Penanganan Covid Sebesar 3,5 M, Pemkab Sumenep Harus Transparan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Faisol Sadamih Ketua Indonesia La Nyalla Center (ILC) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Faisol Sadamih Ketua Indonesia La Nyalla Center (ILC) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Ketua Indonesia La Nyalla Center (ILC) Dewan Perwakilan Daerah Kab. Sumenep (DPD) Kab. Sumenep, RB. Faisol Sadamih mengatakan, bahwa pengelolaan dana covid 19 yang katanya serba mendesak tampaknya menjadi alasan bagi sejumlah pemerintah daerah untuk ‘bermain’.

“Bagaimana tidak, di beberapa daerah bahkan terjadi gejolak dugaan penyelewengan anggaran penanggulangan pandemi covid 19 ini,” kata RB. Faisol Sadamih kepada Surabaya Pagi, Senin (21/06).

Menurut Faisol, Pemerintah Kabupaten Sumenep pada tahun 2021 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar untuk penanganan covid-19.  “Anggaran  tersebut bersumber dari Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk dikerjakan di  Delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kab. Sumenep,” tegasnya.

Kata Faisol anggaran 3,5 M. dialokasikan ke masing-masing instansi diantaranya, Dinas Kesehatan (Dinkes) sebesar Rp  15 miliar, RSUD dr. H. Moh. Anwar Rp 12,5 miliar, BPBD Rp. 256,4 Juta dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rp. 75 juta.

Bahkan sambungnya, Dari sisa anggaran refocusing Covid-19 di Kabupaten Sumenep tahun 2020 mencapai Rp. 36,08 miliar dari Rp 90,8 miliar. Sedangkan Dinas Sosial (Dinsos) Rp. 750 juta, BKPSDM Rp. 500 juta, Diskominfo Rp. 100 juta, dan Satpol PP kisaran Rp. 905 juta. Kalkulasi keseluruhan Rp. 35 miliar. 

“Nah dari berbagai anggaran tersebut sepertinya banyak dimanipulasi dan tidak jelas penggunaannya, saya akan selidiki terkait anggaran tersebut, sebab masyarakat hanya menjadi tumbal dari kegiatan proaktif pemerintah. Saya akan selidiki di masing-masing dinas terkait penggunaan anggaran dan merealisasikannya dalam bentuk nyata" jelasnya.

Faisol melihat,  adanya dugaan penerima Bansos fiktif, ketidakakuratan data, mark-up anggaran, hingga dugaan adanya japrem dari oknum pimpinan daerah kepada para pengusahaan atas nama Covid 19 namun tidak dilaporkan, padahal faktanya sudah jelas.

Dalam hal ini kata dia, “Masyarakat wajar curiga, termasuk saya karena hingga saat ini tidak ada kejelasan dari pemerintah kab. Sumenep, bahkan tidak ada minimalnya website yang dimiliki pemerintah daerah untuk memantau seberapa besar penggunaan anggaran Covid 19 itu.”

"Saya meminta agar pemerintah Kab. Sumenep lebih transparan dalam melakukan penggunaan anggaran dana covid, jadi jangan sampai ada yang ditutupi, karena ini untuk masyarakat," pungkasnya. AR

 

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Pemkot Kediri Salurkan BLT DBHCHT, Ribuan Buruh Rokok Terima Bantuan

Pemkot Kediri Salurkan BLT DBHCHT, Ribuan Buruh Rokok Terima Bantuan

Sabtu, 03 Okt 2026 08:02 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 08:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Kabar baik untuk warga Kota Kediri yang bekerja di pabrik rokok, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial mulai menyalurkan…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…