PDIP Jatim Ngaku Tak Pasang Baliho 'Mbak Puan'. Lalu Siapa ?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Baliho bergambar Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Jalan Menur, Surabaya.SP/DOK SUROKIM ABDUSSALAM.
Baliho bergambar Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Jalan Menur, Surabaya.SP/DOK SUROKIM ABDUSSALAM.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Sejumlah billboard atau baliho menampilkan Puan Maharani terlihat mulai menghias di sejumlah wilayah Jawa Timur terutama di Kota Surabaya sejak beberapa hari lalu.  Gambar ketua DPR RI sekaligus cucu dari Presiden pertama RI, Soekarno itu tersebar di sejumlah titik strategis.

Menanggapi baliho bertuliskan 'Mbak Puan' tersebut, Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari Bisowarno menyampaikan, baliho itu tidak dipasang oleh pihaknya.

Meski begitu, ia tak mempermasalahkan baliho yang bertebaran tersebut. "Sementara belum. Yo gak popo kan. Wong baliho kan enak dilihat orang banyak," kata Untari, Senin (14/6/2021).

"Ya kalau Ketua DPR RI kan boleh masang di mana saja. Kan beliau Ketua DPR RI, wilayahnya se-Indonesia Raya kan. Kalau ucapan selamat Idul Fitri dari Ketua DPR RI ya wajar-wajar saja kan," tambahnya.

Menurut Untari, pemasang baliho Mbak Puan tak harus dari PDIP. Sebab masyarakat juga banyak yang mengagumi putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu.

"Mbak Puan juga kan pengagumnya ya banyak, di mana-mana juga. Kalau relawan atau masyarakat yang masang kan berarti beliau dapat hatinya masyarakat," tuturnya.

Menurutnya, terlalu dini menyebut siapa capres yang akan didukung PDIP, sebab semua kewenangan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Kalau urusan Pilpres itu kami nunggu instruksi dari ketua umum. Karena beliau pemegang keputusan tertinggi soal ini," terang Untari.

"Kalau masyarakat ya silakan saja kalau mau memasang. Jadi kalau urusan Pilpres kita sudah final. Karena itu keputusan ibu ketua umum," pungkas Untari.

Sementara itu, DPP PDI Perjuangan pun juga angkat bicara mengenai baliho bertuliskan 'Mbak Puan' yang terpasang di berbagai sudut kota di Jawa Timur. Wasekjen PDIP Utut Adianto menyatakan, pemasangan baliho itu adalah hal wajar, sebab dipasang oleh simpatisan atau kader sebagai dukungan pada Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Saya rasa itu bagian dari kewajaran saja, Mbak Puan saat ini kan sedang konsentrasi sebagai Ketua DPR RI," kata Utut kepada wartawan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2024).

"Hari Sabtu kemarin Beliau ke dapilnya, ke Solo, Sukoharjo, Klaten, Boyolali. Dipusatkan di Solo. Para kepala daerahnya datang. Dia mewujudkan komitmennya memperjuangkan dapil. Kalau di Jawa Timur tentu yang pasang simpatisan atau kader," tambahnya.

Utut mengaku tidak bisa memastikan apakah pemasangan baliho itu bagian upaya Puan menuju Pilpres 2024. Ia juga tidak mau berspekulasi siapa yang akan ditunjuk Ketum Megawati untuk kontestasi di tahun 2024 itu.

Namun, ia memastikan semua kader, termasuk Puan siap menjalankan perintah Megawati. "Saya nggak bisa menduga kata hatinya. Tetapi, kalau yang saya tahu, di partai kami, ketika ditugaskan Ibu Ketua Umum, orang tidak dalam posisi menerima atau menolak, tetapi tinggal jalanin," ujarnya.

Seperti yang diketahui, Billboard berukuran jumbo bertuliskan "Mbak Puan" itu terlihat muncul di Kota Surabaya, diantaranya di jalan Pasar Kembang, Dukuh Kupang, Gunung Sari, Jemur Handayani, Karah Agung, Menur Pumpungan hingga ke jalan Kendangsari.de/lp/cr2/na

Berita Terbaru

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Walikota Madiun nonaktif, Maidi kini memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi mulai men…

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Menantu Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Suliyati Dwi Safitri, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 2…

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

SURABAYAOAGI.com, Sidoarjo - Pagi itu bak pengerajin batik yang sudah profesional para siswa siswi kelas SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo serempak menggelar…

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui jaminan sosial berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, melindungi sebanyak 15.188…

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas, dan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya menghadirkan…

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperkuat iklim investasi sekaligus memastikan modal yang masuk memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian dan…