Redam Isu Santet di Tulungagung, Kirim Tiga Dokter Hewan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ditemukan berbagai benda di dalam perut hewan yang mati di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung
Ditemukan berbagai benda di dalam perut hewan yang mati di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung

i

SURABAYAPAGI, Tulungagung – Kematian tak wajar 8 sapi dan satu kambing membuat warga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung yakin adanya santet karena ditemukan berbagai benda di dalam perut hewan yang mati.

Atas merebaknya isu santet tersebut , Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak  dan Keswan) Kabupaten Tulungagung telah menurunkan tim ke desa tersebut. Tim dengan tiga dokter hewan ini untuk menginvestigasi kematian beruntun 8 sapi dan satu kambing.

Menurut Kabid Kesehatan Hewan Disnak dan Keswan Tulungagung, drh Eva Tutus Sumaryani, hewan-hewan yang mati mempunyai berbagai gejala klinis. Hal ini mengindikasikan, kematian hewan ini disebabkan berbagai hal.“ Bukan satu gejala klinis yang sama. Jadi kemungkinan ada bermacam-macam penyakit,” terang Tutus.

Diakui Tutus, tidak banyak barang bukti yang ditemukan saat melakukan investigasi.Namun ada benda yang sebelumnya ditemukan di dalam perut kambing. Benda keras itu ternyata untaian kain panjang yang ditelan oleh kambing. “Mengeras di perut, memang tidak mati mendadak. Efeknya baru beberapa hari,” sambung Tutus.

Selama investigasi tim Disnak dan Keswan tidak menemukan benda-benda asing yang dikeluhkan warga. Seperti potongan besi, batu, maupun benda lain yang menyebabkan kematian. Sementara untuk temuan pasir atau kerikil, masih dianggap wajar karena bisa saja tertelan bersama pakan. “Penjelasan pemiliknya, terjadi gangguan pencernakan. Ada pula yang karena plasentanya tidak bisa keluar, sehingga terjadi infeksi,” papar Tutus.

Tutus menghimbau kepada peternak agar lekas mencari pertolongan tenaga kesehatan hewan, jika ternaknya sakit. Menurutnya, kematian hewan-hewan ini disebabkan karena tidak lekas dilaporkan sehingga tidak segera mendapat pertolongan.

Sebelumnya delapan sapi dan satu kambing mati beruntun di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo dalam bulan Mei ini. Isu jengges atau santet merebak, karena warga menemukan berbagai benda asing di perut hewan yang mati. Pemerintah desa setempat bahkan harus meredam warga, agar tidak ada kecurigaan dan saling tuding di antara warga.tn/na

Berita Terbaru

Ekspresikan Potensi dan Lestarikan Budaya dengan Gelar Lomba Desian Batik

Ekspresikan Potensi dan Lestarikan Budaya dengan Gelar Lomba Desian Batik

Selasa, 06 Okt 2026 17:19 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamongan terus mendorong kreativitas generasi muda dan masyarakat dalam…

Tarik Minat Milenial Muda untuk Jaga Keberlangsungan Pertanian

Tarik Minat Milenial Muda untuk Jaga Keberlangsungan Pertanian

Selasa, 06 Okt 2026 17:17 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 17:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Seiring dengan kemampuan swasembada pangan serta etos kerja petani yang luar biasa dimiliki Kabupaten Lamongan, Bupati Yuhronur…

Terinspirasi Kampung Malaka Jaya, Ketua Komisi A Dorong Ketahanan Pangan dari Kampung

Terinspirasi Kampung Malaka Jaya, Ketua Komisi A Dorong Ketahanan Pangan dari Kampung

Selasa, 06 Okt 2026 15:37 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam upaya membangun ekosistem ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko…

Ledakan di Pakuwon City Surabaya, 41 Bangunan Rusak Parah hingga 5 Orang Luka

Ledakan di Pakuwon City Surabaya, 41 Bangunan Rusak Parah hingga 5 Orang Luka

Selasa, 06 Okt 2026 15:23 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ledakan keras di RM Nasi Tempong Sri Dewi di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, yang terjadi pada Selasa (6/10) sekitar…

Pastikan Pembelajaran Efektif, Pemkab Madiun Terus Evaluasi Sekolah Rakyat

Pastikan Pembelajaran Efektif, Pemkab Madiun Terus Evaluasi Sekolah Rakyat

Selasa, 06 Okt 2026 15:13 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna memastikan proses belajar dan mengajar berjalan tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Per 2026, Pemkab Catat Serapan Pembelian Tembakau di Pamekasan Capai 42.575 Ton

Per 2026, Pemkab Catat Serapan Pembelian Tembakau di Pamekasan Capai 42.575 Ton

Selasa, 06 Okt 2026 15:07 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 15:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, mencatat serapan pembelian tembakau petani oleh pabrikan pada musim tanam tembakau 2026…