Berbisnis Batik dengan Puluhan Motif Beromzet Puluhan Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Susiyati yang merupakan pemilik rumah produksi Gondho Arum. SP/ BYW
Susiyati yang merupakan pemilik rumah produksi Gondho Arum. SP/ BYW

i

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Susiyati yang merupakan pemilik rumah produksi Gondho Arum memiliki puluhan motif batik dengan memadukan tujuh sampai sembilan warna dalam satu motif kain batik. Semakin banyak layer warna dibuat, maka proses produksinya akan memakan waktu lebih lama.

"Yang paling banyak warna itu, jenis semi tulis. Itu ada 7 sampai 9 warna. Kalau yang jenis tulis sampai setengah bulan, kalau sembilan warna. Kalau yang colet (cetak) seminggu jadi," ujar Susi, Dikutip Jumat (26/3/2021)

Mengenai pewarnaan, di rumah produksi Gondho Arum ada yang menggunakan pewarna alam dan sintetis. Proses produksi batik dengan pewarna alam, membutuhkan waktu lama. Terutama proses membuat pewarna alam dari daun dan pepohonan, sampai produksi. Hal ini membuat batik dengan pewarna alam, mencapai harga paling tinggi.

"Harganya stam (cap) antara Rp 75 sampai Rp 100. Kalau yang semi tulis Rp 100 ke atas. Kalau yang tulis Rp 450, ada lima ratus, enam ratus. Kalau pewarna alam sampai satu juta," ujarnya.

Sedangkan mengenai motif, saat ini Susi sudah membuat puluhan dari hasil ide kreatifnya sendiri. Dia mengatakan, memang suka membuat eksperimen bentuk lain dari motif baku yang sudah umum. Ada yang dimodifikasi dengan ide kreasinya sendiri.

"Yang enggak ikut pakem itu motif gandrung, liris manis, jolo, kawung bungkul juga gak ada pakemnya. Saya pasti kombinasikan kan batiknya. Khas kan gajah oling, kangkung stingkes, kalau saya, bentuknya dimodifikasi lagi. Paras gempal kan bentuknya waru, itu bentuknya saya beda. Ide dari saya sendiri," ujarnya lagi.

Rumah produksi Gondho Arum, berdiri sejak 2012, setelah Susi mendapatkan pelatihan dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi. Saat ini, dia sudah memiliki 22 pekerja yang mengaplikasikan ide-ide kreatif motif batiknya.

Dari usaha batik tersebut, Susi sudah mendapatkan omzet puluhan juta. Apalagi, momentum jelang Banyuwangi Batik Festival.

Sistem pewarnaan batik agar bisa rapi dan bercampur aduk, harus dilakukan satu per satu. Semacam layer dalam aplikasi photoshop. Setelah selesai dengan satu warna, sebelum memberi warna lain, motif batik harus ditutup terlebih dahulu menggunakan malam. Baru warna kedua bisa dipoleskan. "Kalau mau warna tiga ditutup semua dulu, baru warna ke tiga. Itu yang bikin lama," katanya.

Para Ibu-ibu yang sedang khusuk menggambar dan men-canting, terlihat tidak bisa diganggu. Dia harus fokus dengan motif yang akan diberi malam. Menariknya, canting yang digunakan sudah menggunakan pemanas energi listrik. Tidak lagi menggunakan kompor.

"Kalau pakai canting listrik enak. Panasnya stabil, gak ada asapnya. Perempuan memang bagian canting. Setelah digambar, dikasih malam," ujar Maslahah, salah satu pekerja pencanting batik.

Sementara itu, ciri khas batik Gondho Arum yang memiliki karakter motif dan pewarnaan khas, kata Susi, sudah pernah membuat Danang (salah satu penyanyi dangdut Banyuwangi) dan artis Yuni Shara pernah memesan. Dsy2

Berita Terbaru

Masifkan Gerakan Pangan Murah, Pemkot Surabaya Gandeng KKMP-Poktan

Masifkan Gerakan Pangan Murah, Pemkot Surabaya Gandeng KKMP-Poktan

Kamis, 10 Sep 2026 13:12 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna menggalakkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, menggandeng berbagai pihak mulai dari…

Perkuat SDM ASN, Pemkot Madiun Gencarkan Kelompok Belajar Bahasa Inggris

Perkuat SDM ASN, Pemkot Madiun Gencarkan Kelompok Belajar Bahasa Inggris

Kamis, 10 Sep 2026 13:05 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai upaya mendukung visi Madiun Mendunia, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN)…

Anggarkan Rp10 Miliar, Pemkab Trenggalek Segera Perbaiki Jalan Rusak Krandekan-Gandusari

Anggarkan Rp10 Miliar, Pemkab Trenggalek Segera Perbaiki Jalan Rusak Krandekan-Gandusari

Kamis, 10 Sep 2026 13:00 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya dalam memperbaiki akses transportasi dan mendukung mobilitas masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek,…

25 Personel Sisir 3 Toko, Operasi Rokok Ilegal Berakhir Nihil

25 Personel Sisir 3 Toko, Operasi Rokok Ilegal Berakhir Nihil

Kamis, 10 Sep 2026 12:55 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 12:55 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Patroli gabungan pemberantasan rokok ilegal berakhir dengan tanpa temuan. Tiga toko dan warung disisir Satpol-PP dan Bea Cukai, K…

Kasus Dugaan Korupsi Bansos Ponorogo, Kejari Beri Sinyal Bulan Ini Rampung Pasca Audit BPKP

Kasus Dugaan Korupsi Bansos Ponorogo, Kejari Beri Sinyal Bulan Ini Rampung Pasca Audit BPKP

Kamis, 10 Sep 2026 12:54 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 12:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo memastikan proses penyidikan dugaan korupsi terkait program Bantuan Sosial (Bansos) Tahun…

Jaga Kenyamanan Ruang Publik, Pemkot Surabaya Tata Ulang Kawasan Kuliner Karang Menjangan

Jaga Kenyamanan Ruang Publik, Pemkot Surabaya Tata Ulang Kawasan Kuliner Karang Menjangan

Kamis, 10 Sep 2026 11:51 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 11:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya menjaga kenyamanan aktivitas kuliner sekaligus ketertiban ruang publik, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menata…