Malam ini, BBPJN Kerahkan Alat Berat, Bongkar Jembatan yang Ambles

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tim dari BBPJN Jatim Bali saat mengecek keberadaan jembatan yang ambles. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Tim dari BBPJN Jatim Bali saat mengecek keberadaan jembatan yang ambles. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) langsung menindaklanjuti amblesnya jembatan Ngaglik 1 di Lamongan, dengan mendatangkan alat berat, untuk membongkar jembatan sepanjang 25 meter yang sudah berusia 29 tahun ini.
 
"Kami tadi sudah mengecek langsung kondisi amblesnya jembatan Ngaglik 1 Lamongan, dan kami segera melakukan perbaikan, dan malam ini kami akan kerahkan alat berat," kata Kepala BBPJN Jatim Bali Reservasi 1 Sodeli, didampingi I Ketut Payun PPK BBPJN Wilayah IV Jalan Nasional Jatim Bali,  Selasa (29/3/2022) sore.
 
Disebutkan olehnya, setelah melakukan pengukuran jembatan yang ambles dengan lebar 8,75 M, sementara jembatan yang tersisa sisi kiri dan kanan hanya bisa dilewati mobil pribadi di sisi Utara, sedangkan di sisi selatan bisa dilewati truk, itupun harus dapat rekomendasi dari pihak Lalu Lintas Polres Lamongan.
 
"Jadi yang ambles di bagian tengah, dengan lebar 8,75 meter. Untuk sisi kiri/Utara masih bisa dilewati hanya seukuran mobil pribadi, kalau yang selatan truk bisa asal pengendara harus hati-hati dan dapat ijin dari pihak Lalu Lintas," ungkapnya.
 
Atas peristiwa ini, langkah awal dalam perbaikan jembatan yang ambles ini, dengan membongkar bagian tengah jembatan yang ambles. "Bagian tengah jembatan yang ambles ini akan kita angkat, dengan alat berat," ujar Sodeli kepada wartawan yang berada di lokasi kejadian.
 
Jembatan ini lanjut Sodeli tidak bisa menahan beban kendaraan yang kian hari semakin berat. Pada saat desain awal tahun 1993 jembatan ini didesain hanya bisa dilewati kendaraan dengan beban 8-10 ton. 
 
Namun dalam perkembangan saat ini kendaraan yang melewati jembatan Ngaglik 1 Balun Lamongan ini l, sudah belasan bahkan ada yang sampai puluhan ton yang lewat, sehingga jembatan tidak bisa menahan beban berat itu." Desain awal beban untuk bisa lewat saat tahun 1993 ya maksimal 10 ton, tapi faktanya saat ini jembatan dilewati kendaraan melebihi tonase," ujarnya.
 
Lebih jauh kata Sodeli, sebenarnya jembatan ini di desain berumur maksimal 40 tahun, namun saat umur jembatan 29 tahun sudah ambles, bisa dibayangkan beban yang melewati jembatan ini tentu sudah cukup besar. "Jadi jembatan ini sebenarnya bisa bertahan sampai 40 ton, "jelasnya.
 
Sekedar diketahui, Jembatan Ngaglik 1 ini adalah jembatan nasional dibawa tanggung jawab kementerian PUPR, dengan pengawasan dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII, ambles pukul 14.10 WIB sekitar 1 meter.
 
Jembatan penghubung Lamongan-Surabaya ini sudah memberikan tanda-tanda bakal ambles diketahui pukul 12.30 WIB. Saat itu jembatan dengan panjang 25 meter ini sudah ambles beberapa centi meter. "Tadi sekitar pukul 12.30 an jembatan ini sudah ambles tapi baru retak-retak saja," kata Supri juru seberang yang ada di perlintasan KA Jl Pahlawan Lamongan.
 
Namun jembatan semakin gerak dan ambles diketahui pukul 14.10 WIB. Saat itu kata Supri, dirinya melihat ketika terjadi ambles ada bunyi gesekan material "bruk". Saat itu ada dua mobil Pickup dan Truk serta dua sepeda motor yang persis ada di atas jembatan yang ambles itu. 
 
Beruntung, kendaraan yang diatasnya tadi bisa menyelamatkan diri tidak sampai terjebak di atas jembatan yang dibangun oleh Kementerian PUPR Tahun 1993 ini. "Jembatan semakin ambles di bagian tengah sekitar pukul 14.10 WIB. Jembatan ambles sekitar 1 meter, truk dan pickup dua pengendara sepeda motor bisa menyelamatkan diri," aku Supri.
 
Jembatan ini bernomor No 28.006.002.0, lokasi 7.10938 LS 112.3997 BT, dari SBY KM 46+140, Pajang Jembatan 25 meter (1 Bentang), Jenis Jembatan atas GPI, Tahun pembangunan 1993. jir 

Berita Terbaru

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ditanya terkait posisi cawapres 2029 pendamping Prabowo Subianto , Sekjen Partai Gerindra Sugiono menegaskan belum ada…

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo  - Ribuan masa Hafidz memadati Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) Ke …

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Wakil Ketua Umum PAN Tegaskan Dukung  Prabowo, tak Sepaket dengan Gibran Rakabuming Raka, Juga PKB     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini, ada sejumlah partai …

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Modus Suap Importir PT Blueray ke Para Oknum Dirjen Bea Cukai Temuan KPK   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyebut para oknum Bea Cukai juga menyewa safe …

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK mulai menganalisis fenomena suap dengan emas.  Dalam OTT terhadap pejabat Bea Cukai Jakarta, KPK sita Logam mulia seberat 2,5 …

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Fitroh Rohcahyanto, pimpinan KPK berlatar belakang jaksa  menyatakan OTT di PN Depok, berkaitan dengan dugaan suap pengurusan …