Puskesmas Dasuk Kab Sumenep, Lakukan Stunting Balita, dan Berikan Pelayanan Pencegahan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
drg. Novia Sri Wahyuni, M. Kes saat berada diruang kerjanya, puskesmas Dasuk Kecamatan Dasuk Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
drg. Novia Sri Wahyuni, M. Kes saat berada diruang kerjanya, puskesmas Dasuk Kecamatan Dasuk Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Kepala Puskesmas Dasuk, drg. Novia Sri Wahyuni M.Kes, melakukan monitoring penanggulangan stunting di Puskesmas Dasuk Kecamatan Dasuk Kab. Sumenep.

Menurutnya, langkah itu dilakukan melalui Pendekatan Lintas Sektor kepada masyarakat, agar masyarakat sadar tentang menjaga imun dan stunting bagi anak khususnya anak yang masih balita.

"Jadi, stunting itu adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, kekurangan gizi kronis itu terjadi sejak bayi lahir dan setelah awal lahir atau pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)," tegasnya.

Dikatakan Novi, stimulasi dari lingkungan sekitar ini juga sangat penting pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) hingga dua tahun pertama.

Novi menambahkan, berdasarkan data global nutrition records tahun 2014, di Indonesia termasuk dalam 17 negara di antara 117 negara yang mempunyai masalah terhadap gizi. Salah satunya adalah stunting.

"Bila berbicara tentang gizi, tentu menjadi faktor penghambat dalam pembangunan, sebab, hubungan gizi dengan pembangunan bersifat timbal balik," terangnya.

Dijelaskan, bahwa gizi akan menentukan keberhasilan dalam suatu bangsa. Begitu pula sebaliknya kondisi suatu bangsa dapat menentukan kesehatan.

Jadi, di Puskesmas Dasuk sangat berperan aktif dalam penanganan stunting, dan upaya pencegahan segala yang berhubungan dengan penyakit Ibu Hamil KEK, Stunting balita.

"Puskesmas Dasuk, pernah melakukan pendataan stunting balita khusus di bulan Juni kemarin, dan hasilnya, ditemukan data stunting anak balita berjumlah 69 dan pihak puskesmas telah melakukan pembinaan," jelasnya.

Ia juga mengatakan, jika terjadinya stunting anak balita itu banyak dipengaruhi oleh faktor ibu, anak, keluarga dan lingkungan.

"Setelah melakukan survey bersama lintas sektor dan pemerintahan di desa, dari faktor lingkungan, pihak puskesmas menemukan dua Kartu Keluarga (KK) yang tidak memiliki jamban, akhirnya kita bantu dan sekarang sudah memiliki jamban," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pendataan kepada masyarakat terkait kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), di dalam pendataan ditemukan ada 28 KK yang tidak memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Setelah melakukan pendataan dan menemukan ada 28 Kartu Keluarga (KK) yang tidak memiliki kartu JKN, akhirnya kita bantu melakukan administrasi ulang, dan akhirnya ke 28 Kartu Keluarga (KK) saat ini sudah memiliki kartu JKN," jelasnya.

Jadi, dalam upaya mencegah penurunan angka stunting, pihak puskesmas memberikan Makanan Tambahan (PMT) pada balita stunting sekaligus pemberian multivitamin berupa zink.

"Kita lakukan pencegahan stunting, dengan melakukan pemberian tambahan makanan (PMT) termasuk Pemberian PMT baik kepada Ibu Hamil kekurangan energi kronis ( bumil KEK) dan yang Anemia, baik berupa biskuit maupun PMT bahan lokal," terangnya.

Melakukan pendampingan kepada ibu hamil khususnya pada ibu hamil yang terindikasi Kekurangan energi kronis (KEK ) karena seringnya kita jumpai ibu hamil dengan kondisi sel darah merah menurun.

"Menurunnya kadar hemoglobin pada Ibu Hamil, berdampak pada kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ vital, terus kondisi melemah dan janin menjadi kurang sehat. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Dindik Pacitan Mulai Evaluasi dan Petakan Penurunan Siswa Baru Sekolah Negeri

Dindik Pacitan Mulai Evaluasi dan Petakan Penurunan Siswa Baru Sekolah Negeri

Kamis, 16 Jul 2026 11:49 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 11:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Menanggapi fenomena penurunan jumlah siswa baru di sejumlah sekolah negeri, khususnya pada tingkat SD, guna mengevaluasi…

Tingkatkan Kuota Paspor hingga 75 Persen, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar Catatkan 210 Pemohon per Hari

Tingkatkan Kuota Paspor hingga 75 Persen, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar Catatkan 210 Pemohon per Hari

Kamis, 16 Jul 2026 11:38 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 11:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar meningkatkan kuota pelayanan permohonan paspor harian sebesar 75 persen, yang sebelumnya 120…

Tingkatkan Efektifitas Masalah Hukum, KAI Daop 7 Madiun Jalin Kerjasama dengan Kejari Kota Madiun

Tingkatkan Efektifitas Masalah Hukum, KAI Daop 7 Madiun Jalin Kerjasama dengan Kejari Kota Madiun

Kamis, 16 Jul 2026 11:35 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 11:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun resmi jalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Penanganan Masalah Hukum Bidang…

Cegah ‘Overload’ TPA Supit Urang, Pemkot Malang Optimalisasi Pengolahan Hulu

Cegah ‘Overload’ TPA Supit Urang, Pemkot Malang Optimalisasi Pengolahan Hulu

Kamis, 16 Jul 2026 11:14 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 11:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi terjadinya overload atau kelebihan akibat beban sampah yang diolah di TPA Supit…

Tahun 2026, Pemkot Malang Upayakan 109 PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Tahun 2026, Pemkot Malang Upayakan 109 PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Kamis, 16 Jul 2026 11:06 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 11:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti masih banyak pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu di lingkup Kota Malang, Jawa Timur, saat…

Kualitas Demokrasi Jawa Timur 4 Besar Nasional, Komisi A Dorong Penegakan dan Sosialisasi Perda ke Masyarakat

Kualitas Demokrasi Jawa Timur 4 Besar Nasional, Komisi A Dorong Penegakan dan Sosialisasi Perda ke Masyarakat

Kamis, 16 Jul 2026 11:03 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 11:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) untuk Provinsi Jawa Timur menunjukkan capaian yang sangat positif. Berdasarkan rilis terbaru dari …