Pastikan Surabaya Aman Dari PMK, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Sidak RPH Pegirian

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 23 Jun 2022 19:40 WIB

Pastikan Surabaya Aman Dari PMK, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Sidak RPH Pegirian

i

Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya AH Thony melakukan inspeksi mendadak (Sidak) Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Jalan Pegirian didampingi Direktur Utama RPH Fajar Arifianto dan Penanggung Jawab Usaha Harianto, Kamis (23/6).

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menjelang Hari Raya Idul Adha Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya AH Thony melakukan inspeksi mendadak (Sidak) Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Jalan Pegirian. 

Kedatangan AH. Thony ke RPH langsung disambut Direktur Utama RPH Fajar Arifianto dan Penanggung Jawab Usaha Harianto. Bersama keduanya, Thony berkeliling di area RPH guna mengecek perkembangan dan pengantisiasian wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya: Toleransi Antar Umat Beragama Harus Diperkuat

Thony juga untuk memastikan langkah preventif RPH dalam menyikapi fenomena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belakangan banyak menjangkiti hewan ternak khususnya sapi.

“Terkait fenomena ini, sebenarnya PMK tidak menular ke manusia. Jadi daging sapi tetap aman dikonsumsi. Namun, demi memastikan higienitas dan keamanan, RPH memang harus melakukan beberapa langkah untuk mencegah virus tersebut makin meluas ke hewan ternak,” ungkap AH. Thony di sela-sela sidak RPH Jl. Pegirian, Kamis (23/6). 

Selain itu AH. Thony dorong Pemerintah Kota (Pemkot) untuk ikut campur tangan dalam upaya mengembangkan RPH. Menurutnya, harus ada penambahan fasilitas sarana prasarana Seperti mesin potong, mesin olah, atau lainnya dan penambahan atau suntikan modal. 

Baca Juga: Ketua Komisi B Usulkan PKL Jl KH Mas Mansyur Bisa Berjalan hingga Selesai Bulan Ramadhan

Di RPH, selain penyembelihan hewan terdapat berbagai ruangan untuk proses pemotongan, pengolahan, hingga pengemasan. Seluruhnya dikerjakan oleh profesional dan ruangan yang selalu dijaga kebersihannya. Pemotongan untuk sapi lokal dan impor juga dipisah. “Pemotongan hingga pengolahan disini sudah cukup bagus. Apalagi, ada showcase untuk mempermudah pembeli melihat produk RPH,” kata Thony.

Sementara, Direktur Utama RPH Fajar Arifianto mengatakan, berbagai langkah sudah dilakukan untuk memastikan sapi yang masuk ke RPH merupakan hewan yang sehat. “Ada beberapa langkah. Pertama, kami hanya menerima sapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan, Setelah itu, terdapat dokter standby yang akan memeriksa kondisi hewan. Pengecekan sebelum dipotong menjadi hal wajib untuk melihat gejala klinis sapi. Jika tidak ditemukan, berarti sapi tergolong sehat. Dokter tersebut juga bertugas menyuntikkan vitamin tiap hari untuk sapi yang akan disembelih,” terang Fajar.

Lebih lanjut, RPH Surabaya tidak menerima sapi dari beberapa daerah merah yang dianggap banyak tersebar PMK. “Selain itu, pembersihan rutin dilakukan sesuai prosedur, termasuk penyemprotan desinfektan di ruang potong, tempat pencacahan daging, saluran pembuangan, dan kandang,” katanya. 

Baca Juga: Laila Mufidah Dorong Pemkot Lakukan Optimalisasi Penanganan Banjir di Surabaya

Jelang idul adha kali ini, dua dokter hewan disiagakan tiap hari untuk melakukan pemeriksaan dan pengontrolan pada sapi. Tujuannya, untuk melakukan penyuntikan vitamin setiap hari kepada sapi yang akan disembelih. Fajar menargetkan dalam satu hari RPH melakukan pemotongan 70 ekor. Jumlah tersebut memang dibatasi demi menjaga kualitas.

“Jadi, kami memastikan untuk Idul Adha kali ini, daging-daging di RPH sudah aman dikonsumsi. Hal itu sejalan dengan misi kami untuk memberikan hewan qurban yang sehat, terjaga, dan terawat,” ungkap Fajar. Alq

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU