ANALISA BERITA

Pengamat: Ada Skenario Besar Perpanjang Masa Jabatan Presiden

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research And Consulting Pangi Syarwi Chaniago
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research And Consulting Pangi Syarwi Chaniago

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Saya menilai wajar Partai Demokrat mencurigai pertemuan Presiden Jokowi dengan para ketua umum parpol koalisi di Istana, membahas masalah jabatan presiden.

Menurut saya, wacana perpanjangan masa jabatan presiden tersebut bakal mulus bila tidak ada yang berupaya menghentikannya.

Apalagi, kalau dikalkulasi secara matematis politik kekuatan parlemen, sudah enggak mungkin menghentikan agenda ini

Namun, pihak-pihak yang menggulirkan wacana tersebut pasti berhitung ulang dalam melangkah ketika suara publik, NGO, dan aktivis demokrasi tetap menyuarakan penolakan.

Kalau (oposisi) diam, yang lain diam, maka bakal mulus gerakan ini.

Saya berharap bangsa ini jangan sampai menyerahkan nasib kepada pemerintahan otoritarian. Salah satu cirinya, ingin berlama-lama berkuasa dan menambah masa jabatannya.

Sebab, pemerintahan yang demikian cenderung koruptif dan kolutif karena kekuasaan makin kuat dan kontrol yang tidak berimbang.

Presiden boleh saja menolak sebagai bagian dari lips service, tetapi kalau MPR dan DPR bersekongkol untuk meloloskan agenda jahat ini bagaimana?

Oleh karena itu, saya menilai kecurigaan Partai Demokrat beralasan dan publik juga patut curiga amendemen UUD 1945 bakal disusupi pasal penambahan masa jabatan presiden.

Dalam analisisnya, saya menilai isu masa jabatan presiden ini awet sejak 2019 sampai sekarang. Saya meyakini wacana itu bukan agenda alamiah, tetapi sengaja didesain dan ada arsiteknya.

Dengan berbagai opsi yang bakal mereka siapkan, setidaknya ada tiga skenario.

Skenario pertama; melalui amendemen UUD yang dilakukan elite dengan mengubah diksi frasa masa jabatan presiden dari dua periode ke tiga periode.

Pintu masuk atau kotak pandoranya adalah amandemen.

Skenario kedua; seperti usul dari pendukung atau sukarelawan Jokowi ini, yakni menambah masa jabatan presiden 3 tahun dengan alasan pandemi.

Ini bisa kita perdebatkan lagi karena ini alasan yang tidak rasional, enggak common sense dan bukan pikiran yang konstruktif.

Terakhir,  terkait dengan agenda Pilpres 2024 diundur menjadi tahun 2027 yang baru-baru ini mencuat.

Skenario-skenario itu menurut saya akan terus digulirkan oleh orang-orang di lingkaran Jokowi, meski Presiden Ketujuh RI itu sejak awal sudah menyatakan tidak mau dijerumuskan.

Presiden Jokowi kan sudah tidak mau dijerumuskan, tetapi gerbong oligarki di inner circle menikmati. Kagak siap ganti presiden, sudah banyak modal, toh juga belum tentu terpilih lagi jagoannya.

(Dikatakan Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago yang dikutip dari kepada JPNN.com, Senin (6/9)).

Berita Terbaru

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan  – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Pengurus Cabang Na…

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Industri perhiasan bersiap menghadapi perubahan tren pada 2027. Desain berukuran besar dengan bobot lebih ringan, pilihan warna yang s…

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Favehotel Sidoarjo selalu berinovasi untuk memberikan pengalaman menginap yang menarik dan menyenangkan bagi para tamu …

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tak kurang waktu dari 24 Jam, Unit PPA Sat.Reskrim Polres Blitar Kota bersama dengan Polsek Srengat berhasil mengungkap pelaku…

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto, – Mantan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., berpamitan kepada wartawan yang tergabung da…

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Harapan Nur Fadillah untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan titik terang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai p…