pasal 106 ayat (1) juncto pasal 194 juncto pasal 75 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan subsider pasal 77A ayat (1) juncto pasal 45A UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 sampai 15 tahun penjara.

Saat ini polisi tengah memburu DP, importir Cytotec dari Australia yang sudah ditetapkan DPO.

Sementara itu, tersangka Zulmi mengaku meraup keuntungan Rp 1 juta dari satu paket obat aborsi yang dia jual Rp 1,5 juta ke pengguna.

"Saya tawarkan di Facebook karena di Facebook banyak yang mencari obat tersebut," cetusnya.

Dia mengaku tidak mempunyai latarbelakang ilmu kesehatan. Cara penggunaan Cytotec untuk menggugurkan kandungan dia dapatkan dari internet. dwy/cr2/ham

Berita Terbaru

HUT RI ke 81, Sebanyak 419 Narapidana Lapas Lamongan Terima Remisi Umum

HUT RI ke 81, Sebanyak 419 Narapidana Lapas Lamongan Terima Remisi Umum

Senin, 17 Agu 2026 11:59 WIB

Senin, 17 Agu 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sebanyak 419 Narapidana yang mendekam di sel tahanan Lapas kelas IIB, menerima pengurangan hukuman (Remisi), dalam rangka perayaan…

Bakal Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat, Pemkab Madiun Perkuat Peran KDKMP

Bakal Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat, Pemkab Madiun Perkuat Peran KDKMP

Senin, 17 Agu 2026 11:39 WIB

Senin, 17 Agu 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai penggerak ekonomi di wilayah desa dan kelurahan setempat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, terus memperkuat peran…

DD Dipangkas 58 Persen, Kades Kedinding Manfaatkan BK untuk Bangun Infrastruktur

DD Dipangkas 58 Persen, Kades Kedinding Manfaatkan BK untuk Bangun Infrastruktur

Senin, 17 Agu 2026 11:36 WIB

Senin, 17 Agu 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kendati anggaran pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dikhawatirkan terganggu karena adanya pemangkasan…

Angka Stunting Masih Tinggi, Pemkab Bangkalan Canangkan Program KCS

Angka Stunting Masih Tinggi, Pemkab Bangkalan Canangkan Program KCS

Senin, 17 Agu 2026 11:31 WIB

Senin, 17 Agu 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Menindaklanjuti angka kasus stunting di wilayah Kabupaten Bangkalan yang masih tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat…

Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas, Pemkot Madiun Fasilitasi Pelatihan Digital Lewat POS

Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas, Pemkot Madiun Fasilitasi Pelatihan Digital Lewat POS

Senin, 17 Agu 2026 11:00 WIB

Senin, 17 Agu 2026 11:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun untuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) wilayah setempat…

Lewat ‘Wadul Gus'e, Pemkab Jember Tutup Outlet Minuman Keras Tak Berizin

Lewat ‘Wadul Gus'e, Pemkab Jember Tutup Outlet Minuman Keras Tak Berizin

Senin, 17 Agu 2026 10:52 WIB

Senin, 17 Agu 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melalui kanal Wadul Gus'e, Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Jember mendapat pengaduan masyarakat dan akhirnya menutup outlet minuman …