Pandemi Bukan Momok Bagi Dunia Pariwisata

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Agoes Tinus Lis Indrianto, Wakil Ketua bidang Litbang dan IT Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur. SP/ Lady Yuvinda
Agoes Tinus Lis Indrianto, Wakil Ketua bidang Litbang dan IT Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur. SP/ Lady Yuvinda

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Banyak yang mengkhawatirkan eksistensi sektor pariwisata di kala pandemi. Namun, tidak demikian dengan Agoes Tinus Lis Indrianto yang merupakan Wakil Ketua bidang Litbang dan IT Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur.

Pria yang sekaligus Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra tersebut dengan lantang menyatakan bahwa sektor pariwisata tidak akan pernah tenggelam, termasuk oleh pandemi.

"Pariwisata itu dinamis. Memang, ada kalanya sektor pariwisata mengalami kemerosotan. Tapi itu hanya sementara. Setelah itu saya yakin sektor pariwisata dapat melonjak kembali. Kenapa saya berani bilang seperti ini, ya karena sejarah dunia. Sejarah yang membuktikan bahwa pariwisata tidak pernah mati," tuturnya kepada Surabaya Pagi, Selasa (1/6/2021)

Lebih lanjut, Agoes Tinus menjelaskan bagaimana keadaan pariwisata di Indonesia saat terjadi bom di Bali pada tahun 2002 silam.

"Kalau kita kembali ke belakang, itu pernah ada bom Bali tahun 2002. Pariwisata merosot semua porak poranda. Banyak kajian yang memprediksi bahwa pariwisata akan kembali membaik usai sepuluh tahun kedepan. Tapi kenyataannya apa, tidak sampai sepuluh tahun semua sudah kembali normal. Pariwisata membuktikan bahwa dirinya tidak akan mati sebegitu lama," jelasnya.

Pencetus slogan Sparkling Surabaya itu menjelaskan, tidak akan ada yang bisa menghentikan hasrat berpariwisata. Hal ini sebenarnya bisa menjadi kabar baik bagi negara dengan populasi padat penduduk, termasuk Indonesia karena masih dapat mengandalkan wisatawan lokal.

Adapun yang harus menutup usahanya saat pandemi dimungkinkan oleh dua alasan. Pertama, mereka yang memang sudah bermasalah sebelum pandemi. Kedua, mereka yang gagal beradaptasi.

Dalam kesempatan yang sama Agoes Tinus juga mengakui bahwa pandemi menuntut pelaku pariwisata, termasuk hotel dan kuliner, untuk bisa beradaptasi. Artinya, diperlukan inovasi dan efisiensi untuk bisa mempertahankan sebuah bisnis di masa sulit seperti ini.

"Pelaku usaha seharusnya memperhatikan empat hal yaitu clean, health, safety, dan evinronment accessibility. Mereka harus bisa membuat pengunjung menjadi nyaman dan aman. Bagaimana mereka menciptakan efisiensi, tidak hanya mengurangi karyawan ya. Bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan sosial media. Bagi yang tidak beradaptasi, ya suffering," ujarnya.

Terakhir, Agoes Tinus menegaskan bahwa pandemi tidak serta merta menjadi momok bagi dunia pariwisata. Sebaliknya, pandemi adalah ajang bagi pelaku usaha untuk meciptakan terobosan baru dengan berprinsip pada keamanan dan keselamatan.

"Bukan. Pandemi bukan momok. Seharusnya ini jadi alat refleksi untuk menciptakan efisiensi dan strategi baru. Manusia kan harus berusaha, berpikir. Mereka yang mau berusaha keras, masih banyak jalan. Mereka yang mau berusaha keras jumlahnya lebih banyak," pungkasnya. La

Berita Terbaru

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Jasa Raharja mencatat tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, baru mencapai 49,25 persen hingga September 2026, dari total 116…

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Tekanan tersebut antara…

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG…

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberi peringatan keras kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)…

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Prarekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, diwarnai momen emosional saat…

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dipastikan bakal hadir di sidang perkara fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah…