Pastikan Giat Ekonomi Warga Berjalan Lancar, Laila Mufidah Desak Pemkot Segera Bangun Area Jemur Ikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Laila Mufidah saat mengunjungi area penjemuran ikan di Jl. Cumpat, Kelurahan Kedung Cowek, Rabu (19/10).
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Laila Mufidah saat mengunjungi area penjemuran ikan di Jl. Cumpat, Kelurahan Kedung Cowek, Rabu (19/10).

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Masa Reses Tahun Sidang ke IV Masa Persidangan ke 1 Tahun Anggaran 2022 yang berlangsung pada 12-19 Oktober ini dimanfaatkan betul oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Laila Mufidah untuk lebih dekat dengan masyarakat guna mendengar keluhan masyarakat bawah. 

Tak kenal lelah, dibawah terik matahari Laila Mufidah berkeliling di Jalan Cumpat, Kelurahan Kedung Cowek melihat secara langsung aktivitas penjemuran ikan yang dilakukan warga. Disana, warga memanfaatkan bahu jalan raya untuk menjemur ikan. Hasilnya, 40 persen jalan termakan aktivitas warga, pengguna jalan harus mengalah dengan melewati sisi yang tak dipakai penjemuran. 

Kunjungan ini menjadi salah satu langkah nyata yang dilakukan Laila setelah menerima keluhan warga. Ketua Perempuan Bangsa ini memastikan geliat ekonomi warga harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah serta memastikan bahwa aktivitas ekonomi warga bisa berjalan lancar. 

Disela-sila kunjungannya ke warga RW 2 Nambangan Cumpat. Laila menuturkan, warga sempat mengadu bahwa mereka tak memiliki lahan untuk menjemur ikan. Padahal, mayoritas warga di Kedung Cowek bermata pencaharian sebagai nelayan. Tentu saja, menjemur ikan jadi aktivitas harian. Namun masalahnya, mereka tidak ada lahan untuk menjemur. 

"Alhasil, ya, jalan raya yang dimanfaatkan warga. Selain badan jalan terpotong, penjemuran ikan di jalan ini juga membuat lingkungan terkesan kumuh dan bau," ujar Laila. 

Selain itu, Jalan Cumpat juga menjadi jalur utama bagi wisatawan yang akan bertandang ke Pantai Kenjeran. Tentu saja, ini jadi kesan yang kurang baik jika wisatawan melihat banyak ikan dijemur sembarangan di jalan. 

Maka dari itu, Laila Mufidah mendesak Pemerintah Kota Surabaya agar segera turun tangan. Pembuatan area penjemuran ikan ini harus diprioritaskan agar lingkungan Nambangan Cumpat makin bersih. Hal itu sekaligus untuk mendukung penuh kegiatan ekonomi warga. 

"Lewat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Pemkot bisa tau aset-asetnya yang ada di sekitar sini. Nah, aset itu bisa untuk dibangun penjemuran. Ini sangat krusial karena terkait ekonomi para warga," ungkapnya. 

Ketua RT 1 RW 2 Rosyidah. Ia mengatakan bahwa penjemuran ikan di jalanan sudah berlangsung setidaknya selama 3 tahun belakangan. Saat Laila berkunjung kemarin, jumlah ikan yang dijemur termasuk normal. Namun, jika musim panen tiba, penjemuran akan makin memakan jalan. Bahkan hingga 90 persen badan jalan. Seringkali hal itu juga menjadi bentrok antara warga setempat dengan pengguna jalan. 

"Ini jadi keresahan kami. Apalagi jika Satpol PP sudah turun tangan, pasti hasil panen warga diangkut. Padahal itu satu-satunya sumber mata pencaharian kami," ungkap Rosyidah. 

Rosyidah bercerita, dulu, warga RW 2 memiliki area yang terpusat di daerah Pantai Kenjeran Kedung Cowek untuk menjemur ikan. Namun, lahan tersebut dialihfungsikan oleh Pemkot Surabaya sebagai Taman Suroboyo. Sejak diresmikan pada 2019 lalu, warga sudah tak memiliki lahan penjemuran. Terpaksa, jalan menjadi alternatif tempat menjemur ikan. Alq

Berita Terbaru

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM,Madiun - Di tengah gencarnya narasi keberpihakan pada UMKM dan pasar rakyat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengajak pul…

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

KPK Ungkap Temuan Korupsi di Kabupaten Pekalongan Hingga Rp 46 Miliar oleh Keluarga Mantan Pedangdut   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bupati Pekalongan nonaktif …

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Trump Isyaratkan Akhiri Perang, Karena Harga Minyak   SURABAYAPAGI.COM, New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Rabu (11/3) …

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto…

Usai Kalah Praperadilan, Eks Menag Yaqut Langsung Ditahan KPK

Usai Kalah Praperadilan, Eks Menag Yaqut Langsung Ditahan KPK

Kamis, 12 Mar 2026 19:29 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Staquf, telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka terkait kasus…

3 Perusahaan Emas di Sidoarjo dan Surabaya, Digeledah Bareskrim

3 Perusahaan Emas di Sidoarjo dan Surabaya, Digeledah Bareskrim

Kamis, 12 Mar 2026 19:27 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tiga perusahaan emas di Surabaya dan Sidoarjo digeledah Bareskrim Polri. Ketiga perusahaan meliputi PT SJU, PT IGS dan PT…