Forkot Gresik Gelar Aksi Tolak Perpanjangan PPKM Darurat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Massa forkot ditemui Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat berdemo di Pendopo Pemkab Gresik, Senin (19/7).
Massa forkot ditemui Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat berdemo di Pendopo Pemkab Gresik, Senin (19/7).

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Di Gresik, puluhan aktivis yang tergabung dalam forum kota (Forkot) menggelar aksi unjuk rasa penolakan perpanjangan PPKM Darurat di  kantor Pemkab Gresik, Senin (19/7) kemarin.

Kedatangan massa aksi ke Pendopo Pemkab Gresik ini ditemui langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. Dalam kesempatan itu massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan, yakni mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik meneruskan ke pemerintah pusat agar tidak memperpanjang PPKM Darurat yang dinilai tidak efektif.

Selain itu juga menuntut agar Pemkab Gresik membuat langkah kebijakan baru, dengan skema penanganan penyebaran Covid-19 sesuai dengan kondisi lokal kedaerahan. Sehingga dampak yang dirasakan masyarakat terutama di sektor ekonomi menengah betul-betul dipertimbangkan.

Ketua Forkot Gresik, Haris Sofwanul Faqih mengatakan, penolakan perpanjangan PPKM Darurat di Gresik ini karena sejumlah kebijakan yang dijalankan pemerintah selama PPKM Darurat banyak dikeluhkan masyarakat. “PPKM Darurat belum sangat efektif untuk mencegah persoalan penularan Covid-19, malah muncul persoalan baru yakni masalah sosial dan ekonomi. Sehingga harapan kami, Bupati Gresik yang terlahir dari spirit muda bisa memahami bahwa PPKM Darurat hari ini tidak diperlukan di Kabupaten Gresik, justru lebih efektif jika Pemkab Gresik membuat konsep kedaerahan sendiri untuk penanganan pencegahan Covid-19,” paparnya.

Bogel, sapaan akrabnya, juga menyoroti banyaknya praktik penegakan aturan PPKM Darurat di lapangan yang dinilai cenderung memojokkan rakyat kecil. Akibatnya, masyarakat kecil lah yang paling terdampak.

“Seringkali di lapangan rakyat bekerja mencari uang yang menjadi kambing hitam pelanggaran aturan, sehingga dampak PPKM Darurat ini sangat dirasakan rakyat kecil dan jelata,” tandasnya.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menuturkan, PPKM Darurat ini merupakan produk kebijakan pemerintah pusat. Adapun pemerintah daerah hanya sebagai pelaksana terus meningkatkan inovasi dan fasilitas. Tujuannya adalah memberikan bantuan sosial dengan sasaran warga Isolasi mandiri (Isoman) dan warga terdampak Covid-19.

“Kami sampaikan bahwa pemerintah tidak diam dan terus berinovasi karena PPKM Darurat ini adalah produk pusat. Untuk itu, kita dirikan posko-posko, tujuannya adalah sebagai bantalan sosial terutama bagi warga Isoman dan warga terdampak Covid-19 seperti pemilik warung, PKL dan sopir angkot dan lainnya bisa kita bantu memberikan stimulus berupa sembako dan lain sebagainya,” jelasnya.

Bupati Gus Yani juga meminta seluruh pihak agar bisa saling memahami kondisi pandemi saat ini. Karena di sektor-sektor lain juga mengalami hal serupa, namun jika seluruh persoalan disikapi dengan fikiran jernih maka akan terselesaikan dengan baik.

“Kita harus saling mengerti dalam keadaan yang sangat sulit ini, banyak saudara-saudara kita nakes (tenaga kesehatan) juga mengalami keadaan yang sama, jenuh payah berat, tetapi ketika kita bisa duduk bersama dengan fikiran jernih, kita pecahkan apa yang menjadi persoalan baik sektor ekonomi maupun sektor kesehatan atau medis,” bebernya.

Kendati demikian, Bupati tetap akan menyampaikan ke pemerintah pusat terkait tuntutan yang disampaikan para aktivis ini. Termasuk menyampaikan progres peningkatan fasilitas dan pelayanan dari hulu ke hilir selama PPKM Darurat yang diberlakukan di Kabupaten Gresik.

Berita Terbaru

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Suasana berbeda terlihat di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo, Jumat (4/9/2026). Puluhan peserta yang datang untuk m…

Dorong Transformasi Layanan Lewat AI, PLN UID Jatim Kantongi Empat Penghargaan

Dorong Transformasi Layanan Lewat AI, PLN UID Jatim Kantongi Empat Penghargaan

Jumat, 04 Sep 2026 17:56 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:56 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur meraih empat penghargaan dalam ajang Surabaya Marketing Week 2026. Capaian t…

KAI Daop 7 Madiun Tunjukkan Tren Positif, Sepanjang Agustus 2026 Stasiun Blitar Melayani 140.340 Pelanggan

KAI Daop 7 Madiun Tunjukkan Tren Positif, Sepanjang Agustus 2026 Stasiun Blitar Melayani 140.340 Pelanggan

Jumat, 04 Sep 2026 17:22 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kinerja core business PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, angkutan penumpang terus menunjukkan tren positif. Selama…

Tingkatkan Daya Saing Produk, Anggota DPR RI Dorong UMKM Surabaya Ber-SNI

Tingkatkan Daya Saing Produk, Anggota DPR RI Dorong UMKM Surabaya Ber-SNI

Jumat, 04 Sep 2026 16:12 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 16:12 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendorong percepatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) di kalangan pelaku usaha mikro, k…

Giat Jumat Berkah, Polres Blitar Hadirkan Beragam Layanan Gratis dan Dialog Kamtibmas untuk Masyarakat

Giat Jumat Berkah, Polres Blitar Hadirkan Beragam Layanan Gratis dan Dialog Kamtibmas untuk Masyarakat

Jumat, 04 Sep 2026 13:42 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 13:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar terus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah, kalini di gelar di halaman Masjid Baitu…

HUT Kejaksaan, PMII Madiun Hadiahi Sapu dan Jebakan Tikus

HUT Kejaksaan, PMII Madiun Hadiahi Sapu dan Jebakan Tikus

Jumat, 04 Sep 2026 12:07 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:07 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Bukan karangan bunga atau ucapan seremonial. Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Madiun memilih sapu dan jebakan ti…