Bupati Sumenep Ajak Masyarakat dan Pelaku Seni untuk Menjaga Budaya Lokal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi SH. MH menggunakan baju dan blangkon khas kerajaan. SP/Ainur Rahman
Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi SH. MH menggunakan baju dan blangkon khas kerajaan. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI, Sumenep - Bupati Sumenep Achmad Fauzi SH, MH mengatakan menjaga dan melestarikan budaya lokal di Kabupaten Sumenep adalah salah satu bentuk kepedulian masyarakat.

"Masyarakat harus peka kepada lingkungannya, dan tugas para seniman sebagai pelaku Seni, untuk memberikan inspirasi bagi mereka" tegasnya Surabaya pagi kemarin.

Bupati sangat mengapresiasi pelaku seni di Kabupaten Sumenep. ‘’Sebab, seorang Seniman sebagai creator untuk melahirkan program-program kreatif ," kilahnya.

Selain Pemkab Sumenep terus berbenah untuk mengembalikan nuansa kebudayaan lokal ke kancah nasional, tentu hal ini harus digerakkan oleh pelaku seni, yakni Seniman dan budayawan.

" adi seniman bisa bekerjasama dengan pemerintah, melalui program dan gagasan yang dimilikinya untuk kemudian di programkan dalam satu tujuan," katanya.

Untuk saat ini, kata Bupati, Pemkab Sumenep sudah terbukti menggagas nuansa Keraton Sumenep kembali seperti tempo dulu yakni melestarikan kebudayaan Sumenep yang dimulai dari dalam lingkungan keraton. 

" Saya sebagai Bupati Sumenep saat ini, akan berusaha untuk mengembalikan suasana Kraton seperti tempo dulu, sekalipun agak sulit namun yang terpenting saya sudah berbuat,"  tudingnya.

Selain itu juga,  sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur Sumenep khususnya para raja-raja bersama keluarga dan keturunan keraton.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah, ini sesuai masukan pihak-pihak yang menginginkan nilai-nilai budaya di Sumenep lebih dihargai. Termasuk keberadaan Keraton Sumenep,” terang bupati.

Penerapan nuansa keraton tempo dulu, menurut Fauzi, akan dimulai dengan mengembalikan fungsi Labeng Mesem sebagai pintu utama keraton. Nanti, tata cara baru masuk rumah dinas bupati, termasuk bupati, harus lewat Labeng Mesem.

“Rumah dinas bupati itu posisinya di belakang keraton, bukan di depannya. Selama ini seolah-olah rumah dinas bupati itu di depan keraton,” urai Fauzi.

Selain itu, Bupati Fauzi juga mewajibkan semua penjaga, staf, pramusaji, dan orang-orang yang ada di lingkungan keraton, harus menggunakan pakaian adat keraton seperti zaman dulu.

“Siapapun yang datang akan merasakan nuansa keraton, dan pada akhirnya akan dapat menyimpulkan bahwa nilai-nilai budaya keraton di Sumenep masih terjaga dengan baik,” pungkasnya.ar

Berita Terbaru

Hama Tikus Liar, Puluhan Hektare Jagung di Tuban Diambang Gagal Panen

Hama Tikus Liar, Puluhan Hektare Jagung di Tuban Diambang Gagal Panen

Rabu, 05 Agu 2026 15:44 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Seluas puluhan hektare tanaman jagung yang siap panen hancur digerogoti kawanan pengerat hama tikus liar yang meneror lahan pertanian…

Siapkan Blok Makam Muslim dan Nonmuslim, Pemkot Surabaya Perluasan TPU Keputih

Siapkan Blok Makam Muslim dan Nonmuslim, Pemkot Surabaya Perluasan TPU Keputih

Rabu, 05 Agu 2026 15:22 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai bagian dari upaya perluasan area pemakaman, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan bangunan liar (bangli) di…

Program Sekolah Rakyat, Wali Kota Eri Optimistis Lahirkan Pemimpin Masa Depan

Program Sekolah Rakyat, Wali Kota Eri Optimistis Lahirkan Pemimpin Masa Depan

Rabu, 05 Agu 2026 15:15 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Pahlawan sudah mulai berjalan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi optimistis Sekolah Rakyat…

Siap Dibangun, Lahan Sekolah Rakyat Tahap III Magetan Masih Ditanami Tebu

Siap Dibangun, Lahan Sekolah Rakyat Tahap III Magetan Masih Ditanami Tebu

Rabu, 05 Agu 2026 14:37 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap III di Magetan yang didanai APBN, saat ini terkait kesiapan lahan sekolah…

Kaji Perampingan OPD, Pemkab Magetan Berlakukan Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Kaji Perampingan OPD, Pemkab Magetan Berlakukan Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Rabu, 05 Agu 2026 14:34 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 14:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menyusun strategi menghadapi pemberlakuan ketentuan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30…

Tertekan Musim Giling 2026, Petani Tebu di Magetan Keluhkan Lonjakan Biaya Produksi

Tertekan Musim Giling 2026, Petani Tebu di Magetan Keluhkan Lonjakan Biaya Produksi

Rabu, 05 Agu 2026 13:56 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Memasuki musim giling tahun ini, sejumlah petani tebu di wilayah kerja Pabrik Gula (PG) Poerwodadie, Kabupaten Magetan mengeluhkan…