Sukses Berbisnis Handicraft Tembaga Beromzet Jutaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu produk manik-maniknya dari bahan tembaga produksi Yuyun Nurmiati. SP/ TRG
Salah satu produk manik-maniknya dari bahan tembaga produksi Yuyun Nurmiati. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Selama memulai usaha, Yuyun Nurmiati berkali-kali merasa pesimistis karena produknya tidak kunjung laku di pasaran. Namun kini, omzetnya mencapai jutaan meski terdampak pandemi Covid-19. 

Usaha handicraft Yuyun cukup sukses. Dalam produksinya, misal bros, cincin, gelang, dan kalung, Yuyun dibantu dengan dua karyawan. Tiap bulan, aksesori yang dijual mulai Rp 5 ribu-Rp 100 ribu itu terjual minimal 100 unit. Omzetnya pun menyentuh Rp 2 juta per bulan.

Berawal dari ketika dirinya mengikuti pelatihan handicraft yang diadakan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek pada 2016 lalu, Yuyun tidak memiliki pengetahuan apa pun.

Dia memulai dari nol untuk mempelajari kebutuhan alat dan desain. Bahkan, warga Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, itu tidak mengetahui ke mana arah pemasaran produknya nanti.

Bagi Yuyun, tidak sulit mempelajari usaha handicraft. Hanya memerlukan tang sebagai alat yang digunakan untuk memasang manik-manik ke tembaga yang sudah memiliki desain khusus. Inspirasi model dan lain-lain itu didapatkannya dari sharing dengan sesama penghusaha dan YouTube.

Biasanya Yuyun memproduksi manik-manik pada malam hari karena pagi-sore, dia disibukkan dengan keluarga. Sehingga dia memilih waktu sekitar pukul 21.00-01.00 untuk memasang manik-manik.

Kegigihan Yuyun yang tidak mudah berputus asa dalam mengembangkan usaha walaupun di tengah muncul saat menjalani tahun pertama memulai usaha. Dia ingat, setelah bisa memproduksi handicraft sendiri, ternyata tidak langsung laku. Butuh sekitar setahun memasarkan produk ke konsumen. 

Akhirnya pun Yuyun mencoba memasarkan produk melalui orang-orang terdekat. Mulai dari tetangga yang mengadakan acara sampai memasarkan ke guru-guru sekolah. "Sekitar setahun baru mulai banyak konsumen yang tertarik. Dari situ menjadi lebih semangat ternyata produk saya diterima konsumen," kata dia.

Menurut Yuyun, unsur lain menjadi pelaku usaha adalah mengikuti tren. Unsur itu penting untuk menyikapi minat konsumen yang berangsur berubah sehingga pelaku usaha dapat menyediakan produk-produk yang terus dinikmati. "Mengikuti tren itu penting agar produk kita tidak kedaluwarsa," tuturnya. Dsy3

Berita Terbaru

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui jaminan sosial berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, melindungi sebanyak 15.188…

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas, dan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya menghadirkan…

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperkuat iklim investasi sekaligus memastikan modal yang masuk memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian dan…

Pemkot Batu Gencarkan 41 Titik Screening TBC Massal Gratis, Target Eliminasi 2030

Pemkot Batu Gencarkan 41 Titik Screening TBC Massal Gratis, Target Eliminasi 2030

Rabu, 23 Sep 2026 14:43 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 14:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Dalam rangka mengejar target eliminasi tuberkulosis (TBC) pada 2030, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus menggelar screening TBC…

Pemkot Madiun Optimalkan Bantuan Disabilitas-Lansia, Dapat Rp8 Juta per Tahun Sesuai Kebutuhan

Pemkot Madiun Optimalkan Bantuan Disabilitas-Lansia, Dapat Rp8 Juta per Tahun Sesuai Kebutuhan

Rabu, 23 Sep 2026 14:36 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 14:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun berencana mengoptimalkan penyesuaian pemanfaatan bantuan yang diberikan Rp8 juta pertahun untuk…

Harga Komoditas Cabai dan Tomat di Jombang Meroket, Dampak Cuaca Ekstrem

Harga Komoditas Cabai dan Tomat di Jombang Meroket, Dampak Cuaca Ekstrem

Rabu, 23 Sep 2026 14:27 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jombang dalam beberapa pekan terakhir, memicu kenaikan sejumlah komoditas harga cabai…