Minim Bahan Kremasi, Mayat Covid-19 India Dibuang ke Sungai Gangga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puluhan mayat yang terinfeksi Covid-19 mengapung di Sungai Gangga, India. SP/ IND
Puluhan mayat yang terinfeksi Covid-19 mengapung di Sungai Gangga, India. SP/ IND

i

SURABAYAPAGI.com, India - Diberitakan banyaknya puluhan mayat yang hanyut di Sungai Gangga, dianggap suci oleh umat Hindu, telah mengejutkan India. Hal tersebut dibenarkan oleh Pemerintah India yang mengakui banyaknya mayat yang mengapung di beberapa sungai di India merupakan korban pasien Covid-19.

Pejabat senior negara India, Manoj Kumar Singh mengonfirmasi surat itu kepada Reuters tetapi mengatakan otopsi pada empat hingga lima mayat di distrik Ghazipur, negara bagian, belum mengungkapkan infeksi virus.

“Mayatnya sudah membusuk, jadi saya belum yakin dalam keadaan ini bisa diketahui positif corona,” ujarnya lewat pesan singkat, Senin (17/5/2021).

Selain itu, Singh mengatakan kurangnya dana untuk bahan-bahan seperti kayu bakar untuk kremasi dan ketakutan akan penyakit itu adalah di antara kemungkinan alasan lonjakan pembuangan mayat Covid-19 di sungai.

Dia meminta pejabat tingkat desa untuk memastikan tidak ada mayat yang dibuang ke air dan mengatakan bahwa pemerintah negara bagian akan membayar masing-masing keluarga miskin 5.000 rupee (Rp 971 ribu) untuk mengkremasi atau menguburkan mayat.

Negara juga meminta polisi untuk berpatroli di sungai untuk menghentikan praktik tersebut.

Tak hanya itu, Perdana Menteri Narendra Modi juga mendesak para pejabat untuk meningkatkan sumber daya perawatan kesehatan pedesaan dan meningkatkan pengawasan ketika virus menyebar dengan cepat di daerah-daerah itu, setelah melanda kota-kota.

Uttar Pradesh, rumah bagi lebih banyak orang daripada Brasil atau Pakistan, telah terpukul parah oleh gelombang Covid-19 kedua yang dramatis di India. Pakar kesehatan mengatakan banyak kasus tidak terdeteksi di desa-desa negara bagian, rumah bagi sebagian besar penduduknya.

Dalam memo itu, Singh mengatakan kurangnya dana untuk bahan-bahan seperti kayu bakar untuk kremasi, kepercayaan agama di beberapa komunitas, dan keluarga yang menelantarkan korban karena takut penyakit adalah di antara kemungkinan alasan lonjakan pembuangan.

Dia meminta pejabat tingkat desa untuk memastikan tidak ada mayat yang dibuang ke air dan mengatakan bahwa pemerintah negara bagian akan membayar masing-masing keluarga miskin 5.000 rupee (US$ 68) untuk mengkremasi atau menguburkan mayat.

India telah secara resmi melaporkan sekitar 4.000 kematian setiap hari akibat penyakit tersebut selama hampir dua minggu, tetapi para ahli kesehatan mengatakan jumlah tersebut mungkin jauh lebih tinggi karena faktor-faktor seperti pengujian yang buruk di daerah pedesaan.

Lonjakan kematian telah menyebabkan penumpukan di krematorium di banyak tempat dan melipatgandakan biaya upacara kematian. Dsy8

Berita Terbaru

GM For A Day 2026, Ar Vino Rasakan Pengalaman Jadi GM Cilik di Hotel Santika Gresik

GM For A Day 2026, Ar Vino Rasakan Pengalaman Jadi GM Cilik di Hotel Santika Gresik

Sabtu, 25 Jul 2026 21:30 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 21:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Memperingati Hari Anak Nasional, Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026. Program edukatif i…

Sidang Maidi, Rofieq Akui Pernah Setor Rp900 Juta Diduga Sebagian Mengalir Ke APH 

Sidang Maidi, Rofieq Akui Pernah Setor Rp900 Juta Diduga Sebagian Mengalir Ke APH 

Sabtu, 25 Jul 2026 19:50 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mencecar saksi Direktur PT Rajawali Indonesia Raya, Moch Rofieq Noe…

Soal Istilah ‘Londo Ireng’, PWI se-Madura Kecam Pernyataan Presiden Prabowo dan Serukan Solidaritas Pers

Soal Istilah ‘Londo Ireng’, PWI se-Madura Kecam Pernyataan Presiden Prabowo dan Serukan Solidaritas Pers

Sabtu, 25 Jul 2026 19:29 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 19:29 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Madura menyuarakan kecaman tegas terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang…

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Gelar Pelayanan Publik Terpadu, Pastikan Keamanan Pangan Melalui Forum YASINAN

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Gelar Pelayanan Publik Terpadu, Pastikan Keamanan Pangan Melalui Forum YASINAN

Sabtu, 25 Jul 2026 16:51 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 16:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumbawa Barat - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,…

Hutan Perhutani di Bukit Angel Ponorogo Terbakar 2 Hektar, Petugas Tidak Ada

Hutan Perhutani di Bukit Angel Ponorogo Terbakar 2 Hektar, Petugas Tidak Ada

Sabtu, 25 Jul 2026 16:05 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 16:05 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Kawasan hutan produktif milik Perhutani di kawasan Bukit Angel, Desa Tulung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, mengalami k…

Elanno Arka Juara Adu Wani Wali Kota Cup 2026, Bidik Prestasi hingga Tingkat Nasional  ‎

Elanno Arka Juara Adu Wani Wali Kota Cup 2026, Bidik Prestasi hingga Tingkat Nasional ‎

Sabtu, 25 Jul 2026 15:00 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kerja keras dan latihan rutin membuahkan hasil bagi Elanno Arka Mahasura. Atlet muda binaan IBCA BFC MMA Kota Madiun itu sukses m…