Raperda Penanggulangan Banjir di Surabaya Terus Dimatangkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aning Rahmawati Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya. SP/ALQ
Aning Rahmawati Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya. SP/ALQ

i

SURABAYAPAGI,Surabaya -  Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penanggulangan Banjir terus dimatangkan. Pembahasan Raperda oleh panitia khusus (Pansus), mengundang pakar dari ITS, pakar hukum, serta pimpinan Komisi C DPRD Surabaya, sebagai pengusul Raperda.

Dalam pembahasan tersebut, muncul beberapa masalah penting dalam penanggulangan banjir di Surabaya, yang nantinya bisa tertangani melalui perda tersebut. 

"Diantaranya soal pentingnya koordinasi antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Jasa Tirta dan pemerintah kota Surabaya selaku stakeholder," ujar Aning Rahmawati Wakil Ketua Komisi C pada Rabu (23/3).

Aning menambahkan, koordinasi ini penting dilakukan untuk menjaga elevasi sungai Brantas. Selain untuk  suplai sebagai bahan baku air PDAM, elevasi sungai Brantas terkadang menyebabkan banjir. 

"Selain itu koordinasi juga berkaitan dengan aliran air sungai Brantas dari hulu seperti Mojokerto dan daerah lainnya, yang masuk ke Surabaya," imbuhnya.

Politisi PKS tersebut menambahkan, dari pembahasan tersebut terungkap jika para tenaga ahli sudah punya data dan memetakan titik-titik yang selama ini rawan banjir dan penyebabnya. 

"Ada hal menarik yang disampaikan tenaga ahli tentang wacana peta digital nyambung dengan peta lidar yang dulu digagas pak wali saat jadi Kepala Bapeko. Ke depan seluruh pengembang diwacanakan wajib up date pembuatan sistem drainasenya melalui peta lidar," ungkap Aning. 

Peta Lidar merupakan Peta citra yang berwujud peta tiga dimensi digital. Menggambarkan kontur dan topograsi Surabaya, sekaligus seluruh dimensi saluran di Surabaya. Sehingga bisa di update data dimensi salurannya secara digital. 

Aning kembali mengatakan Raperda Penanggulangan Banjir tidak hanya sebagai sebagai untuk solusi banjir di Surabaya. Melainkan juga soal bagaimana pengelolaan potensi air. 

"Wacana untuk memanen air yang bertujuan memanfaatkan potensi air, sekaligus mengatasi banjir. Karena para tenaga ahli memprediksi ketersediaan air akan langka dikemudian hari," pungkasnya. Alq

 

Berita Terbaru

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Kondisi kemarau panjang mendorong sejumlah petani memanfaatkan lahan  pertanian mereka untuk membudidayakan tembakau. Sehingga, Dinas …

Istri Sah Bagus Baru Tahu Suaminya Nikah Siri Dua Tahun, Terungkap pada 10 Oktober‎

Istri Sah Bagus Baru Tahu Suaminya Nikah Siri Dua Tahun, Terungkap pada 10 Oktober‎

Senin, 02 Nov 2026 15:39 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Martha Amalia Iflahah, istri sah Dwi Bagus Martono, mengaku baru mengetahui suaminya memiliki istri siri yang telah dinikahi selama d…