BPN Gresik Dituding Sebagai Sarang Mafia Tanah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Spanduk pengunjuk rasa yang dibentangkan di depan Kantor BPN Gresik, minta aparat penegak hukum untuk turun memberantas mafia tanah di Gresik. Foto: SP/Grs.
Spanduk pengunjuk rasa yang dibentangkan di depan Kantor BPN Gresik, minta aparat penegak hukum untuk turun memberantas mafia tanah di Gresik. Foto: SP/Grs.

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Aktivis LSM Gerakan Pemuda Nusantara (Genpatra) Gresik kembali melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Kamis (27/10/2022).

Aksi kali kedua Genpatra ini merupakan bentuk keprihatinan atas banyaknya korban mafia tanah di kantor ATR/BPN Gresik terkait sertifikasi tanah. Genpatra menduga Kantor ATR/BPN Gresik menjadi sarang mafia tanah.

"Kami Genpatra selaku lembaga swadaya masyarakat yang selalu mempunyai spirit menghancurkan mafia tanah yang ada di Gresik," kata koordinator Genpatra, Ali Candi, Selasa (22/10/2022) melalui surat pemberitahuan aksi unjuk rasa yang diterima awak media.

Dugaan itu salah satunya berdasarkan pengakuan sertifikat tanah milik Sueb Abdullah yang berlokasi di kawasan JIIPE Manyar ke BPN Gresik 6 tahun lalu, hingga kini tidak kunjung selesai.

"Tidak diresponnya aksi unjuk rasa kami pada 20 Oktober 2022 oleh Kantor ATR/BPN Gresik dengan masih bersikerasnya Kepala Kantor ATR/BPN Gresik Asep Heri untuk tetap menghambat penerbitan sertifikat atas nama Sueb Abdullah yang lokasi tanahnya terletak di kawasan ekonomi khusus JIIPE dengan berbagai cara agar terkesan sertifikat tersebut belum layak diterbitkan," lanjutnya.

Pada unjuk rasa ini, Genpatra menyampaikan tiga tuntutan, yakni copot Asep Heri sebagai Kepala Kantor ATR/BPN Gresik, terbitkan sertifikat tanah atas nama Sueb Abdullah dan usut penyalahgunaan dana proyek PTSL 2020-2021.

Sebelumnya, Kasi Pengadaan Tanah BPN Gresik Dading Kusuma mengatakan masih perlu melakukan koordinasi, khususnya terkait data dan objek tanah yang dimohonkan penyertifikatannya.

”Dari hasil pertemuan memang ada selisih 1 hektar, sesuai yang di mohonkan ke ATR/BPN Gresik luasnya 2,4 hektar, namun yang diajukan pihak Sueb melalui pengacaranya seluas 3,5 hektar. Memang besar selisih 1 hektar tersebut, dan kami meminta agar pihak mereka agar memberikan bukti-bukti pelengkap sebagai pendukungnya,” ungkapnya kepada awak media usai menemui pengunjuk rasa beberapa waktu lalu. grs

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…