PTM di Surabaya, Dewan Minta Lakukan Pengawasan Ketat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekolah tatap muka di SMPN 1 Surabaya. SP/Humas Pemkot Surabaya
Sekolah tatap muka di SMPN 1 Surabaya. SP/Humas Pemkot Surabaya

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Tahun ajaran baru akan segera dimulai yakni Juni 2021, oleh karena itu Dinas Pendidikan Surabaya diminta melakukan pengawasan secara ketat terhadap para siswa saat  pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka diberlakukan. Hal ini diminta oleh Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah.

Ia mengatakan, pihaknya mendorong dinas pendidikan segera melaksanakan sekolah tatap muka protokol kesehatan yang ketat. "Untuk itu, semua guru pengajar perlu dilakukan vaksinasi COVID-19 sebelum pendidikan tatap muka benar-benar mau diterapkan," katanya di Surabaya, Selasa (13/4).

Tidak hanya itu, pihak sekolah juga harus benar-benar memperhatikan role model yang sudah diatur Dinas Pendidikan Surabaya.

Ia mencontohkan diterapkan jam masuk pendidikan secara bergantian yakni pada hari ini yang masuk sekolah tatap muka kelas  1, 3 dan kelas 5, sedangkan kelas 2, 4 dan 6 libur. Begitu juga dengan besok harinya kelas 2, 4 serta kelas 6 masuk, sedangkan kelas 1, 3 dan 5 libur.

Laila berharap jangan sampai dibukannya sekolah tatap muka nantinya menimbulkan klaster sekolah. "Saran saya agar prokes di sekolah harus dijalankan dengan ketat. Apalagi ini namanya anak-anak, pasti mereka belum mengerti sekali akan bahaya virus corona ini," kata dia.

Menurut dia, ketersedian sarana untuk cuci tangan dan masker harus juga tersedia di sekolah. Selain itu juga pengawasan yang dilakukan pihak sekolah harus benar-benar diterapkan.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya sekaligus Wakil Ketua Pansus LKPJ Walikota Surabaya Tahun Anggaran 2020 Luthfiyah mengatakan agar anak–anak yang nantinya masuk sekolah tatap muka, tidak hanya ditekankan protokol kesehatan saja, tetapi juga pengawasan secara ketat.

"Mulai sekarang harus merancang secepatnya karena anak-anak sekolah yang masih kecil belum mengerti apa itu protokol kesehatan," katanya.

Menurut dia, meskipun anak-anak mulai dibiasakan memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, namun, kalau ketemu dengan temannya bisa lupa akan kebiasaan itu. Bahkan anak-anak rangkul-rangkulan, main sepak bola sepak bola bareng  atau yang lainnya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya berpesan perlu ada pengawasan baik di dalam maupun di luar sekolah, seperti kalau di dalam kelas ada gurunya, tetapi pada saat istirahat sekolah otomatis tidak ada pengawasan.

"Saat istrirahat sekolah itu harus ada pengawasan jangan sampai tidak ada, itu pesan saya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Soepomo menyampaikan kesiapannya menghadapi penerapan sekolah tatap muka di Surabaya. Bahkan ia  mengaku, jika sudah melakukan arahan dan koordinasi dengan Dipendik Jatim maupun Kemendikbud.

"Kami sudah siap dengan penerapan sekolah tatap muka. Namun, semua itu juga tergantung dari persetujuan dari wali murid," ujarnya.

Menurut dia, perlu adanya pernyataan dari orang tua siswa terkait sekolah tatap muka. "Kalau mereka keberatan bisa minta sekolah dengan sistem daring dari rumah," ujarnya.

Soepomo mengatakan ada sekitar 5 ribu dari 7 ribu tenaga pengajar di Surabaya telah menjalani vaksinasi COVID-19. Selebihnya akan dituntaskan vaksinasinya hingga akhir bulan April ini.tr/cr2/na

Berita Terbaru

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengacak-acak Kota Madiun, Rabu (7/10/2026). Kali ini, tim antirasuah mend…

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tak main-main terhadap pelaku usaha yang merusak lingkungan. Usaha kuliner di kawasan Kejuron…

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Semangat Hari Kesaktian Pancasila diwujudkan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui aksi nyata menjaga k…

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pawon Jenggolo kembali mencuri perhatian para pencinta kuliner lewat penawaran menu andalan di Lime Restaurant Favehotel Sidoarjo m…

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - AK 69 penjual Sate di warungnya, berteriak kesakitan karena terkena tusukan Sajam pada leher kiri dan kepalanya, teriak an Kakek di…

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pameran pernikahan terbesar dan terlengkap, yang dititel Serba-Serbi Manten Expo Nusantara 2026, sangat memukau dan menyita p…