Kakek Pikun Ditemukan Tewas Mengambang di Aliran Sungai

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polisi saat mendatangi lokasi ditemukannya jasad korban. SP/Hadi Lestariono
Polisi saat mendatangi lokasi ditemukannya jasad korban. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Seorang Kakèk renta ditemukan tewas mengambang di sungai dan tersangkut pada Dam (pintu air) di desa Ngade Kecamatan Kanigoro Kab Blitar pada Selasa (23/11) pagi sekitar pukul 06.30 WIB dengan posisi tengkurap.  Korban ditemukan pertama kali oleh  Slamet (44) warga desa setempat ketika saksi hendak menuju sawahnya.

Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udhiyono SH membenarkan temuan sosok mayat laki laki setelah menerima laporan dari Polsek Kanigoro.

"Awalnya saat ditemukan saksi Slamet warga Desa Ngade, belum diketahui warga mana, selanjutnya menceritakan pada Lebar (50) tetangganya dan Laily Agustina (35) warga Desa Karangsono saat keduanya juga menuju sawah, atas temuan itu dilaporkan ke Kantor Desa Ngade dan diteruskan ke Polsek Kanigoro," ujar Udhiyono di ruang kerjanya.

Atas laporan itu Kapolsek Kanigoro Tri Wahyudi bersama anggotanya juga  team kesehatan dari Puskesmas Kec Kanigoro dan Babinsa Koramil, petugas meminta keterangan saksi sebelum melakukan mengevakuasi korban dari aliran sungai, setelah diangkat ternyata salah satu saksi, Laily Agustina mengetahui kalau sosok mayat di aliran sungai dan terapung di jembatan adalah tetangganya yang bernama Djuwair (82) yang sudah lima hari tidak pulang. 

"Guna mengidentifikasi jasad korban, Polsek Kanigoro meminta VER korban ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar saat dibawa ke rumah sakit, dari pemeriksaan luar tidak di temukan kekerasan pada tubuh korban," Iptu Udhiyono menambahkan.

 

Sesuai laporan dari Polsek Kanigoro, Udhiyono menyampaikan peristiwa temuan kakèk Djuwair, pada Selasa (23/11)  sekira Jam 06.30 wib, saksi Slamet (44), sewaktu ke sawah saat melewati sungai yang mengaliri sawah miliknya  melihat  ada mayat laki laki  yang  mengapung dan tersangkut pada pintu air lalu memberitahukan kepada  Lebar (50), yang saat itu berada di rumahnya  menceritakan temuannya itu. Setelah kedua saksi dan Laily Agustina yang melihat korban ternyata Mbah Djuwair tetangganya, temuan itu pun menyebar ke warga. 

Atas informasi tersebut ketika melihat sosok korban tersebut merupakan keluarganya yang hilang sekitar 5 hari, selain mengenali baju yang dikenakan dan celana yang dipakai korban, dan terbukti saat korban diangkat dari aliran sungai dan jelas korban adalah Djuwair yang sudah pikun.

"Menurut keterangan keluarganya tersebut korban sudah tua dan  mengalami  pikun korban sudah 5 hari keluar rumah dan belum pulang dan ditemukan sudah dalam keadaan meninggal, kemudian korban dievakuasi ke RSUD Mardi Waluyo  setelah dilakukan pemeriksaan Polsek Kanigoro dan Team Inafis disaksikan Petugas Kesehatan, Babinsa Koramil Kanigoro dan perangkat Desa Ngade bersama masyarakat," pungkas Iptu Udhiyono pada wartawan seijin Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom S.IK.     

Dari kejadian itu petugas mengamankan 1 buah  kaos lengan panjang  warna biru muda ada tulisanya DGS sukses bersama petani juga sebuah celana pendek warna biru muda yang dipakai korban.                              

Dari hasil pemeriksaan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan, sedang penyebab kematian korban diduga karena terpeleset dan terjatuh ke sungai dan terbawa arus akibat hujan yang terus menerus di wilayah Blitar raya. Les

Berita Terbaru

Curanmor di Parkiran Minimarket Terbongkar, Motor Korban Berhasil Dikembalikan

Curanmor di Parkiran Minimarket Terbongkar, Motor Korban Berhasil Dikembalikan

Senin, 24 Agu 2026 19:52 WIB

Senin, 24 Agu 2026 19:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di halaman sebuah minimarket di Dusun Lekerrejo, Desa Dadapkuning, Kecamatan Cerme, K…

PCNU Lamongan Desak Pemerintah dan Aparatur Hukum Hentikan Peredaran Miras yang Kian Marak di Masyarakat

PCNU Lamongan Desak Pemerintah dan Aparatur Hukum Hentikan Peredaran Miras yang Kian Marak di Masyarakat

Senin, 24 Agu 2026 19:33 WIB

Senin, 24 Agu 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan secara tegas Mendesak dan meminta kepada Pemerintah daerah, untuk…

Dewan Ponorogo Tolak Konser Josjis Fest di Stadion Batoro Katong, Soroti Risiko Rumput dan Keamanan

Dewan Ponorogo Tolak Konser Josjis Fest di Stadion Batoro Katong, Soroti Risiko Rumput dan Keamanan

Senin, 24 Agu 2026 18:29 WIB

Senin, 24 Agu 2026 18:29 WIB

SURABAYAPAGI,  Ponorogo-Rencana penyelenggaraan konser Josjis Fest 2026 di Stadion Batoro Katong, Kabupaten Ponorogo, mendapat penolakan dari sejumlah anggota …

Sukseskan Muktamar, PCNU Lamongan Siapkan 85 Titik WiFi Gratis

Sukseskan Muktamar, PCNU Lamongan Siapkan 85 Titik WiFi Gratis

Senin, 24 Agu 2026 16:44 WIB

Senin, 24 Agu 2026 16:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - PCNU Lamongan terus mengambil bagian dalam menyukseskan pelaksanaan Muktamar ke 35, yang berlangsung di PP. Bahrul Ulum…

Belasan Pelajar SMP Diduga Terlibat Miras, Alarm Keras untuk Dunia Pendidikan Gresik

Belasan Pelajar SMP Diduga Terlibat Miras, Alarm Keras untuk Dunia Pendidikan Gresik

Senin, 24 Agu 2026 16:05 WIB

Senin, 24 Agu 2026 16:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Gresik diwarnai persoalan serius yang patut menjadi perhatian seluruh p…

Dengan Pola, Sistem Lost and Found, KAI Daop 7 Madiun Amankan 657 Barang Ratusan Juta Milik Penumpang

Dengan Pola, Sistem Lost and Found, KAI Daop 7 Madiun Amankan 657 Barang Ratusan Juta Milik Penumpang

Senin, 24 Agu 2026 12:20 WIB

Senin, 24 Agu 2026 12:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sejak awal bulan Januari sampai Bulan Juli 2026, PT KAI (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengamankan barang barang milik penumpang…