Bertaruh Nyawa, Eksis Berbisnis Empedu Kobra untuk Obat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Muhammad Arifin dengan empedu kobra kering di tangannya. SP/ MJK
Muhammad Arifin dengan empedu kobra kering di tangannya. SP/ MJK

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Ular kobra terkenal dengan bisanya yang beracun. Namun berbeda dengan Muhammad Arifin. Baginya, ular berbisa itu justru bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Empedu ular itu diyakini bisa dijadikan obat berbagai penyakit.

Menurutnya, khasiat empedu dan darah ular itu diyakini bisa mengobati berbagai penyakit. Di antaranya penyakit rematik, liver, ginjal, kencing manis, jantung lemah, asma, lemah syahwat, dan masih banyak khasiat lainnya.

Sebagian empedu kobra yang dijual diperoleh dari hasil tangkapan sendiri bersama tiga teman kerjanya yang sudah memiliki keahlian khusus. Sebab, untuk menangkap ular diperlukan cara yang tepat agar tidak sampai digigit.

Setelah ular itu berhasil ditangkap, kemudian empedu dan darahnya diambil untuk dijadiakan sebagai obat. Namun, empedu tersebut harus dijemur selama dua hari sebelum dijadikan obat. Sedangkan, darahnya dicampur dengan madu asli dan diaduknya hingga rata.

Kemudian empedu itu dicampur dengan hasil adukan. “Cara mengonsumsi bisa langsung dikonsumsi mentah dicampur dengan madu murni. Tapi bisa juga dikonsumsi yang kering dimasukkan ke kapsul kosong,” katanya, Senin (26/4/2021).

Selain menangkap sendiri, dirinya juga membeli dari sejumlah pemburu di luar Mojokerto. Seperti di Jombang dan Probolinggo dengan harga Rp 10 ribu per ekor.  Sehingga, Arifin hanya meraup keuntungan 15 ribu dari hasil penjualan.

Dalam sebulan, dia mampu menjual 50 biji empedu. Jadi, hasil penjualannya selama satu bulan mencapai 1.250.000. ’’Itu masih kotor. Belum untuk membayar karyawan,’’ imbuhnya.

Selama itu, dia mengaku baru sekali digigit ular kobra. Dia pun merasakan sakit lantaran racunnya cepat menyebar ke sekujur tubuh. Dia pun mengobati sendiri dengan meminum ramuan empedu. “Awalnya saya merasa sakit. Tapi setelah minum empedu, racunnya secara pelahan mulai hilang hingga tidak terasa sakit lagi,” kata Arifin. Dsy12

Berita Terbaru

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Bupati Jember, Gus Fawait hadir dalam Pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia se-Kabupaten Jember di…

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Kegiatan Homecare di Kecamatan Jelbuk hari ini dilaksanakan oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kali ini Bupati Gus…

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM – SURABAYA ;Naik transportasi umum di Jawa Timur ke depan diarahkan tidak lagi menjadi perjalanan yang terputus-putus. DPRD Jawa Timur mulai m…

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM - SURABAYA :Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…