Sambo Tampak Lunglai, Alam Pikirannya Wallahualam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ferdy Sambo terlihat lunglai dan dirangkul oleh istrinya Putri Candrawathi saat proses rekonstruksi di rumah dinasnya di Duren Tiga, Selasa (30/8/2022).
Ferdy Sambo terlihat lunglai dan dirangkul oleh istrinya Putri Candrawathi saat proses rekonstruksi di rumah dinasnya di Duren Tiga, Selasa (30/8/2022).

i

Saat Rekonstruksi Penyidik Bareskrim Masih Panggil Sambo, Jenderal

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sambo, secara fisikal, saat rekonstrusi kasusnya tampak seperti orang yang lunglai. Tak tahu alam pikiran mantan Ketua Satgassus Merah Putih. Otaknya hanya Sambo yang bisa menggerakan.

Apakah penampakan fisik bekas Kadiv Propam Mabes Polri kemarin menggambarkan dirinya menyesal dan bertobat. Hanya Sambo dan Tuhan YME yang tahu.

Pertanyaan ini menyerap hasil sidang Kode Etik minggu yang lalu. Saat diputus dirinya dipecat, Sambo banding. Padahal, sebelum sidang, ia sudah mengedarkan pernyataan maaf dan penyesalannya atas pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, ajudannya. Publik diberi pandangan oleh Kapolri sifat dan sikap pembohong Sambo. Apakah ini tabiat seorang yang punya ambiguitas? Walahualam.

Hasil pantauan Surabaya Pagi dari siaran YouTube TV Polri Sambo, yang sudah mengenakan baju tahan Mabes Polri dan celana hitam, memperagakan adegan demi adegan sampai peragaan ke 78. Sambo, tampak berwajah lusih berjalan dari TKP rumah pribadinya di Jalan Saguling III Komplek Pertambangan Duren Tiga, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Sambo, siang kemarin digiring dan diarahkan oleh penyidik. Sambo, tak bisa bergerak leluasa, karena kedua tangannya terikat.

Dengan kapala tegak dan tanpa mengeluarkan kata-kata, Ferdy mengikuti setiap instruksi penyidik Bareskrim yang pangkatnya Kombes ke bawah.

Termasuk adegan reka ulang berpindah ke dalam rumah lantai dua, tempat Brigadir J ditembak.

 

Lokasinya Sempit

Para wartawan peliput hanya boleh mengambil gambar dari luar pagar rumah tersebut.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan awak media tak diizinkan melihat secara langsung rekonstruksi kasus pembunuhan berencana tersebut.

Alasannya karena lokasi sempit, sehingga awak media hanya bisa meliput lewat monitor yang bakal dipersiapkan.

"Tempat sempit, besok, saya siapkan saja untuk bisa diliput di TV (monitor, red)," kata Irjen Dedi.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menambahkan rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J digelar di tiga lokasi.

Selain di Jalan Saguling III, rekonstruksi juga digelar di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan dan rumah pribadi Sambo lainnya di Magelang, Jawa Tengah.

"Rekonstruksi akan meliputi 78 adegan," kata Dedi kepada wartawan di Jalan Saguling III.

Dedi menjelaskan, 35 adegan di antaranya diperagakan di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III.

"Di rumah Saguling sebanyak 35 adegan, meliputi peristiwa tanggal 8 Juli 2022 dan pasca pembunuhan Brigadir J," ujarnya.

Sementara itu, sebanyak 27 adegan diperagakan dalam rekonstruksi di rumah dinas Sambo di Komplek Polri Duren Tiga.

"Di rumah Magelang sebanyak 16 adegan, yang meliputi peristiwa tanggal 4, tanggal 7, dan tanggal 8 Juli," ungkap Dedi.

 

Masih Dipanggil Jenderal

Ada adegan unik dalam proses rekosntruksi  di rumah duren tiga, saat Sambo memeragakan adegan ke-54.

Adegan itu menampilkan saat  Sambo, turun dari mobil Toyota Innova berwarna hitam dengan pelat nomor B 1434 RFP.

Setelahnya diperlihatkan adegan Sambo, mengambil pistolnya yang terjatuh ke aspal.

Saat itu seorang penyidik Bareskrim Polri  bertanya kepada Ferdy Sambo.

Penyidik itu masih memanggil Ferdy Sambo dengan sebutan jenderal meski sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) telah memutuskan pemecatan terhadap suami Putri Candrawathi itu.

"Tapi kan senjatanya benar, jenderal?" tanya penyidik tersebut bertanya kepada Ferdy Sambo.

Mantan Kadiv Propam itu pun menanggapinya dengan menganggukkan kepala.

 

Sambo Todongkan Pistol

Pada reka adegan di ruang tengah rumah dinas duren tiga memperlihatkan,  Sambo menodongkan senjata ke peran pengganti Brigadir J.

Tampak terlihat Brigadir J mengangkat tangannya di depan dada dan seperti menghindari tembakan tersebut.

Lalu usai ditembak, Brigadir J sudah terbaring di lantai dekat tangga menuju lantai 2. Kemudian tak lama Sambo mendekat kepada tubuh Brigadir J. Namun tidak terlihat apa yang dilakukan Sambo kepada Brigadir J.

Lantas Sambo menghadap ke atas tangga lantai dua untuk menembak beberapa peluru disana. Hal ini dilakukan agar terlihat adanya tembak menembak antara brigadir J dengan Bharada E.

 

Ada 78 Adegan

Saat rekonstruksi, Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, setidaknya ada 78 adegan dalam rekonstruksi tersebut.

Usai rekonstruksi peristiwa di Magelang, Polri melakukan reka adegan di Saguling sebanyak 35 adegan yang meliputi peristiwa pada tanggal 8 Juli dan pasca-pembunuhan Brigadir Joshua. Dilanjutkan dengan reka adegan apa yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam, Kompleks Duren Tiga.

"Di rumah Kompleks Polri Duren Tiga sebanyak 27 adegan, peristiwa pembunuhan Brigadir Yosua," ujar Andi.

 

Sambo Tembak Dinding

Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ternyata yang menembakkan sendiri senjata api (senpi) ke arah dinding seusai Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J dieksekusi di rumah dinasnya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Hal itu terungkap dalam proses rekonstruksi yang disiarkan secara online melalui kanal Youtube Polri TV.

Dalam siaran itu, proses reka ulang adegan tak disampaikan secara utuh lantaran terputus-putus.

Awalnya, siaran itu memperlihatkan Ferdy Sambo berada di ruang tamu.

 

Brigadir J Terkapar

Tak hanya Sambo, ada juga Bharada Richard Eliezer alias Bharada E yang berada di tempat yang sama.

Keduanya memeragakan adegan melihat Brigadir J yang sudah terkapar dengan posisi telungkup di bawah tangga rumahnya seusai dieksekusi.

Lalu, Sambo sengaja menembakan senpi menuju ke arah tangga lantai kedua.

Ada sejumlah peluru yang ditembakkan Ferdy Sambo dalam adegan tersebut.

Senpi tersebut sengaja ditembakkan untuk membuat seolah-olah kematian Brigadir J karena baku tembak. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Paripurna DPRD, Bupati Pasuruan Sampaikan LKPJ 2025 dengan Serapan 99,47 Persen

Paripurna DPRD, Bupati Pasuruan Sampaikan LKPJ 2025 dengan Serapan 99,47 Persen

Senin, 06 Apr 2026 09:28 WIB

Senin, 06 Apr 2026 09:28 WIB

SURABAYAPAGI com, Pasuruan – Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo pada hari Senin, 30 Maret 2026 menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun A…

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…