Tembus Hidung, Sehingga Otak Brigadir J Diduga Hilang
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Memasuki hari ke 23 terbunuhnya Brigadir J, masih jadi misteri. Pihak keluarga mulai plototi hasil autopsi. Data hasil autopsi diperoleh dari dua wakil keluarga yang ikut dalam aotupsi ulang di Rumah Sakit Umum Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi. Kedua tenaga medis itu masing- masing, Herlina Lubis magister kesehatan dan dokter Martina Aritonang.
Sementara Kommas HAM mencatat pengakuan Bharada E, yang menyebut dirinya penembak Brigadir J. Sementara rekaman CCTV di rumah Ir. Ferdy Sambo, belum ditemukan. Laporan dari mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi, CCTV rumah Irjen Ferdy, rusak.
Kesaksian dua nakes ini malah sudah dituangkan dalam akte notaris.
Kesaksian dua ahli kesehatan ini mencatat jalannya autopsi yang dilakukan tim forensik atas jenazah Brigadir J.
"Catatan mereka sebagai wakil keluarga, sudah dibuat dalam bentuk laporan dan sudah dinotariskan menjadi akte otentik, atau akte legal," kata kuasa hukum keluarga Brigadir K, advokat Kamaruddin Simandjuntak dalam kanal Youtube Hendro Firlesso, yang dikutip Surabaya Pagi, Minggu (31/7/2022) malam.
Kamaruddin mengatakan tanpa bermaksud mendahului penjelasan dari tim dokter forensik, (karena tim dokter baru dapat mengumumkan hasilnya paling lambat 4 minggu ke depan), pihak keluarga sudah memiliki gambaran umum mengenai visum et repertum dan autopsi ulang jenazah Brigadir J.
Gambaran umum itu berdasarkan catatan dan laporan dari dua wakil keluarga yang melihat dan memantau jalannya autopsi ulang langsung yakni Herlina Lubis magister kesehatan atau nakes dan dokter Martina Aritonang.
Luka Sayatan
"Yang dilaporkan oleh kedua wakil kita ini pertama ketika kepalanya dibuka, otaknya sudah tidak ditemukan dan dibagian belakang kepala seperti dilem. Setelah lem dibuka di situ ada lubang. Setelah disondek lubang itu ke arah mata mentok dan disondek ke arah hidung, tembus. Jadi diduga almarhum ditembak dari belakang kepala sehingga jebol sampai ke hidung depan, itu tembak garis lurus. Karena datar ya, dari belakang kepala sampai hidung depan," kata Kamaruddin.
Hal ini katanya juga membuktikan dugaan pihak keluarga sebelumnya yang menyatakan luka di hidung seperti luka sayatan dan ada dia jahitan tidak benar.
"Menurut pengamatan dari dua wakil kita itu, dokter dan magister kesehatan, itu adalah diduga lubang peluru yang ditembakkan dari belakang kepala," kata Kamaruddin.
Selain itu , kata Kamaruddin di tengkorak kepala Brigadir J ditemukan ada 6 retakan yang diduga akibat tembakan tersebut atau mungkin akibat lain.
Luka Tembakan Lurus
Untuk bagian otak Brigadir J katanya ditemukan di bagian perut karena dipindahkan di sana oleh tim dokter forensik sebelumnya.
"Setelah itu ditemukan juga luka diduga tembakan dari bagian leher tembus ke arah bibir, nah itu luka tembakan kedua," ujarnya.
Yang ketiga katanya ditemukan pula luka tembakan di dada. "Disondek juga tembus, jadi diduga itu juga luka tembakan peluru," kata Kamaruddin.
Kemudian kata dia di tangan kanan Brigadir J juga ditemukan luka tembakan yang lurus dan tembus. "Luka tembakan di tangan kanan lurus dan tembus, tidak miring," katanya.
"Jadi itulah 4 lubang diduga akibat peluru," kata Kamaruddin.
Selain itu tambah dia ditemukan luka terbuka di bahu yang terkelupas.
Ada Seputar Kuku Terkelupas
"Luka di bahu ini yang selama ini kita bicarakan sesuai gambar, belum bisa dipastikan luka atau lubang apa. Yang pasti saat disondek, tidak ada lubang ke dalam. Jadi hanya luka terbuka yang diduga bukan akibat peluru," kata Kamaruddin.
Bagian itu katanya sudah diambil sampelnya untuk diuji di laboratorium RSCM, untuk memastikan penyebab luka.
"Kemudian ditemukan lagi di tangan sebelah kiri bagian bawah patah. Di lengan itu kan ada tulang dua ya, dan itu patah. Patahnya kenapa belum dapat disimpulkan, karena masih harus diteliti dokter forensik dan sampelnya sudah dibawa ke RSCM," ujarnya.
"Namun pengamatan wakil kita dan disepakati dokter forensik di sana, bahwa itu adalah patah tulang," kata Kamaruddin.
Lalu kata dia, di bagian kelingking dan jari manis ditemukan patahan jari dan terkelupas di seputar kuku. "Itu juga dibawa sampelnya untuk dipastikan apa penyebabnya," katanya.
Memar Punggung Diteliti
Kemudian kata Kamaruddin, di punggung belakang jenazah Brigadir J ada semacam memar atau luka dan diambil sampelnya untuk diteliti penyebabnya.
"Lalu di bagian lutut sebelah kiri ditemukan semacam memar, dan diambil sampling untuk diteliti dan diuji," kata Kamaruddin.
Untuk kaki kanan Brigadir J yang bengkok dan tidak lurus, kata Kamaruddin juga diteliti dokter forensik.
"Kemudian di kaki kanan sebelah bawah yang ada jahitan, belum bisa dipastikan karena apa. Namun untuk sementara katanya diduga untuk memasukkan formalin," kata Kamaruddin.
Hal hampir sama katanya ditemukan di pergelangan kaki kiri.
Dugaan Diracun
Di luar itu semua kata Kamaruddin, pihaknya juga meminta dokter forensik memeriksa organ dalam tubuh Brigadir J atas kemungkinan korban tewas diracun.
"Menurut dokter itu sulit karena jenazah sudah dimasukkan formalin dua kali. Namun dari ginjal korban, ini sedang didalami karena ginjal sensitif dan semoga itu bisa memastikan diracun atau tidak," kata Kamaruddin.
Terkait dugaan jeratan di leher, kata Kamaruddin, kedua wakil keluarga menyatakan bahwa untuk otot leher tidak ada resapan darah, dan dokter forensik memastikan tidak ada jeratan di leher.
"Yang ada bekas tembakan ketika dijahit jadi ketarik, seperti garis, begitu informasinya, tapii tu beum pasti," katanya
Pengacara keluarga Brigadir J Kamaruddin Hendra Simanjuntak, membagikan foto Brigadir J saat video call dengan kekasihnya Vera Simanjuntak di media sosial Facebook miliknya.
Dalam keterangannya, Kamaruddin menyebut Brigadir Yosua diancam akan dibunuh oleh skuad lama. Namun Kamaruddin tidak menjelaskan siapa skuat lama yang dimaksudnya.
Reaksi Pengacara Irjen Ferdy
Menanggapi pernyataan Kamaruddin, Pengacara keluarga Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo, Arman Hanis membantah adanya ancaman terhadap Brigadir J oleh Skuad Lama.
"Ya skuad lama itu siapa. Kalau yang disebut di berita itu Brigadir D, saya pastikan tidak ada dan tidak mungkin,” ujarnya saat dihubungi wartawan, kemarin.
Dia juga telah mengklarifikasi hal tersebut kepada Brigadir D tentang ancaman kepada Brigadir Yosua. “Saya juga sudah tanya juga Brigadir D, ini beritanya gimana, benar tidak. Ya tidak mungkin lah, saya teman baik, saya teman curhatnya, lupa apa seangkatan atau apa lah ya. Brigadir D itu teman curhatnya ya, yang kedua dia sampaikan enggak mungkin, mana berani kita," bebernya.
Dia memastikan, hal itu tidak mungkin dilakukan Brigadir D, karena Brigadir J merupakan orang yang dipercaya untuk mengurus segala sesuatunya.
"Karena ya J sangat dipercaya sebagai Kepala Rumah Tangga, dianggap sebagai, istilahnya bukan Kepala Rumah Tangga ya, yang mengurus (yang paling dipercaya lah) iya begitu. Mana ada orang berani begitu," tutup Arman. n erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham