Puluhan Pekerja Seni di Banyuwangi Gelar Aksi Damai

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puluhan pelaku dan pekerja seni budaya di Banyuwangi saat menggelar aksi damai di depan kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (5/8). 
Puluhan pelaku dan pekerja seni budaya di Banyuwangi saat menggelar aksi damai di depan kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (5/8). 

i

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Penerapan PPKM sebagai upaya pemerintah menekan kasus covid-19 di Indonesia membawa dampak yang besar bagi perekonomian. Salah satunya pelaku dan pekerja seni. Diketahui, selama penerapan PPKM, semua kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dilarang untuk diselenggarakan.

Para pelaku dan pekerja seni yang menggantungkan hidupnya dari acara hajatan otomatis tak dapat bekerja.

Menindaklanjuti hal itu,  puluhan pelaku dan pekerja seni budaya di Banyuwangi menggelar aksi damai di depan kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (5/8). Mereka menunut pemerintah memberikan solusi setelah hampir dua tahun sejak awal pendemi Covid-19, mereka tidak bisa mencari nafkah untuk menghidupi keluarga.

Ajojink Huda, salah seorang peserta aksi damai, menyatakan aksi kali ini murni didasari keresahan para pekerja seni yang tak bisa bekerja sejak adanya pandemi. "Tidak ada yang mengompor-ngompori," katanya.

"Tujuan kami seniman Banyuwangi itu satu, yaitu ingin ada sedikit pandangan dari pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengenai profesi selaku seniman yang ada di kota Banyuwangi. Keberadaan para seniman ini betul-betul bisa mengharumkan nama Banyuwangi dalam dunia seni budaya," jelasnya kepada sejumlah wartawan di TMP Wisma Raga Satria Banyuwangi Kamis (05/08/2021).

"Tujuan para pelaku dan pekerja seni ingin menemui wakil-wakil kami yang ada di pemkab maupun yang ada di DPRD Banyuwangi untuk mengetuk hati para pengambil kebijakan, paling tidak ada perjuangan dari mereka ada sedikit kompensasi yang diberikan untuk para seniman dan budayawan Banyuwangi yang jumlahnya ribuan," ujar Huda.

Menurutnya, sejak awal pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan sampai detik ini, tidak ada kompensasi yang diberikan kepada para seniman. 

"Cuman yang pertama itu kami sempat dibuatkan standar operasional prosedur (SOP) untuk menggelar pentas seni budaya. Namun hal tersebut belum bisa terealisasi di lapangan karena situasi dan kondisinya berubah," cetus Huda.

Dalam aksinya, pria yang berprofesi sebagai MC itu berharap bupati atau para pembuat kebijakan bisa menemui para pelaku dan pekerja seni budaya.

 

 

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…