Istri Siri Minta Uang Rp 2 M dan Tuding Telantarkan Anak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tim Kuasa Hukum Prof M. SP/ JKT
Tim Kuasa Hukum Prof M. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Era Setyowati alias Era Sierra yang merupakan model cantik sekaligus perwakilan Indonesia di Miss Landscape International di Kota Guangzhou, China, pada 2019, kini jadi trending topik usai punya anak hasil kawin siri dengan seorang profesor kelahiran Kediri. Ia pun dan janin yang dikandung tak diakui oleh suami sirinya, Profesor Muradi, komisaris salah satu BUMN.

Perlu diketahui, Prof Muradi sendiri merupakan Guru Besar Ilmu Politik & Keamanan dan Direktur Program Pasca Sarjana Ilmu Politik (Magister & Doktoral) di Universitas Padjajaran (UNPAD). Dia juga merupakan pengajar tamu di beberapa universitas dan Sekolah Staf dan Komando di Lingkungan TNI maupun Sekolah Staf dan Pimpinan di Lingkungan POLRI, Universitas Pertahanan (UNHAN) dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian-Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK-STIK).

Dilain sisi, menanggapi beredarnya kasus tersebut, Pihak Prof Muradi sendiri telah membantah pernikahan siri tersebut. Ia juga membantah memiliki anak dengan Era.

Hingga kini, permasalahan itu kian taka da ujungnya dan kini semakin memanas hingga ke jalur hukum. Pasalnya perwakilan Profesor Muradi menduga adanya tindak pidana pemerasan oleh model Era Setyowati atau Sierra, atas tuduhan penelantaran anak dan pernikahan siri.

Era Sierra Dituding Lakukan Pemerasan Uang Sebesar Rp 2 Miliar

Pengacara Profesor Muradi, Patrice Rio Capella mengungkap kalau pihaknya sempat dimintai uang sebesar Rp 1 miliar oleh Sierra. Angka tersebut kemudian meningkat meningkat Rp 2 miliar sejak menunjuk Razman Arif Nasution sebagai kuasa hukumnya.

"Adapun tuduhan-tuduhan yang cenderung difitnah dan ada upaya pemerasan. Bahwa sebelum ini mereka sudah ketemu dan meminta Rp 1 miliar. Setelah ada pengacaranya meningkat Rp 2 miliar," kata Patrice Rio Capella, Rabu (7/4/2021).

Patrice Rio Capella mengakui, memang benar Profesor Muradi dan Era Setyowati saling mengenal, namun tak pernah terjadi pernikahan. Foto dan video Muradi menemani persalinan Sierra juga tak ditampik, tapi hanya sebatas bantuan semata.

"Kedua, Prof Muradi kenal dengan Saudari ES. Melahirkan dibantu iya," ungkapnya.

Kata Patrice Rio Capella, bantuan Profesor Muradi tak bisa diartikan adanya pernikahan siri tanpa bukti yang valid.

"Bahwa itu tidak membuktikan kalau itu anaknya Prof Muradi. Kalau memang iya bahwa dibuktikan dulu apa itu anaknya Profesor Muradi. Pernikahan siri aja tidak memiliki dasar hukum yang kuat," kata Patrice.

"Pernikahan siri aja tidak memiliki dasar hukum yang kuat," imbuh Patrice.

Profesor M Dituding Telantarkan Anak

Finalis Miss Landscape 2019 perwakilan Indonesia Era Setiyowati (Sierra), yang mengaku sebagai istri siri melaporkan Profesor M. Prof M dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) karena dituding telah menelantarkan anak mereka.

Rio menjelaskan bahwa tudingan itu tidak benar. Dia memastikan bahwa Sierra dan Muradi tidak pernah menikah.

"Apa yang disampaikan semuanya tidak benar. Oleh karena itu membuat klien kami merasa terganggu, merasa tidak nyaman, merasa nama baiknya dicemarkan, kemudian merasa bahwa keluarga beliau juga terganggu dengan pemberitaan ini," tuturnya.

Rio menilai laporan dugaan menelantarkan anak kepada Muradi hanyalah sebagai upaya untuk pemerasan. Karena sebelum melaporkan ke KPI, Sierra disebut telah meminta sejumlah uang.

"Ini cenderung fitnah dan ada upaya pemerasan," imbuhnya. Dsy9

 

 

 

Berita Terbaru

Heboh! Penemuan Sarang Tawon Mematikan ‘Vespa’ Berukuran 1,5 Meter di Trenggalek

Heboh! Penemuan Sarang Tawon Mematikan ‘Vespa’ Berukuran 1,5 Meter di Trenggalek

Rabu, 08 Apr 2026 14:14 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Baru-baru ini, warga di Dusun Soho, Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Trenggalek menemukan sarang tawon mematikan berjenis ‘Vespa’ y…

Diduga Usai Santap Menu Sayur Berlendir MBG, Siswa SDN Mojokendil Nganjuk Keracunan

Diduga Usai Santap Menu Sayur Berlendir MBG, Siswa SDN Mojokendil Nganjuk Keracunan

Rabu, 08 Apr 2026 14:07 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 14:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Kasus terkait keracunan akibat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, tiga siswa di SDN Mojokendil,…

Satlantas Polres Gresik Sabet Penghargaan Teraktif 2 dari Polda Jatim

Satlantas Polres Gresik Sabet Penghargaan Teraktif 2 dari Polda Jatim

Rabu, 08 Apr 2026 13:59 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 13:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Berkat kinerja yang aktif dan k…

Borong 11 PROPER Emas KLH 2025, Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership

Borong 11 PROPER Emas KLH 2025, Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership

Rabu, 08 Apr 2026 13:20 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 13:20 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam a…

Kontraktor Tak Sepakati Nilai Ganti Rugi Hasil Audit BPKP, Rehabilitasi Alun-alun Kota Kediri Tertunda

Kontraktor Tak Sepakati Nilai Ganti Rugi Hasil Audit BPKP, Rehabilitasi Alun-alun Kota Kediri Tertunda

Rabu, 08 Apr 2026 13:08 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 13:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Kelanjutan proyek rehabilitasi Alun-Alun di Kota Kediri masih terkendala perbedaan nilai ganti rugi pembayaran antara pemerintah dan…

Dinilai Tak Adil! Sosialisasi Parkir Digital Berakhir Ricuh, Jukir Minta Bagi Hasil 70 Persen dan Pemkot 30 Persen

Dinilai Tak Adil! Sosialisasi Parkir Digital Berakhir Ricuh, Jukir Minta Bagi Hasil 70 Persen dan Pemkot 30 Persen

Rabu, 08 Apr 2026 13:03 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 13:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi akan menetapkan parkir digital dengan menggelar sosialisasi kepada juru parkir…