Lokalisir Hewan Ternak, Kini 72 Sapi di Lamongan Mulai Sembuh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sapi di wilayah Tikung ini sempat terindikasi PMK dan kondisi sekarang sudah mulai membaik dan sembuh. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Sapi di wilayah Tikung ini sempat terindikasi PMK dan kondisi sekarang sudah mulai membaik dan sembuh. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Penanganan cepat dilakukan oleh Pemkab Lamongan dan Pemprov Jatim, salah satunya dengan melokalisir hewan, meliburkan Pasar Hewan agar kasus tidak sampai meluas, dan hasilnya kini sudah ada 72 sapi yang dinyatakan sudah mulai sembuh.

Penanganan cepat ini dilakukan seperti disampaikan oleh bupati Yuhronur Efendi, setelah adanya temuan indikasi terjangkitnya PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada ternak sapi di Lamongan."Sudah ada 72 sapi yang mulai sembuh," kata bupati saat menerima  kunjungan tim Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair di Guest House pada Sabtu (14/5) lalu.

Disebutkan olehnya, meski saat ini ada 72 sapi yang mulai sembuh, upaya penanganan dan pencegahan kepada ternak di Lamongan terus dilakukan. Salah satunya dengan memberikan  antibiotik, vitamin, dan desinfektan, lokalisir sapi berupa penutupan 2. 

Selain itu Pemkab Lamongan juga  terus berkoordinasi dengan Polres untuk mengontrol keluar masuk sapi dengan baik, telah dan terus dilakukan. Hal tersebut terbukti efektif mempercepat penanganan dan mencegah penyebaran virus PMK di Lamongan.

Sebagaimana diketahui berdasarkan data dari Dinas Peternakan Kabupaten Lamongan, wilayah penularan PMK di Kabupaten Lamongan berada di 22 desa di 8 kecamatan, dengan jumlah populasi ternak terjangkit sejumlah 149 ternak, dimana 72 diantaranya sudah pulih dan 5 ternak mati.

"Per tanggal 13 sesuai laporan, ada sekitar 149 sapi yang terjangkit, meski ada 5 yang mati, namun berita baiknya ada 72 sapi yang sudah sembuh. Kita terus melakukan tindakan-tindakan oleh Dinas Peternakan Lamongan dengan pengobatan 3 suntikan dan membersihkan kukunya dengan formalin (disinfektan pembunuh hama)," ungkapnya.

Ditambahkan bupati penyebarannya di Kabupaten Lamongan relatif terkendali. Sapi-sapi yang sebelumnya mengalami pengurangan nafsu makan dan tidak bisa berdiri, saat ini sudah mulai membaik.

"Alhamdulillah menurut laporan tim satgas penanganan yang ada di Tikung, sapi yang mendapatkan suntikan dan perawatan nafsu makannya meningkat dan sudah bisa berdiri, dan Artinya PMK ini bisa diobati," terangnya.

Lebih jauh kata bupati, penularan PMK  juga tidak begitu cepat di Lamongan, yang mana diketahui di awal PMK masuk ada sekitar 100 lebih sedikit yang sakit, dan sekarang penambahannya 149 sapi dari populasi  357 ternak di wilayah penularan.

Sementara itu, bupati menyambut baik kedatangan FKH Unair untuk membantu mencegah penyebaran virus PMK di Lamongan. "Terimakasih atas niat baik dari FKH Unair untuk membantu menangani kasus PMK di lapangan. Kita akan tetap berkoordinasi dengan baik sehingga penanganan ini bisa seragam dan serentak baik yang dilakukan di Lamongan maupun yang di tempat lain,"harapnya.

 

Diungkapkan pimpinan tim FKH Unair Profesor Fedik Abdul Rahman, bahwa kedatangannya beserta rombongan yang terdiri dari dosen, mahasiswa, hingga alumni FKH Unair ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi dan contoh penanganan kasus PMK di Lapangan.

"Rencana kami nanti dari mahasiswa ini kita serentak menyebar ke kecamatan-kecamatan yang terjangkit PMK sesuai data. Harapan kami kasus ini secepat mungkin di eliminated, jangan sampai menyebar ke kambing dan domba. Ini lah yang kita cegah," jelasnya. jir

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…