Pemkab Pasuruan Minta Kuota PPPK Ditambah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Bupati Pasuruan, Abdul Mudjib Imron. SP/Ris
Wakil Bupati Pasuruan, Abdul Mudjib Imron. SP/Ris

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan– Nasib guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Pasuruan terus menjadi catatan bagi Pemkab Pasuruan. Pemkab pun meminta agar pemerintah pusat menambah kuota PPPK untuk guru.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Pasuruan, Abdul Mudjib Imron dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (07/04)

Dalam kesempatan itu, Gus Mudjib–sapaan akrab Abdul Mudjib Imron–membeberkan, kuota rekrutmen guru PPPK di Kabupaten Pasuruan belum sebanding dengan guru non PNS.

Kuota guru PPPK tahun ini, misalnya, berjumlah 2.276 orang, sementara mereka yang lolos sebanyak 1.229 orang. Artinya masih banyak yang tidak lolos.

Padahal, kata Gus Mudjib, di Kabupaten Pasuruan ada banyak guru-guru yang sudah berusia di atas 35 tahun atau sudah mengabdi sekian lama namun tidak masuk sertifikasi.

“Kami berharap pemerintah pusat membuka rekrutmen PPPK untuk Kabupaten Pasuruan sebanyak-banyaknya. Kalau kuota setiap tahun ditambah, kami berterima kasih sekali,” kata Gus Mudjib.

Selain itu, pengasuh Ponpes Al Yasini itu juga mengungkapkan permasalahan guru PAUD di Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, ada banyak guru PAUD di Kabupaten Pasuruan yang hanya lulusan SMA, bahkan SMP.

Ia berharap pemerintah pusat bisa mengalokasikan anggaran atau semacam beasiswa untuk para guru PAUD di Kabupaten Pasuruan agar bisa melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang strata satu.

“Sebab mereka punya peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini,” imbuh Gus Mudjib.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng mengapresiasi semua usulan yang disampaikan Gus Mudjib. Semua yang diusulkan Gus Mudjib, oleh dewan, akan direkomendasikan kepada Menteri Keuangan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Terima kasih atas usulan, Pak Wakil Bupati Pasuruan. Semua usulan bapak akan kami jadikan catatan utama untuk kami rekomendasikan kepada Menteri Keuangan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Agustina. ris

Berita Terbaru

Bupati "Setor" THR ke Forkopimda, Terjadi Dimana-mana

Bupati "Setor" THR ke Forkopimda, Terjadi Dimana-mana

Minggu, 15 Mar 2026 20:43 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus Bupati Cilacap yang diduga meminta sejumlah uang dari tiap perangkat daerah di Kabupaten Cilacap dengan "target setoran"…

Presiden Perintahkan Kapolri Usut Tuntas dan Transparan

Presiden Perintahkan Kapolri Usut Tuntas dan Transparan

Minggu, 15 Mar 2026 20:42 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS,…

Aktivis KontraS, Teriak Kesakitan

Aktivis KontraS, Teriak Kesakitan

Minggu, 15 Mar 2026 20:39 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Andrie sontak berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya. Berdasarkan kronologi dari KontraS, Andrie Yunus sedang mengendarai…

Bahlil Gertak Penjual Minyak di Singapura

Bahlil Gertak Penjual Minyak di Singapura

Minggu, 15 Mar 2026 20:37 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:37 WIB

Kini Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran 2026     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kebutuhan BBM menjelang Lebaran 2026 diproyeksikan meningkat signifikan, m…

Puasa di Zaman Alkitab

Puasa di Zaman Alkitab

Minggu, 15 Mar 2026 20:35 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ramadan adalah bulan kesembilan menurut kalender lunar, bulan di mana orang-orang menyatakan puasa di hadapan Tuhan dalam Alkitab…

Mudik dengan Google Maps

Mudik dengan Google Maps

Minggu, 15 Mar 2026 20:33 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebagai generasi milenial yang lahir tahun 1980-an, saya sangat akrab dalam mengandalkan Google Maps dalam kehidupan sehari-hari.…