Pembahasan Tentang Tata Niaga Tembakau Belum Ada Kejelasan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD Kab. Sumenep, Ach. Juhari, S. Ag. SP/Istimewa
Anggota DPRD Kab. Sumenep, Ach. Juhari, S. Ag. SP/Istimewa

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Anggota DPRD kabupaten Sumenep, Juhari mengatakan bahwa “Musim kemarau para petani biasanya membibit tembakau, sekalipun tembakau tersebut dibeli murah oleh gudang dan petani mengalami kerugian akibat ketidaksesuaian harga yang dikeluarkan dari gudang tembakau padahal cuaca dan kondisi tembakau para petani tergolong sangat bagus.” Katanya kepada Surabaya pagi, kemarin (6/6).

Menurutnya, kestabilan dan kesejahteraan para petani tembakau tentu saat ini menjadi atensi bagi para pemegang kebijakan yang dalam hal ini Perda Tata Niaga Tembakau dan  tidak menguntungkan para petani tembakau. “Di dalam Perda tersebut tidak mengatur tentang patokan harga tembakau yang dilakukan oleh pihak gudang,” tegasnya.

Dikatakan bahwa Pemerintah Daerah harus merumuskan kembali Perda yang telah diterapkan agar dapat melindungi hasil produksi pertanian tembakau masyarakat Sumenep. “Sebab, Perda yang ada tidak berimbang bahkan terkesan hasil produksi petani tembakau di Sumenep tak berkualitas padahal kalo kita pahami dari kondisi cuaca sangat bagus dan sangat mendukung untuk menciptakan tembakau-tembakau para petani berkualitas,” ungkapnya.

Juhari mengatakan agar mendapatkan kesepakatan antara kebijakan antara pemerintah dan masyarakat tani perlu adanya kerjasama atau duduk bareng mengadakan rapat koordinasi bersama eksekutif, legislatif, dan Asosiasi Petani Tembakau serta dari pihak gudang.

"Pihak gudang harus ada didalamnya agar dapat menghasilkan keselarasan harga yang sesuai dengan kesepakatan bersama yang nantinya sama-sama tidak ada yang dirugikan,” tegasnya.

Selama pembahasan tentang Tata Niaga Tembakau belum ada kejelasan. “Para petani tembakau di Sumenep akan terus merugi dan bahkan banyak menanggung beban hutang, sebab yang saya tahu para petani menengah/kecil tembakau di Sumenep sebelum menanam tembakau mayoritas para petani mencari pinjaman uang untuk dijadikan modal bertani,” kilahnya

"DPRD kala itu memaksa patokan harga harus jelas dan bertingkat/variasi sesuai dengan kualitas tembakau itu sendiri dari KW1,KW2 dan KW3 harus ada patokan harga jelas yang tertera dalam Perda," pungkasnya. AR

 

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…