Fashion Street Baru "Mejeng Nang Suroboyo"

Bukan di Zebra-Cross, Pindah di Alun-alun...

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pagelaran fashion show bertajuk "Mejeng Nang Suroboyo" di halaman Alun-Alun Surabaya, Sabtu (6/8/2022) akhir pekan kemarin menjadi daya tarik baru bagi warga kota Surabaya. Pagelaran ini menggantikan acara Tunjungan Fashion Week di Jalan Tunjungan yang 'mengadopsi' dari Citayam Fashion Week itu. Apakah berhasil pagelaran Mejeng Nang Suroboyo ini? Berikut laporan wartawan Restuti Cahya.

Meski berkonsep street style, namun menariknya fashion show tersebut dilengkapi dengan red carpet sepanjang 40 meter untuk peserta catwalk memamerkan fashion mereka masing-masing.

Penyelenggara sekaligus Ketua Umum Cak dan Ning Surabaya Sereza Buana Febrian mengatakan ada sebanyak 125 peserta warga Surabaya yang mengikuti fashion show tersebut. "Ini mewadahi yang di Tunjungan Romansa agar ke sini, gak perlu di trotoar dan zebra cross tapi ke Alun-Alun Surabaya, semoga ngefek," kata Sereza Buana Febrian.

Adapun 125 peserta itu selain dari masyarakat umum, 18 peserta diantaranya merupakan anak-anak disabilitas dari Fira Modelling Disabilitas. "8 anak-anak dan 10 dewasa disabilitas," ia menguraikan.

Tak ketinggalan pula, peserta juga berasal dari beberapa agensi model lain serta UMKM binaan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya. "UMKM fashion yang dibina pemkot juga ada. Adapula desainer yang sudah tingkat internasional," ia mengungkapkan.

Nah, pada edisi perdana ini, fashion show "Mejeng nang Suroboyo" ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama pada sore hari sebelum Maghrib. Sedangkan sesi kedua dan ketiga setelah Maghrib.

Para model yang tampil ada anak-anak, remaja, hingga dewasa. Mereka berjalan di atas karpet merah layaknya model profesional yang tampil di atas catwalk. Warga Surabaya dan luar Surabaya begitu antusias menyaksikan fashion show tersebut.

Terlebih, di lokasi juga ada stand-stand UMKM kuliner dan fashion, sehingga ketika haus dan lapar atau juga ingin berbelanja, para pengunjung tidak perlu keluar Alun-Alun Suroboyo, cukup menikmati produk-produk UMKM yang sudah disediakan di 20 stand UMKM.

 

Perlu Evaluasi

Meski begitu, pagelaran Mejeng Nang Suroboyo sendiri masih banyak catatan. Catatan ini diberikan apabila ada antusiasme yang tinggi dari anak muda Surabaya.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga (Disbudparpora) Surabaya Wiwiek Widayati. Wiwiek memastikan bahwa sebenarnya ini adalah program untuk mewadahi anak-anak muda Surabaya yang mempunyai minat di industri kreatif fashion. “Jadi, anak-anak muda yang punya kreativitas ini bisa dioptimalkan dengan lebih baik lagi ke depannya,” kata Wiwiek, Minggu (7/8/2022).

Menurutnya, setelah event ini pihaknya akan melakukan sejumlah evaluasi apabila memang antusiasme warga tinggi dan anak muda Surabaya banyak yang ingin ikut, maka tidak menutup kemungkinan event semacam ini akan terus digelar di Alun-Alun Suroboyo maupun di tempat wisata lainnya.

“Tapi yang paling penting, event semacam ini tidak boleh mengganggu kepentingan umum atau kepentingan orang lain. Nah, dengan digelar di tempat ini, maka kita juga bisa mewadahi anak-anak muda yang memiliki passion di fashion dan juga kita bisa memonitor anak-anak muda ini,” ia menegaskan.

Sedangkan, Ketua Umum Cak dan Ning Surabaya Sereza Buana Febrian mengatakan peserta yang mengikuti fashion show tersebut adalah warga Surabaya yang mempunyai minat di dunia fashion. "Ini memang untuk mewadahi teman-teman yang menggeluti fashion," kata Sereza Buana Febrian.

Ia mengakui bahwa peserta yang daftar untuk mengikuti acara tersebut sangat banyak, lalu pihak panitia melakukan verifikasi, dan ternyata banyak yang harus ditolak. Akhirnya, peserta yang ikut dalam acara kali ini sebanyak 125 peserta. res/cr2/rmc

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…