Jual Satwa Dilindungi, Setha Danu Dituntut 8 Bulan Penjara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terdakwa Sheta Danu Saputro, menjalani sidang agenda tuntutan JPU, di ruang Candra PN.Surabaya, secara online, Kamis (05/01/2023). SP/Budi Mulyono
Terdakwa Sheta Danu Saputro, menjalani sidang agenda tuntutan JPU, di ruang Candra PN.Surabaya, secara online, Kamis (05/01/2023). SP/Budi Mulyono

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sidang perkara pidana dengan sengaja berdagang satwa dilindungi di toko burung Rumah Konin jalan Wonorejo Timur No. 4 Kec. Rungkut Surabaya, ditemukan 22 ekor burung satwa hidup 9 ekor Cica Daun Besar ( Chloropsis Sonnerati ) dan 13 ekor Serindit Melayu ( Loriculus Galgulus ) yang dibeli secara online di pasar burung Pramuka Jatinegara Jakarta Timur, dengan terdakwa Sheta Danu Saputro, diruang Candra PN.Surabaya, dipimpin ketua majelis hakim Taufik Tatas,secara online.Kamis (05/01/2023).

Dalam tuntutan yang dibacakan JPU Rista Erna Soelistiowati dari Kejati Jatim, Menyatakan terdakwa telah melakukan tindak pidana "Dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup."

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P-20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Setha Danu dengan pidana penjara selama 8 bulan, dan denda Rp.2 Juta, Subsidair 2 bulan kurungan.

Barang bukti berupa, 22 ekor burung satwa hidup 9 ekor Cica Daun Besar ( Chloropsis Sonnerati ) dan 13 ekor Serindit Melayu ( Loriculus Galgulus ), dilepas di BBKSA Provinsi Jawa Timur.

Terhadap tuntutan JPU, terdakwa Setha memohon keringanan hukuman," Saya memohon keringanan hukuman yang mulia," 

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis pekan depan.

Pada sidang sebelumnya, saksi penangkap dari Ditreskrimsus Polda Jatim, Yudi Purwojatmiko menerangkan bahwa telah menangkap terdakwa di dalam Rumahnya, " Saat kami Patroli rutin, di jalan Rungkut Surabaya, kami menangkap dan menemukan sebuah toko burung ' Rumah Konin' kami menemukan 22 ekor burung satwa yang dilindingi, dijual bebas tanpa.memiliki ijin ," katanya.kamis (15/12) lalu.

Dilakukan penggeledahan, terdakwa Setha dibawa ke Ditreskrimsus Polda Jatim, sementara barang bukti 22 ekor burung satwa dilindungi dievakuasi dititipkan ke kantor BBKSA Provinsi Jawa Timur.

Diketahui,  pada hari Kamis tanggal 18 Agustus 2022 petugas kepolisian dari unit I Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim sedang melaksanakan kegiatan patroli di sekitar daerah Rungkut Surabaya.

Didapati toko burung Rumah Konin di jalan Wonorejo Timur No. 4 Kec. Rungkut Surabaya milik terdakwa Setha digunakan berdagang satwa dilindungi.

Selanjutnya saksi Yudi Purwojatmiko dan M.Fikri Laudi petugas Ditreskrimsus Polda Jatim, lakukan pemeriksaan di toko burung Rumah Konin, dilakukan penggeledahan ditemukan 22 ekor burung satwa hidup 9 ekor Cica Daun Besar ( Chloropsis Sonnerati ) dan 13 ekor Serindit Melayu ( Loriculus Galgulus ).

Terdakwa Setha tidak dapat menunjukan ijin dari pihak yang berwenang serta terdakwa tidak memiliki ijin penangkaran 22 ekor burung satwa hidup dilindungi.

Selanjutnya 22 ekor burung tersebut dievakuasi, dititipkan ke kantor BBKSA Provinsi Jawa Timur.

Terdakwa membeli burung Cica Daun dan Serindit Melayu secara online di pasar burung Pramuka Jatinegara, harga burung Cica Daun per ekornya Rp. 540.000,- melalui akun atas nama Sigit Pramuka.

Untuk burung Serindit Melayu per ekornya Rp. 70.000,-  dari akun atas nama Abadi Bird Shop.

Burung burung tersebut oleh terdakwa dipelihara untuk djual lagi, untuk burung Cica Daun Besar dijual per ekor Rp. 600.000,-

Untuk burung Serindit Melayu dijual per ekor Rp. 100.000,- 

Satwa-satwa di alam akan semakin menurun, jika dibiarkan menyebabkan kepunahan terhadap jenis satwa-satwa tersebut. Dampaknya terhadap lingkungan dengan punahnya suatu jenis satwa menyebabkan rantai ekosistem akan terganggu dan akan menyebabkan dampak negatif bagi kehidupan manusia. nbd

Berita Terbaru

Minat Konsumen Nyaris Nol, Lamborghini Batalkan Peluncuran Konsep Mobil Listrik Murni

Minat Konsumen Nyaris Nol, Lamborghini Batalkan Peluncuran Konsep Mobil Listrik Murni

Selasa, 24 Feb 2026 12:18 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini, merek kendaraan mewah Lamborghini membuat kejutan dengan memperkenalkan konsep mobil listrik, arah strateginya kini…

Honda Navi Tetap Jadi Motor Mini Favorit di AS, Hadirkan Warna Baru 2026

Honda Navi Tetap Jadi Motor Mini Favorit di AS, Hadirkan Warna Baru 2026

Selasa, 24 Feb 2026 12:12 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan otomotif asal Jepang, Honda dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu sepeda motor kecil paling menonjol dan…

Libatkan Peran PA Kota Madiun, Pemkot Komitmen Tingkatkan Edukasi Hukum Islam

Libatkan Peran PA Kota Madiun, Pemkot Komitmen Tingkatkan Edukasi Hukum Islam

Selasa, 24 Feb 2026 12:05 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang hukum islam, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur yang…

PT Weichuang Kantongi Izin Kawasan Berikat, Serap 120 Tenaga Kerja

PT Weichuang Kantongi Izin Kawasan Berikat, Serap 120 Tenaga Kerja

Selasa, 24 Feb 2026 12:00 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:00 WIB

‎SURABAYA PAGI, Ngawi – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melalui Kanwil DJBC Jawa Timur II menerbitkan izin fasilitas Kawasan Berikat pertama tahun 2026…

Lewat Program ‘Wenak’ Banyuwangi Bantu Ribuan Usaha Warung Rakyat

Lewat Program ‘Wenak’ Banyuwangi Bantu Ribuan Usaha Warung Rakyat

Selasa, 24 Feb 2026 11:57 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 11:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dalam rangka mengembangkan usaha pelaku usaha mikro dan kecil agar usaha yang masih berkembang, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi,…

Cegah Potensi KLB Terkait Keamanan Pangan, Pemkab Ponorogo Perketat Operasional SPPG

Cegah Potensi KLB Terkait Keamanan Pangan, Pemkab Ponorogo Perketat Operasional SPPG

Selasa, 24 Feb 2026 11:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 11:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Guna mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB) akibat persoalan keamanan pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa…