Waspada! Kemenkes Identifikasi Suspek Cacar Monyet di Jawa Tengah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto Ilustrasi Cacar Monyet
Foto Ilustrasi Cacar Monyet

i

SURABAYAPAGI.COM, Pati - Seorang warga yang terduga terpapar cacar monyet (monkeypox) di Jawa Tengah Indonesia berhasil diidentifikasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Warga tersebut saat ini menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Jawa Tengah.

 Juru bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan pasien merupakan laki-laki berusia 55 tahun. Syahril menyebut pasien bukan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

 "Seorang laki-laki, 55 tahun, bukan PPLN, suspek monkeypox dan saat ini dirawat isolasi di RS Swasta di Jateng," kata Syahril saat dihubungi, Rabu (3/8/2022).

 Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, seorang suspek tersebut awalnya mengalami gejala demam pada 19 Juli 2022 lalu dibawa ke rumah sakit dua hari kemudian.

 Pada 23 Juli 2022, suspek itu menunjukkan gejala cacar di mana muncul bintik-bintik di tubuhnya. "(Tanggal) 28 kita ambil sampelnya kemudian kita terima tanggal 29, itu yang sekarang sedang dites apakah dia small pox atau monkey pox," ujar Budi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

 Pasien tersbut dipastikan bukan dari kelompok gay. Hal ini dikarenakan yang bersangkutan memiliki seorang istri dan anak. Kondisi istri dan anak masih dalam pemantauan epidemiologi.

Pasien suspek tersebut saat ini sedang menjalani perawatan di ruang isolasi salah satu RS swasta di Jawa Tengah untuk proses penyembuhan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan hingga saat ini belum memastikan apakah seorang pasien berstatus suspek di Provinsi Jawa Tengah terjangkit virus cacar monyet atau Monkeypox.

 "Bisa saja hanya cacar biasa atau penyakit lain, bukan Monkeypox," katanya.

 Kemenkes  tengah menunggu hasil tes genome sequencing terhadap seorang warga asal Pati, Jawa Tengah tersebut. Budi menjelaskan, hasil tes tersebut akan membuktikan apakah orang tersebut terpapar cacar monyet atau cacar biasa (small pox).

 "Sekarang sedang di-genome sequence di kita di Kemenkes. Itu saya rasa harusnya dalam sehari dua hari bisa keluar. Karena genome sequence itu butuh sekitar 3 hari sampai 5 hari untuk bisa tahu variannya apa," kata Budi.

 Ia sekaligus menegaskan kasus ini belum konfirmasi sehingga hingga saat ini belum ada kasus konfirmasi alias kasus cacar monyet masih nihil di Indonesia.

 Pada akhir Juli lalu, Budi juga sudah melaporkan setidaknya ada sembilan suspek pasien cacar monyet di Indonesia. Kendati demikian, semua suspek dinyatakan negatif cacar monyet setelah melalui pemeriksaan.

 “Ini sama dengan yang kemarin kejadian 9 suspek, begitu dites malah ternyata ini bukan monkey pox. Kalau yang 9 sudah bukan suspek," ujar Budi.

 Sebagai informasi,Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) membentuk Satuan Tugas (Satgas) cacar monyet.

 Satgas Monkeypox ini terdiri dari sejumlah organisasi profesi lainnya yang akan bertugas memantau dan mendeteksi potensi Monkeypox terjadi di Indonesia. Organisasi ini juga mendesak agar pemerintah memperkuat upaya mitigasi dalam pencegahan kasus cacar monyet atau monkeypox di Indonesia. jt

Berita Terbaru

Tindaklanjuti Kasus 210 Siswa Keracunan, Wali Kota Eri Masih Tunggu Hasil Lab MBG

Tindaklanjuti Kasus 210 Siswa Keracunan, Wali Kota Eri Masih Tunggu Hasil Lab MBG

Selasa, 19 Mei 2026 13:04 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 13:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kasus keracunan diduga akibat lauk daging krengsengan dari program MBG olahan SPPG Bubutan, Tembok Dukuh, Surabaya,…

Lapak Hewan Kurban Mulai Berjejer di Jalanan Surabaya hingga Gencar Promosi Online

Lapak Hewan Kurban Mulai Berjejer di Jalanan Surabaya hingga Gencar Promosi Online

Selasa, 19 Mei 2026 12:46 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang Hari Raya Idul adha 2026, sejumlah lapak hewan kurban mulai dari sapi, kambing hingga domba berjejer di sepanjang Jalan…

Isu Transparansi BUMD Jatim Menguat, Audit PJU Diminta Segera Dilakukan

Isu Transparansi BUMD Jatim Menguat, Audit PJU Diminta Segera Dilakukan

Selasa, 19 Mei 2026 12:39 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 12:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Sekretaris Daerah (Sekda) untuk merombak jajaran direksi sejumlah Badan Usaha Milik D…

Kegiatan Flushing 2 Bendungan, Warga di Blitar Bondong-bondong Cari Ikan Mabuk

Kegiatan Flushing 2 Bendungan, Warga di Blitar Bondong-bondong Cari Ikan Mabuk

Selasa, 19 Mei 2026 12:35 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 12:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Melihat fenomena flushing alias pladu bendungan di Blitar yang dimulai oleh Perum Jasa Tirta I di Bendungan Wlingi dan Lodoyo…

Maraknya Aktivitas Pemilahan Liar di TPS Surabaya Imbas Lonjakan Harga Plastik

Maraknya Aktivitas Pemilahan Liar di TPS Surabaya Imbas Lonjakan Harga Plastik

Selasa, 19 Mei 2026 12:14 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 12:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Imbas lonjakan harga plastik yang masih mahal mengakibatkan maraknya aktivitas pemilahan liar di sejumlah Tempat Penampungan…

Polres Blitar Kota Gelar Launcing Program KOPLINGMAS BABINKAMTIBMAS dan Pemberian Penghargaan Anggota

Polres Blitar Kota Gelar Launcing Program KOPLINGMAS BABINKAMTIBMAS dan Pemberian Penghargaan Anggota

Selasa, 19 Mei 2026 12:05 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 12:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, S.I.K., M.I.K. pagi ini  memimpin  kegiatan Apel pemberian penghargaan sekaligus l…