ANALISA BERITA

Mendagri: Banyak Daerah Habiskan APBD Tidak Tepat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Di masa pandemi masih banyak pemerintah daerah merencanakan dan mengesekusi APBD tidak tepat.

Banyak pemda masih menghabiskan anggaran untuk aparatur ketimbang program yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.

Ini juga menjadi atensi Presiden (Joko Widodo), belanja aparatur banyak yang lebih besar daripada belanja modal dan barang.

Belanja modal dan barang itu betul-betul menyentuh kepentingan masyarakat tapi yang banyak (justru) belanja aparaturnya. Pihak kami juga masih menemukan daerah yang alokasi anggaran tak selaras dengan program prioritas nasional

 Contohnya belum semua pemda mengalokasikan 20 persen anggaran untuk sektor pendidikan dan 10 persen untuk kesehatan. Kami tidak ingin tampilkan di sini, tapi suatu saat kita akan tampilkan.

 Banyak juga daerah yang sudah mengalokasikan anggaran pendidikan 20 persen dan kesehatan 10 persen. Namun, program tak tepat perencanaan sehingga minim dampak.

Pihak kami juga menemukan daerah yang membelanjakan anggaran untuk keperluan yang justru tidak benar-benar dibutuhkan.Masih banyak yang hanya sent tapi belum delivered.

Ada eksekusinya tapi tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama membeli barang-barang yang belum diperlukan sehingga akhirnya nganggur. Karena di situ ada potensi, peluang untuk terjadinya fraud.

Selama pandemi juga masih ditemukan aktivitas perjalanan dinas, rapat-rapat, atau kegiatan ramai dan masif. Namun,lagi-lagi manfaatnya minim bagi masyarakat.

Saya menegaskan hal itu mestinya bisa diminimalisasi. Karena roda pemerintahan bisa tetap berjalan tanpa kegiatan-kegiatan besar dengan anggaran besar.

Presiden Joko Widodo pun turut menaruh perhatian terkait hal ini. Agar anggaran di daerah bisa maksimal dampaknya ke masyarakat.

Pandemi ini memberikan pelajaran banyak, di antaranya mekanisme kerja WFH dan sebagian WFH serta WFO. Pemerintah tetap berjalan meskipun work from home, tidak banyak kegiatan besar yang melibatkan belanja aparatur yang banyak.

(Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah secara Nasional (Rakorwasdanas) 2021 yang digelar virtual, Selasa, (31/8/2021).

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…