Jangan Sembarang Minum Obat Bebas Saat Pilek

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pilek merupakan masalah kesehatan yang cukup umum dialami oleh orang dewasa dan juga anak-anak. Di Amerika Serikat, misalnya, orang dewasa biasanya mengalami pilek sebanyak dua hingga kali per tahun, sedangkan anak-anak lebih sering dari itu.

Karena disebabkan oleh virus, belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan pilek. Pengobatan yang tersedia saat ini hanya berperan dalam meredakan gejala-gejala yang muncul akibat pilek.

"Kita hanya bergantung pada berbagai metode untuk meringankan gejalanya," jelas clinical associate professor dari Department of Otolaryngology-Head and Neck Surgery di NYU Langone Health, Dr Erich Voigt, seperti dikutip dari laman Today, Senin (21/11).

Pilek umumnya memunculkan gejala seperti hidung beringus, bersin, nyeri tenggorokan, batuk, sakit kepala, dan badan pegal. Orang yang terkena pilek biasanya akan membaik dalam kurun waktu tujuh hingga 10 hari.

Perlu diketahui bahwa pilek tidak menyebabkan demam, sesak napas, nyeri hebat, atau kehilangan indra penciuman dan perasa. Pilek juga tak memicu munculnya ruam di kulit. Seseorang yang mengalami gejala-gejala seperti ini kemungkinan bukan terkena pilek dan perlu mencari saran lebih lanjut dari dokter."Bila Anda mengalami pilek, Anda perlu berdiam di rumah sampai Anda merasa lebih baik," jelas dr Voigt.

Berdiam diri di rumah selama pilek bisa membantu proses pemulihan. Selain itu, kiat ini juga dapat mencegah terjadinya penularan pilek kepada orang lain. Hidrasi merupakan strategi dasar dalam menunjang pemulihan. Hidrasi ini bisa dilakukan dengan meminum air putih, jus, air kaldu, atau air lemon hangat dengan madu. Salah satu manfaat hidrasi adalah mempermudah keluarnya ingus yang menumpuk dan menyumbat hidung.

Lalu, ada beragam obat bebas yang bisa dibeli untuk meredakan pilek. Gunakan obat-obat bebas ini sesuai dengan petunjuk di bagian kemasan agar terhindar dari risiko efek samping.

Sebagai contoh, dekongestan dengan antihistamin bisa membantu bila digunakan hanya dalam beberapa hari saja. Contoh lainnya, obat semprot oxymetazoline juga hanya boleh digunakan maksimal tiga hari.

Sementara itu, bagi penderita penyakit jantung atau masalah tekanan darah, obat dekongestan oral seperti pseudoephedrine bisa meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Jadi, hindari minum obat dengan kandungan tersebut ketika Anda pilek.

"Bayi dan anak kecil secara umum sebaiknya menghindari obat batuk dan pilek yang dijual bebas," kata asisten profesor di bidang ilmu kedokteran anak dari University of California, dr Jason Nagata.hlt/plk

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…