PTM di Surabaya Terancam Ditunda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Uji coba pembelajaran tatap muka siswa di SMPN 1 Surabaya, Senin (7/12/2020). SP/ ANT//WI
Uji coba pembelajaran tatap muka siswa di SMPN 1 Surabaya, Senin (7/12/2020). SP/ ANT//WI

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dampak dari banyaknya pasien viruss corona (Covid-19) asal Bangkalan, Madura, yang dirujuk ke Surabaya, membuat kasus COVID-19 di Jawa Timur terus naik. Di Surabaya sendiri, kini ada 190 kasus aktif per Rabu (16/6) .

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bakal terjadi klaster baru di lembaga pendidikan. Padahal tahun ajaran baru di Jawa Timur, terutama di Surabaya rencananya akan menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) pada bulan Juli mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan masih dirapatkan kembali dengan dewan pendidikan. Karena, naiknya kasus Corona menjadi kekhawatiran dan pemkot akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

"Jangan sampai tatap muka mendapatkan dampak yang ga bagus. Ini harus dijaga semuanya," kata Eri kepada wartawan dalam penyekatan di Suramadu sisi Surabaya,Kemarin.

"Belum tahu (PTM), belum pasti. Karena kita lebih utama menangani COVID ini dari pada tatap muka. Kalau dampaknya lebih banyak, kan enggak (PTM)," tambahnya.

Pemkot Surabaya juga akan mengirim surat kembali kepada wali murid. Sebab, izin sudah keluar sebelum kasus COVID-19 naik, dan kebanyakan orang tua setuju.

"Tapi meskipun ada izin dari orang tua, kami akan tetap mempertimbangkan dari zonasi-zonasi. Terus nanti dari pakar epidemiologi, bisa nggak. Kalau nggak bisa, ya nggak (PTM)," jelasnya.

Baginya, yang paling utama ialah keselamatan warga. Ia tidak ingin ada penularan virus Corona saat sekolah tatap muka dibuka, tanpa ada pertimbangan yang tepat.

"Keselamatan warga lebih penting menurut saya dari pada yang lainnya," pungkasnya.sb2/na

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…