Ratusan Warga Pojok Dipastikan Tak Menerima Kompensasi Dampak TPA Kota Kediri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Perwakilan ratusan warga yang terdampak TPA Kota Kediri saat mendatangi Kantor DLHKP Kota Kediri
Perwakilan ratusan warga yang terdampak TPA Kota Kediri saat mendatangi Kantor DLHKP Kota Kediri

i

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Perwakilan ratusan warga Kelurahan Pojok Kota Kediri mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Jumat (17/10/2021). Kedatangan warga ingin mempertanyakan kejelasan penerimaan dana kompensasi dampak TPA Kota Kediri tahun ini. 

Sekitar 50 warga ditemui langsung Kepala Dinas DLHKP Kota Kediri, Anang Kurniawan. Mereka mengeluh lantaran tahun ini tidak menerima dana kompensasi seperti tahun sebelumnya. Padahal menurut warga, tempat tinggal mereka juga ikut terdampak TPA.

Priyo, koordinator warga mengatakan, gejolak terjadi usia ratusan warga tidak menerima dana kompensasi dampak TPA Kota Kediri. Ada sebanyak 300 warga yang dicoret dari data penerima dampak tersebut. 

"Ratusan Kepala Keluarga (KK) yang notabene wajib menerima kompensasi, untuk tahun ini tak menerima. Mereka dicoret dari data penerima tanpa ada sosialisasi dari dinas terkait atau pun Pemkot Kediri," ujarnya. 

Menurut Priyo, pencoretan ratusan data penerima tersebut sangat tidak realistis. Pasalnya, terdapat warga yang tempat tinggalnya berdampingan namun tidak sama dalam menerima dana kompensasi. 

"Katanya sesuai kajian dari Universitas Gajah Mada (UGM), itu kajian yang seperti apa. Kok kajian katanya atas usulan RT. Disini itu warga sama-sama merasakan dampaknya. Jika tidak ada solusi kita akan terus memperjuangkan hak warga," tegas pria yang juga koordinator Lembaga Swadaya SAROJA. 

Sementara itu, Kepala DLHKP Kota Kediri, Anang Kurniawan menjelaskan, ratusan warga yang sudah dicoret dipastikan tidak bisa menerima dana kompensasi. 

"Kita sudah menjelaskan bahwa pencairan tahun ini yang digunakan dari kajian yang sudah final. Dari kajian itu ada sekitar 1.300-an KK yang layak mendapat kompensasi," Ucapnya. 

"Memang ditahun sebelumnya mereka yang datang kesini tadi masih dapat kompensasi, tapi dari kajian kemarin ada hampir separuh yang dicoret. Sebab dari tim kajian yang datang ini memang tidak terdampak. Dan jika mereka menuntut saat ini dicairkan kan tidak bisa, karena harus ada kajian dan perwalinya," imbuhnya. 

Lanjut Anang, sebenarnya warga yang tidak menerima kompensasi sudah bisa diakomodir melalui program-program sesuai usulan warga. Sehingga untuk saat ini usulan dan keinginan warga masih sebatas ditampung Pemerintah Kota Kediri. 

"Usulannya apa dulu nanti kita tampung. Tentunya kita tidak bisa langsung menjawab. Tahun depan bisa jadi diberikan program berupa bantuan fisik atau seperti apa. Tentu sifatnya tidak hanya dari DLHKP tapi bisa juga dari dinas lain nanti tergantung Pemerintah Kota Kediri," tandas Anang Kurniawan. 

 Diketahui untuk tahun 2021 penerimaan dana kompensasi TPA Kota Kediri berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini Pemerintah Kota Kediri menerapkan 2 zona atas dasar kajian dari UGM. Warga yang masuk dalam zona 1 mendapatkan kompensasi sebesar Rp 1 juta. Sedangkan warga yang masuk zona 2 mendapatkan Rp 425 ribu. Can

Berita Terbaru

Dukung Transformasi Dunia Pendidikan, Bank Jatim Launching JConnect Edu

Dukung Transformasi Dunia Pendidikan, Bank Jatim Launching JConnect Edu

Rabu, 22 Apr 2026 19:57 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 19:57 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Dalam rangka mendukung dunia Pendidikan di Jawa Timur, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) baru saja melaunching…

Ribuan Peserta Ramaikan Turnamen Domino HGI di Surabaya, Bukti Olahraga Pikiran Kian Diminati

Ribuan Peserta Ramaikan Turnamen Domino HGI di Surabaya, Bukti Olahraga Pikiran Kian Diminati

Rabu, 22 Apr 2026 19:54 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 19:54 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Turnamen domino berskala nasional yang digelar Higgs Games Island (HGI) di Grand City Mall Surabaya pada 18–19 April 2026 berlangsung s…

Bikin Heboh! Bayi Terkunci Dalam Mobil, DPKP Gercep Lakukan Evakuasi

Bikin Heboh! Bayi Terkunci Dalam Mobil, DPKP Gercep Lakukan Evakuasi

Rabu, 22 Apr 2026 15:41 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian yang membuat banyak warga terheran-heran, ditemukan seorang bayi dalam keadaaan terkunci di dalam mobil di kawasan Jalan…

Momen Hari Kartini, Khofifah Salurkan Bantuan DBHCHT untuk Buruh Rokok dan Pelaku Usaha Perempuan

Momen Hari Kartini, Khofifah Salurkan Bantuan DBHCHT untuk Buruh Rokok dan Pelaku Usaha Perempuan

Rabu, 22 Apr 2026 15:39 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memanfaatkan momentum Hari Kartini 2026 untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan …

Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu

Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu

Rabu, 22 Apr 2026 15:19 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini tengah viral di media sosial (medsos) terkait unggahan video yang menampilkan pusara angin bak tornado di sekitar…

Sering Timbulkan Kemacetan, Pemkot Surabaya Siap Kembalikan Fungsi Jalan Stasiun Wonokromo

Sering Timbulkan Kemacetan, Pemkot Surabaya Siap Kembalikan Fungsi Jalan Stasiun Wonokromo

Rabu, 22 Apr 2026 14:42 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti keluhan warga terkait Jalan Staisun Wonokromo Surabaya yang selama ini sempit dan kerap menimbulkan kemacetan…