Orang-orang Indonesia yang tak Paham Vaksin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dr. H. Tatang Istiawan
Dr. H. Tatang Istiawan

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Minggu lalu (16/5/2021) saya bertemu dengan seorang pensiunan Pemkab Sidoarjo. Ia baru dua minggu jalani vaksin AstraZeneca. Ia tidak tahu vaksin yang masuk ke tubuhnya melalui lengan kirinya diproduksi oleh Universitas Oxford, Inggris, non jauh dari Sidoarjo.

Lima hari setelah menjalani vaksin, lengannya sakit. Badannya demam. Perutnya mual-mual selama dua hari. Ia pasrah, antara hidup atau mati. Makanya, ia kebingungan dengan rencana vaksin kedua tanggal 29 Juli mendatang. Juga dengan merek AstraZeneca.

Pria berusia 64 tahun ini tidak mau tahu perbedaan antara vaksin Sinovac dengan AstraZeneca.

Juga tidak ingin tahu kegunaan vaksin covid-19. Baginya, vaksin ini order dari RT rumahnya. Ia ikuti karena gratis. Bila bayar, pria yang tubuhnya penuh tato ini pasti menolak di vaksin.

Banyak tetangga rumah di kawasan Bungurasih, Waru Sidoarjo, yang seusia dengannya tak mau di vaksin.

Saking banyaknya warga tak vaksin, RT rumahnya bingung, terkait kuota. Akhirnya vaksin diobral.

Warga usia muda yang tak terdaftar vaksinasi, digiring ke Puskesmas. Pertanyaan yang timbul dari warga usia tua kampung Bungurasih, benarkah vaksin yang disuntikan ke tubuhnya dapat melindungi serangan Corona? Berapa lama perlindungannya? Siapa yang memberi jaminan?

Sebab dokter dan perawat di Puskesmas yang menangani vaksinasi ke warga, mengaku hanya menjalankan tugas dari pemerintah.

Makanya termasuk dokter puskesmas tak mau dimintai jaminan keselamatan usai vaksin oleh warga Bungurasih.

Saya sarankan pensiunan ini bertanya ke dokter Puskesmas tentang manfaat vaksin covid-19?  

Pegawai eks kantor kecamatan ini memilih pasrah. Mati setelah di vaksin ia anggap takdir. Baginya, Covid-19 ini dianggapnya ada dan tidak ada. Maklum, sebagian tetangganya bilang covid-19 itu buatan manusia bukan pandemi. Makanya mereka tak percaya vaksin berguna untuk orang-orang tua.

Apalagi kini muncul kabar ada warga Jakarta usai penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca meninggal. Bahkan tetangganya yang seorang dokter memberi kabar

usai di vaksin AstraZeneca terjadi pembentukan gumpalan darah pada beberapa orang yang telah menerima vaksin tersebut.

Makanya, negara Bulgaria, menangguhkan penyuntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca pada 12 Maret.

Meski demikian, organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  menekankan bahwa tidak ada alasan untuk berhenti memberikan vaksin COVID-19 dari AstraZeneca kepada orang-orang.

Reaksi WHO ini muncul setelah beberapa negara Eropa menangguhkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca.

Mendapat kabar dari dokter tetangganya, pria ini menghubungi Puskesmas, minta namanya dicoret dari daftar suntik vaksin tahap kedua.

 

***

 

Senin (17/5/2021) siang kemarin, saya bertemu seorang wiraswasta asal Darmo Baru di sebuah kafe daerah Mayjen Sungkono Surabaya.

Pria seusia 65 tahun ini sudah mengikuti program vaksin Sinovac sampai suntikan kedua. Ia bertanya apakah mungkin seperti dirinya tertular virus corona setelah divaksinasi?

Pria ini bertanya kepada saya yang bukan dokter, karena beberapa alasan.

Pertama adalah perlindungan yang ditawarkan oleh kebanyakan vaksin tidak berlaku sampai dua atau tiga minggu setelah menerima dosis pertama.

Saya sampaikan pesan Dr Julian Tang, ahli virologi di Universitas Leicester, di Inggris, kepada BBC.

"Jika Anda terpapar virus sehari atau seminggu setelah suntikan, Anda masih rentan terhadap infeksi dan Anda dapat menularkan virus ke orang lain," jelas Dr Julian Tang. Pria itu mengangkat bahu sambil mengernyitkan dahi.

Soal efek samping vaksin Sinovac dan AstraZeneca di Indonesia, saya teringat  sosok Dr Ugur Sahin, warga Jerman keturunan Turki. Ia  dijuluki penemu vaksin keturunan Turki. Ia bersama dengan istrinya Oezlem Tuereci, adalah penemu pertama vaksin covid-19 di dunia.  Kini ia ikut memiliki BioNTech yang sekarang bernilai USD24 miliar.

Menurut surat kabar Jerman Welt am Sonntag, berkat BioNtech mereka berdua kini berada di antara 100 orang terkaya di Jerman. Sahin mendirikan BioNTech pada 2008, dengan dukungan dari miliarder Jerman bersaudara Thomas dan Andreas Struengmann.

Siapa Sahin? Pria yang kini berusia 55 tahun adalah putra seorang imigran Muslim Turki yang bekerja di pabrik Ford di Cologne, Jerman.

Sahin telah mengerjakan teknologi mRNA bersama istrinya Tureci selama lebih dari 25 tahun. Pasangan ini menjual perusahaan pertama mereka, Ganymed Pharmaceuticals AG seharga 1,66 miliar dolar pada 2016.

Kemudian mereka memulai BioNTech yang nilai pasarnya di NASDAQ telah melonjak menjadi 21 miliar dolar dari 4,6 miliar dolar tahun sebelumnya.

Setelah BioNTech bekerja sama dengan Pfizer untuk mengembangkan vaksin flu baru. Ini terjadi ketika Covid-19 muncul di China. Saat epidemi berkecamuk di China, menjadikannya tempat yang baik untuk mengadakan uji coba vaksin. Sahin membuat kesepakatan dengan Shanghai Fosun Pharmaceutical Co, Ltd. untuk menguji kandidat di sana.

China segera kehilangan daya tariknya sebagai tempat pengujian vaksin potensial karena kemajuan negara dalam menangani virus. Hal itu mendorong  Sahin ke Dr Kathrin Jansen, Kepala Penelitian Vaksin Pfizer, untuk menyarankan kemitraan baru dalam menguji vaksin Covid-19 di Amerika Serikat.

Saat itu Jansen tidak ragu-ragu.  Sahin menawarkan untuk membagi sisa biaya pengembangan serta keuntungan di tengah. Dan Jansen menerimanya. Lalu  kedua perusahaan mulai mengerjakan proyek bahkan sebelum menandatangani kontrak. Pfizer mengatakan, Jansen pada prinsipnya setuju untuk bekerja dengan BioNTech.

Warga Indonesia termasuk sasaran produk vaksin dari luar negeri. Peluang mengembangkan vaksin dalam negeri tertutup,  karena semangat kolaborasi yang diajukan Sahin tidak ditanggapi baik oleh pemilik modal di Indonesia. Bahkan melalui BPOM, otoritas Indonesia menghentikan penelitian vaksin personal berbasis sel dendritik (dendritic cell) dengan nama vaksin Nusantara.

Bangsa Indonesia yang pintar-pintar tampaknya masih tidak bisa menangkap peluang bisnis vaksin seperti orang Jerman dan Amerika Serikat.

Bisnis vaksin tidak bisa sendirian. Vaksin adalah produk kemanusiaan yang membutuhkan semangat berkolaborasi, bukan kesendirian. Sayang. ([email protected])

Berita Terbaru

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…