Kanan Kiri Koalisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi penjajakan Koalisi PKB dengan Partai Gerindra.
Ilustrasi penjajakan Koalisi PKB dengan Partai Gerindra.

i

Dinamis, mungkin itu kata yang tepat menggambarkan peta politik saat ini. Pemilu serentak 2024 semakin dekat. Pergerakan politik pun semakin tampak jelas. Safari politik dari satu partai ke partai lain pun terlihat ramai menghiasi media massa. Drama politik yang menghangat mampu menyaingi drama serial televisi.

Belum adanya sosok sekuat Pak Jokowi seperti di Pilpres-Pilpres sebelumnya baik dari sisi popularitas maupun elektabilitas memunculkan banyak poros. Mengemuka Koalisi Semut Merah ( PKB dan PKS ), Koalisi Indonesia Bersatu ( Golkar, PAN, PPP), Koalisi Indonesia Raya ( Gerindra dan PKB ) dalam memenuhi target awal Presidential Threshold sebagai syarat mengusung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.

Berbagai spekulasi mulai menjadi topik hangat perbincangan di kalangan masyarakat. Menebak dan menerka siapa yang akan menjadi penerus kepala negara berikutnya. Semuanya masih memiliki peluang, meskipun memang sudah naik di permukaan beberapa nama yang lebih dominan dalam beberapa survei yang dilakukan.

Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan adalah dua nama yang tidak pernah hilang dari kandidat kuat calon presiden mendatang. Para ketua umum partai juga masih berambisi mencalonkan dirinya terkecuali dari PDI Perjuangan dan Nasdem. Pak Prabowo juga masih memiliki kesempatan untuk maju lagi dalam kontestasi pemilihan presiden.

Di satu sisi sangat menarik karena akan memunculkan tokoh baru dan sulit ditebak, karena belum ada yang confirmed terkait pengusung masing-masing jagoannya. Apakah dari internal partai atau dari luar partai. Semuanya masih serba belum pasti. Semuanya masih test the water. Menguji konsistensi elektabilitas.

Di sisi lain, terlihat ironis dari segi ideologi sebuah partai. Periode sebelumnya sangat berseberangan, saat ini malah akan menjadi koalisi. Masing-masing sepertinya sangat mudah melupakan apa yang mereka perdebatkan dan pertentangkan di masa lalu.  

Jika disimpulkan krisis ideologi mungkin terlalu ekstreme karena masing-masing seharusnya masih memegang teguh value fondasi dasar partai tersebut berdiri. Sepertinya lebih tepat mengarah kepada kompromi ideologi. Semuanya masih bisa dibicarakan baik-baik dengan tujuan tetap kepada memenangkan kontestasi politik demi kekuasaan.

Pergerakan negosiasi dan kesepakatan akan memperlihatkan kepada kita semua, partai mana yang akan meraih kekuasaan dengan mengandalkan nilai-nilai luhur sesuai ideologi bangsa atau dengan segala cara. Meskipun itu akan mengorbankan rakyat kesekian kali, yang luka pemilu lalu belum sembuh secara total.

Dengan jumlah pemilih yang bisa mencapai 200 juta lebih penduduk dan 60% didominasi oleh generasi milenial, pendekatan kampanye maupun program kerja akan sangat menentukan. Apakah ada pembaharuan dan improvement yang dibawa dalam janji politik atau hanya retorika normatif. Hal ini tercermin dalam beberapa hasil pilkada lalu, dimana kepala daerah terpilih adalah sosok yang menjanjikan perbaikan dan pembaruan. Solutif terhadap masalah-masalah yang belum pernah terselesaikan di periode-periode sebelumnya.

Rakyat juga diharapkan mengingat betul calon yang akan menggunakan politik identitas sebagai jalur pintas meraih suara. Strategi yang sudah memecah belah bangsa sedemikian rupa agar tidak terulang lagi. Dengan berakhirnya masa jabatan Pak Jokowi, diharapkan memunculkan wajah baru dengan harapan baru pula. Meneruskan apa yang sudah baik, meningkatkan apa yang belum terselesaikan.

Saat ini masih terlalu awal menyimpulkan siapa kandidat terkuat. Semuanya masih akan bergeser mengikuti arah angin membawa. Para calon dan partai harus bekerja ekstra keras untuk meningkatkan elektabilitasnya masing-masing. Arah koalisi juga belum ada yang tetap. Masih ada kesempatan untuk menoleh kanan kiri.  

 penulis : Wiryadika Gunaputra

Berita Terbaru

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Jombang - Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Komandan Korem 082/CPYJ meraih juara 1 Lomba Menembak Pistol Danrem 082/CPYJ Cup Kategori Eksekutif…

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengamat kebijakan publik Iwan Susanto menilai keterangan saksi Daffa dan Noer Aflah dalam sidang ketujuh perkara dugaan korupsi dan…

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ponorogo bergerak cepat mengusut dugaan penganiayaan yang diduga d…

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jember — Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai NasDem, Charles Meikhyansah, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program H…

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang terus memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan Universitas Brawijaya (UB) terkait …

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Akui Pernah Titipkan Uang Rp50 Juta Lewat Ajudan…